| FAQ |
| Calendar |
|
#311
|
||||
|
||||
|
Inflasi Zona Euro Melambat Seperti Perkiraan
![]() Inflasi zona Euro melambat pada bulan September seperti yang diperkirakan karena terjadi penurunan harga makanan yang belum diproses dan energi, estimasi pertama oleh kantor statistik Uni Eropa menunjukkan pada hari Selasa. Eurostat mengatakan harga konsumen di 18 negara euro naik 0,3 persen pada basis tahunan, melambat dari kenaikan tahunan 0,4 persen pada bulan Agustus dan Juli. Angka di September ini sejalan dengan ekspektasi pasar, menurut data polling. Harga pangan yang belum diolah turun 0,9 persen di tingkat tahunan pada bulan September dan energi menurun 2,4 persen. Inflasi Inti tahunan � parameter yang tidak termasuk dua komponen yang tidak stabil � sebesar 0,7 persen, melambat dari 0,9 persen yang dilaporkan pada Agustus. ECB ingin menjaga inflasi di bawah, tapi dekat dengan, 2 persen dalam jangka menengah dan pertumbuhan harga yang masih rendah menggarisbawahi kesulitan bank dalam menjaga inflasi pada target dalam ekonomi zona euro yang stagnan. Untuk mempercepat pertumbuhan harga, ECB memangkas biaya pinjaman menjadi hampir nol dan menjanjikan pinjaman lebih murah untuk bank dan untuk membeli surat utang baru. Presiden ECB Mario Draghi telah menekankan bahwa bank sentral bisa berbuat lebih banyak lagi. |
|
#312
|
||||
|
||||
|
Dollar Masih Lebih Menarik dari Yen dan Euro
![]() Dollar mencatat kenaikan ke level tertinggi baru di enam tahun terhadap yen di sesi Rabu, sementara euro kembali mendekati level bawah dua tahun setelah data menunjukkan aktifitas pabrik di euro melambat di bulan lalu. Dalam beberapa bulan terakhir ini, dollar memang sudah menunjukkan penguatannya terhadap euro dan yen, ini disebabkan oleh ekspektasi terhadap Federal Reserve yang diharapkan akan menaikkan suku bunga semakin tumbuh, sementara banks sentral di Eropa dan Jepang terlihat masih bertahan dengan pendirian nya masing-masing untukmengendurkan kebijakan moneter. USD/JPY sentuh level kenaikan 110,09, terbesar sejak Agustus 2008, sebelum kembali menyusuri beberapa kenaikan dan diperdagangkan di level 109,80, atau menguat 0,16% di hari ini. Sementara itu EUR/USD sentuh level penurunan 1,2585, tidak jauh dari level bawah dua tahun yang disentuh di sesi Selasa 1.2570, dan terakhir terpantau diperdagangkan turun 0,22% pada level 1,2603. Penurunan terhadap ini euro terjadi setelah kelompok riset Markit melaporkan laporan akhir indeks PMI sektor manufaktur zona euro turun ke level bawah 14 bulan 50,3 pada September dari 50,5 di Agustus. Sementara itu, indeks Dollar AS, yang mencatat kinerja greenback terhadap enam mata uang mayoritas, terpantau menguat 0,16% ke level 86,18, tidak jauh dari puncak di sesi Selasa 86,34, level yang terakhir terlihat pada Juni 2010. |
|
#313
|
||||
|
||||
|
Serapan Tenaga Kerja Swasta AS Cukup Tinggi
![]() Jumlah penambahan angka tenaga kerja sektor privat di AS mencatat kenaikan di September, hasil survei tenaga kerja yang dirilis Rabu menunjukkan. Sektor manufaktur mencatat tingkat perekrutan yang cukup kuat. Serapan tenaga kerja swasta AS meningkat sebesar 213.000 lapangan kerja di bulan lalu, menurut laporan tenaga kerja nasional yang disusun oleh Automatic Data Processing Inc. (ADP) dan lembaga riset Moody's Analytics. Ekonom memperkirakan laporan ADP tersebut meningkat sebanyak 209.000 lapangan kerja baru sektor privat. Namun, kenaikan di Agustus mengalami revisi penurunan menjadi kenaikan 202.000 dari 204.000 yang dilaporkan sebelumnya. Ini menjadi kenaikan di bulan ke-enam berturut-turut yang mana ADP mengatakan payroll sektor private telah tumbuh sebesar 200.000 atau lebih. Berdasarkan laporan ini, para ekonom memperkirakan laporan payroll non pertanian di September yang akan dirilis Jumat pekan ini oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan meningkat sebanyak 215.000 lapangan kerja baru atau rebound dari laporan di Agustus yang hanya mencatat kenaikan sebanyak 142.000. Dalam laporan ADP, sektor pabrik mencatat penerimaan lebih besar. "Sektor manufaktur menerima sebanyak 35.000 karyawan baru di September, total tertinggi sejak Mei 2010 di sektor tersebut. |
|
#314
|
||||
|
||||
|
Pasar Tenaga Kerja AS Semakin Meyakinkan?
