| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Forex Diskusi apapun tentang Forex disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#301
|
||||
|
||||
|
Rekomendasi Mingguan Lautandhana 7 Juli 2014
Sepekan menjelang Pilpres, nilai tukar rupiah dan sejumlah saham mulai beranjak menguat. Meskipun ketidakpastian akan pemenang pemilu tetap tinggi, investor terlihat mulai berani mengambil posisi beli. Saham-saham yang telah mengalami koreksi signifikan seperti sektor properti, industrial estate, consumer related dan konstruksi menjadi fokus investor. Berikut adalah tabel saham pilihan Lautandhana untuk rekomendasi pekan ini: ![]() Keterangan Tabel Rekomendasi: Tabel Portfolio: Tabel ini berisi saham-saham pilihan yang menurut kami sangat baik secara fundamental atau memiliki potensi kinerja yang positif dalam jangka menengah panjang dan memiliki rasio risk to reward yang kecil / minimal. Ini berarti risiko yang mungkin ada lebih kecil daripada ekspektasi return yang bisa diperoleh. Saham pilihan akan terus bertahan dalam Tabel Portfolio sampai kami anggap return yang diharapkan sulit untuk dicapai atau telah terjadi perubahan kinerja yang menyebabkan rasio risk to reward membesar. Saham pilihan ini juga dapat keluar dari Tabel Portfolio jika telah mencapai return tertentu yang kami anggap cukup untuk diambil tindakan Profit Taking. Jika dikemudian hari saham yang telah keluar dari Tabel Portfolio ini kami anggap layak dan memenuhi kriteria saham portfolio, maka sewaktu-waktu dapat kami masukkan kembali. Saham yang ada kami pilih dari beberapa sektor yang prospektif dan kami anggap terbaik disektornya. Sehingga dengan demikian, jika Anda memiliki seluruh saham yang ada di Tabel Portfolio ini, maka secara otomatis Anda telah membentuk portofolio yang ideal dan terdiversifikasi disektor-sektor yang prospektif. Berikut ini adalah daftar saham yang pernah masuk dalam Tabel Portfolio dan return-nya: ![]() Tabel Watch List Saham yang masuk dalam Tabel Watch List ini adalah saham yang kami anggap telah memenuhi kriteria sebagai saham portfolio, namun belum layak untuk masuk dalam Tabel Portfolio karena harga pasarnya kami anggap masih cukup tinggi. Kami memasukkan suatu saham dalam Tabel Watch List ini untuk dapat diperhatikan dan dibeli jikalau harga telah menyentuh atau mendekati entry level ideal yang telah kami berikan. Jika harga saham telah menyentuh entry level, maka kami akan memindahkan saham dimaksud kedalam Tabel Portfolio pada rilis Rekomendasi Mingguan Lautandhana edisi berikutnya. Tabel Weekly Trading Stocks Selain saham-saham prospektif yang dapat dibeli untuk tujuan jangka menengah panjang atau Buy and Hold, kami juga memberi alternatif saham pilihan untuk tujuan jangka pendek, yaitu satu pekan. Tidak ada kriteria fundamental tertentu yang harus dipenuhi oleh saham dalam tabel ini, namun kami upayakan tetap memiliki rasio risk to reward yang kecil. Oleh karenanya, saham-saham pilihan dalam tabel ini memiliki sifat spekulatif. Dan untuk memproteksi Anda dari potensi kerugian yang besar, kami cantumkan juga level Stop Loss yang dapat Anda terapkan. Selain rekomendasi beli (Buy), kami juga dapat memberi rekomendasi jual (Sell) atau jual dulu lalu buyback kemudian (Trading Sell) bagi investor yang telah memiliki saham yang direkomendasikan sebelumnya. sumber |
|
#302
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 07 Juli 2014
IHSG akhir pekan ditutup menguat terbatas berada di level 4.905,8 (+0,3%) meski asing tercatat membukukan transaksi net sell senilai Rp 568 miliar. Saham-saham top gainers antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 725 menjadi Rp 53.275, Matahari Department Store (LPPF) naik Rp 400 menjadi Rp 14.200, dan Indocement (INTP) naik Rp 300 menjadi Rp 23.375; sedangkan saham top losers di antaranya Mayora Indah (MYOR) turun Rp 325 menjadi Rp 29.425, Saranacentral Bajatama (BAJA) turun Rp 300 menjadi Rp 905, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 300 menjadi Rp 5.125. Bursa Eropa di akhir pekan ditutup cenderung melemah akibat sudah mulai price in nya valuasi harga saham. Erste Group Bank AG anjlok signifikan sejak February 2009 paska proyeksi dibukukannya a full-year loss; BNP Paribas SA turun 2,1% pasca diturunkannya rekomendasi oleh Macquarie Group Ltd. JC Decaux SA naik 0,9% pasca HSBC Holdings Plc menaikkan rekomendasinya. Sementara itu, Bursa AS tidak ada perdagangan seiring dengan hari libur nasional kemerdekaan AS 4 Juli. IHSG pekan ini kami perkirakan berlangsung cukup fluktuatif jelang hari coblosan Pilpres 9 Juli 2014. Saham pilihan kami adalah SMGR, BBTN dan WIKA.