![]() Pasar tenaga kerja sepertinya semakin menegaskan pertumbuhannya, ini terlihat dari data yang dirilis Kamis menunjukkan jumlah pengajuan baru klaim tunjangan pengangguran AS di pekan lalu tak terduga menurun. Ini berarti sebuah sinyalemen bahwa pasar tenaga kerja AS mempertegas pertumbuhannya. Bertolak belakang dengan tenaga kerja, sebuah laporan terpisah menunjukkan pesanan pabrik AS justru melesu di Agustus bahkan tidak termasuk pesanan item transportasi yang kerap tidak stabil. Ini menjadi pertanda buruk terhadap pertumbuhan sektor manufaktur kedepannya. Klaim awal tunjangan pengangguran AS berkurang 8.000 pengajuan menjadi 287.000 di pekan hingga 27 September, Depnaker AS mengatakan. Dalam jajak pendapat Reuters, para ekonom justru memperkirakan kenaikan. Klaim tunjangan terus menunjukkan penurunan sejak negara bangkit dari resesi 2007 hingga 2009 dan untuk saat ini bahkan lebih rendah dari angka yang tercatat sebelum krisis ekonomi AS terjadi. Apalagi level klaim saat ini hanya 8.000 di atas level terendah dalam 14 yang dicapai pada Juli silam. Rata-rata klaim dalam empat pekan, parameter tenaga kerja yang dianggap lebih baik karena memperhasul perhitungan tiap pekannya, turun 4.250 menjadi sebanyak 294.750 pengajuan, tepat di atas level bawah dalam 8 setengah tahun terakhir yang dicapai pada awal Agustus. Sebuah laporan terpisah dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan pesanan baru produk jadi pabrik AS mencatat rekor penurunan terbesarnya di Agustus, meskipun penurunan 10,1 menutupi kenaikan yang ditunggangi pesanan pesawat di bulan sebelumnya. Tidak termasuk pesanan transportasi yang tertekan oleh penurunan komponen pesawat yang memang sering tidak stabil, pesanan baru mengalami penurunan ringan 0,1 persen. Sektor manufaktur AS terus meningkat meski pertumbuhan tidak terlalu signifikan. Institute for Supply Management Rabu kemarin mengatakan indeks aktifitas pabrik AS menunjukkan pertumbuhan yang melambat di September. |
|
#315
|
||||
|
||||
|
JOLTS: Lapangan Kerja AS Semakin Menakjubkan
The Fed mendapat tanda lainnya yang menegaskan bahwa pasar tenaga kerja terus menunjukkan gambaran yang menakjubkan. Lowongan pekerjaan untuk Agustus naik menjadi 4.840.000, angka kenaikan baru pasca krisis bahkan mencatat angka tertinggi sejak 2001, JOLTS melaporkan. Angka lowongan pekerjaan ini diperkirakan hanya berada di angka 4.710.000 pada bulan Agustus setelah laporan sebanyak 4.670.000 pada bulan Juli (sebelum revisi). Dan data ini setelah direvisi mengalami penurunan menjadi 4.605.000. Laporan JOLTS ini menjadi perhatian penting dari fokus Fed, terutama dari era Bernanke dan meskipun angka terkini laporan Non-Farm Payrolls untuk bulan September yang sudah dirilis, yang menunjukkan tingkat pengangguran turun menjadi 5,9% dan nonfarm payrolls tumbuh 248.000. Pasca dirilis data tersebut, dolar mencatat penguatan, tetapi hanya secara bertahap dan sangat lambat dalam menanggapi rilis data ini. Dolar AS mencatat penurunan sebelum publikasi data tersebut: EUR/USD diperdagangkan sekitar level 1,2630, GBP/USD pada level 1,6115 dan USD/JPY diperdagangkan sekitar level 108,20. |
|
#316
|
||||
|
||||
|
Halifax: Harga Rumah Inggris Meningkat di September
![]() Harga rumah di Inggris meningkat melampaui perkiraan di September, mengerucutkan kekhawatiran atas kondisi pasar perumahan Inggris, data industri Rabu menunjukkan. Dalam sebuah laporan, Halifax Bank of Scotland mengatakan Indeks Harga Rumah meningkat dengan penyesuaian musiman 0,6% bulan lalu, di atas ekspektasi untuk kenaikan 0,2%. Harga rumah di Inggris flat di Agustus, mengalami revisi penurunan dari laporan kenaikan sebelumnya 0,1%. Harga rumah mengalami peningkatan 9,6% di kuartal hingga September lebh tinggi dari periode tiga bulan yang sama tahun lalu, ini sejalan dengan perkiraan dan melambat dari kenaikan 9,7% di Agustus. |
|
#317
|
||||
|
||||
|
Fed Melihat Kemunduran, Dollar Hilang Kekuatan
![]() Dolar melemah bahkan menghapus kenaikan setelah para pembuat kebijakan Federal Reserve pada pertemuan terkini mereka mengatakan perlambatan global dan mata uang yang kuat justru menimbulkan potensi risiko terhadap prospek ekonomi AS. Sejumlah peserta mengatakan pertumbuhan "kemungkinan lebih lambat dari yang mereka perkirakan jika pertumbuhan ekonomi di luar negeri lebih lemah dari yang diantisipasi," menurut hasil pertemuan Federal Open Market Committee 16-17 September yang dirilis hari ini di Washington. Para pelaku pasar menjadi pesimis Fed akan menaikkan suku bunga pasca drilisnya hasil pertemuan ini. Beberapa pejabat Fed mengatakan lesunya ekonomi Eropa dan inflasi yang rendah dapat menyebabkan dolar terus menguat. Itu, pada gilirannya, dapat mengekang ekspor AS dan membatasi kenaikan harga yang telah tertinggal di belakang target Fed. FOMC bulan lalu masih bertahan janjinya untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol untuk "jangka waktu tertentu" setelah menyimpulkan program pembelian aset yang akan berakhir setelah pertemuan bulan Oktober. The Fed, yang selanjutnya akan melakukan pertemuan pada 28-29 Oktober mendatang, masih berada pada keputusannya untuk mengakhiri program pembelian obligasi stimulasi bulan ini. |
|
#318
|
||||
|
||||
|
Data perdagangan hapus kekhawatiran China
![]() Meningkatnya aktifitas perdagangan Cina yang mengejutkan di September diperkirakan akan meredam kesempatan langkah kebijakan agresif seperti pemangkasan suku bunga, namun prospek buruk sektor properti yang masih terjadi mendorong langkah lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mendongkrak perekonomian. Dengan masih merangkaknya ekonomi di zona euro dan Jepang, meningkatnya ekspor dan impor Cina akan menjadi berita yang sangat dinanti bagi ekonomi dunia dan investor yang semakin mencemaskan pertumbuhan global yang melambat. Namun ekonom mengatakan masih terlalu dini mengutarakan jika sektor perdagangan Cina telah keluar dari kesulitan, seraya mencatat bahwa peningkata impor tidak terduga bulan lalu bisa saja disebabkan oleh satu faktor, seperti pabrik yang memanfaatkan menurunnya harga komoditas global untuk kembali mengisi persediaan bijih besi, tembaga dan minyak. Tercatat di September, ekspor negeri tirai bambu itu meningkat 15,3 persen dari tahun sebelumnya, jauh di atas perkiraan median ekonom dalam jajak pendapat ekonom Reuters yang hanya memperkirakan kenaikan 11,8 persen dan melesat dari kenaikan 9,4 persen di Agustus, data Senin menunjukkan. Sementara sektor impor Cina meningkat 7 persen, dalam hal nilai, dibandingkan dengan estimasi Reuters yang justru memperkirakan penurunan 2,7 persen, yang mana sudah mengalami penurunan ketiga kali berturut-turut. Impor bijih besi rebound ke level kenaikan tertinggi kedua tahun inidan impor bulanan minyak mentah meningkat ke level kenaikan tertinggi kedua dalam catatan. Alhasil, Cina membukukan surplus perdagangan $31,0 miliar di September, mencatat penurunan dari $49,8 miliar yang dibukukan pada Agustus. |
|
#319
|
||||
|
||||
|
Kekhawatiran semakin merambah atas lemahnya yen: Parlemen
![]() Kekhawatiran terhadap dampak negatif atas pelemahan yen kian tumbuh di antara Partai Demokrat Liberal pimpinan Perdana Menteri Shinzo Abe dan para anggota parlemen akan melangsungkan pertemuan akhir bulan ini untuk membahas masalah tersebut, salah satu anggota dewan mengatakan. Masahiko Shibayama, yang mengepalai divisi treasury dan keuangan partai, mengatakan akan mengadakan pertemuan bersama dengan divisi kabinet mengenai masalah ini, mengundang para pejabat penting Bank of Japan dan Kantor Kabinet. "Pada pertemuan kami sebelumnya (bulan lalu), mereka yang khawatir akan pelemahan yen jauh diatas angka yang menginginkan penguatan lebih jauh," Shibayama, salah satu pendukung kebijakan Abe yang dijuluki "Abenomics", mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara. Di bawah Abenomics, stimulus moneter besar-besaran BOJ menopang yen turun, meningkatkan profit para eksportir dan harga saham. Tapi perusahaan kecil dan non-produsen mengeluhkan yen yang lemah, sehingga mendorong meningkatnya biaya impor dan meremas keuntungan, sementara inflasi melampaui kenaikan upah. Abe mengatakan pekan lalu bahwa pelemahan yen membebani rumah tangga dan perusahaan kecil dengan meningkatkan harga BBM. Sebaliknya, Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda menyatakan bahwa yen yang lemah umumnya baik bagi ekonomi Jepang. Jika suara anggota parlemen 'terhadap yen yang lemah mengumpulkan momentum, itu justru dapat menyulitkan kebijakan moneter. BOJ tidak berminat untuk segera menyebarkan stimulus baru, namun lain cerita jika harus mengendurkan lagi, dimana investor melihat hal itu sebagai kebutuhan untuk memenuhi tujuan inflasi, yang lebih lanjut bisa melemahkan yen. Beberapa anggota parlemen telah mencari pembalikan stimulus moneter untuk mengurangi depresiasi yen, meskipun anggota parlemen utama dan pejabat pemerintah telah mengambil keputusan tersebut. Minggu lalu anggota parlemen partai berkuasa dan salah satu arsitek dari Abenomics menyerukan stimulus moneter baru untuk mempercepat laju inflasi untuk mencapai target BOJ 2 persen pada tahun fiskal berikutnya. |
|
#320
|
||||
|
||||
|
Sinyal Perekonomian AS Masih Kuat?
![]() Gelombang optimisme terhadap perekonomian AS tampaknya masih cukup mendapatkan dukungan setidaknya hingga saat ini. Kondisi ini diperkuat dengan data ekonomi yang dirilis, Kamis, hari ini masih menunjukkan gelombang dengan aura positif. Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran mengalami penurunan pada pekan lalu, bahkan menyentuh level terendahnya dalam 14 tahun sementara output industri meningkat tajam pada bulan September, sinyal positif yang dapat membantu meredakan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi. Klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara turun 23.000 menjadi 264.000 pengajuan, tingkat terendah sejak tahun 2000, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Kamis. Pemerintah mengatakan tidak ada faktor-faktor yang tidak biasa dalam laporan ini, sedangkan rata-rata pengajuan selama empat minggu juga turun ke level terendah sejak tahun 2000. Data ini memberikan bukti bahwa ekonomi AS tetap pada jalur yang kokoh, dengan pasar tenaga kerja terus membaik. Investor dalam beberapa hari terakhir ini telah memandang bahwa perlambatan pertumbuhan di luar negeri akan membebani ekonomi AS dan memaksa The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga. Lemahnya data penjualan ritel pada Rabu kemarin sempat mengguncang kepercayaan investor sehingga memicu aksi jual global yang berlanjut hingga sesi Kamis. Pasar saham AS diperdagangkan melemah tajam. Sebuah laporan terpisah dari Federal Reserve menunjukkan produksi pabrik, tambang dan utilitas meningkat 1,0 persen lebih besar dari perkiraan pada bulan lalu, kenaikan terbesar sejak November 2012. Sebuah jajak pendapat Reuters yang dirilis pada Kamis menunjukkan ekonom AS masih menempel pada pandangan bahwa The Fed akan menaikkan biaya pinjaman acuan dari level mendekati nol pada kuartal kedua tahun depan meskipun tanda-tanda kelemahan di pasar global kian memuncak. Setidaknya untuk saat ini, ekonomi AS masih terus menunjukkan perekbangan, dengan para ekonom masih mengharapkan pertumbuhan kuartal ketiga berada pada sekitar 3 persen per tahun, pandangan yang ditopang oleh peningkatan pada sektor output industri. |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Aussie Petik Keuntungan Pasca Positifnya Data Ekonomi Tiongkok | Forex | |||
| [MasterForex] Data ekonomi dan Fundamental oleh MasterForex | Forex | |||
| [ForexStars] Data Ekonomi dan Fundamental | Forex | |||
| JUAL (update) Tiket Ekonomi Semarang Jakarta tanggal 26 Agustus 2012 | Tour & Travel | |||
| JUAL WTB Fundamental of Thermodynamic, Fundamental of Heat and Mass Transfer Text Book | Buku Pelajaran | |||