|
|
#303
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 08 Juli 2014
IHSG awal pekan ditutup menguat signifikan 1,7% pada level 4.989 jelang Pilpres tengah pekan ini. Investor mulai melakukan aksi borong saham agar tidak ketinggalan raaly lanjutan IHSG pasca Pilpres jika Jokowi-JK menang. Investor asing pun tercatat membukukan transaksi net buy Rp 761 miliar. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 1.625 ke Rp 25.000, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 800 ke Rp 15.925, Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 30.900, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 550 ke Rp 11.200; sedangkan saham-saham top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 1.075 ke Rp 17.500, Multi Prima (LPIN) turun Rp 355 ke Rp 4.625, Saranacentral (BAJA) turun Rp 225 ke Rp 680, dan Lionmesh (LMSH) turun Rp 200 ke Rp 7.500. Pasca libur Independence day, bursa AS di perdagangan awal pekan ditutup terkoreksi dalam kisaran yang terbatas akibat adanya spekulasi investor atas dinaikkannya suku bunga acuan oleh The Fed lebih cepat dan sikap wait&see investor atas valuasi emiten. Indeks Dow Jones turun 0,3% ditutup pada level 17.024,2; indeks S&P 500 ditutup pada level 1.977,7 (-0,4%); dan indeks Nasdaq ditutup melemah 0,8% ditutup pada level 4.451,5. Sementara itu, bursa Eropa juga kembali ditutup dalam tren melemahnya sejalan dengan sudah price in valuasi market pasca signifikannya rally penguatan bursa. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 ditutup melemah masing-masing ke level 3.230,9 (-1,2%) dan ke 6.823,5 (-0,6%). Jelang Pilpres besok, IHSG hari ini kami perkirakan berlangsung bervariasi dan berfluktuatif dengan potensi marak aksi profit taking. Saham pilihan kami adalah SMGR, BBTN dan WIKA.
|
|
#304
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 10 Juli 2014
Menyambut pilpres, perdagangan hari Selasa lalu ditutup menanjak 35 poin ke level 5.024,7 berkat aksi borong saham yang ramai sejak pembukaan perdagangan. Investor asing yang ikut optimis terhadap hasil pilpres mendaratkan modalnya ke lantai bursa yang nilai beli bersihnya mencapai lebih dari Rp1,5 triliun. Volume dan nilai perdagangan melonjak cukup tinggi setelah ada aksi tutup sendiri saham dua emiten di pasar negosiasi, yaitu PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP) yang transaksinya mencapai Rp1,4 triliun dan PT Bank Tabungan Pensiunan Tbk (BTPN) sebesar Rp 846,8 miliar. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 5.950 ke Rp 199.950, BRI (BBRI) naik Rp 625 ke Rp 11.175, Multi Prima (LPIN) naik Rp 375 ke Rp 5.000, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 24.000. Sementara saham-saham kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 775 ke Rp 27.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 26.750, Mandom (TCID) turun Rp 425 ke Rp 16.075, dan Sorini Agro (SOBI) turun Rp 350 ke Rp 1.850. Di saat bursa saham dalam negeri ditutup berkenaan dengan pemilu, bursa saham AS ditutup positif berkat optimisme pasar terhadap hasil 1H14 emiten-emiten dan data lapangan pekerjaan bulan Juni. Optimisme pasar ini berhasil membuat pasar rebound meskipun the Fed mengumumkan rencananya untuk menghentikan program stimulus dan mulai menaikkan tingkat suku bunga yang selama ini ditahan serendah mungkin. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq melesat masing-masing lebih dari setengah persen ditutup pada level 16.985,6 (+0,5%), 1.972,8 (+0,5%) dan 4.419 (+0,6%). Bursa saham Eropa bergerak mixed sebelum pengumuman hasil meeting the Fed yang akan menghentikan program stimulusnya Oktober mendatang. Indeks Stoxx50 ditutup positif 0,6% ke level 3.203,1 sedangkan FTSE100 turun 0,3% ke 6.718. IHSG pada hari ini diperkirakan menguat didorong euforia pasar akan menangnya capres yang diunggulkan dalam mayoritas quick count lembaga-lembaga survey, namun perbedaan hasil quick count tetap menjadi rem bagi para investor sembari menunggu hasil perhitungan dari KPU pada 22 Juli mendatang. Saham pilihan kami antara lain: SMGR dan BBTN.
|
|
#305
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 11 Juli 2014
Pasca Pilpres dan hasil Quick Count menyatakan pasangan no urut 2 Jokowi‐JK sebagai pemenang Pilpres 2014 (Jokowi Effect Jilid II) langsung direspon positif oleh pelaku pasar sehingga IHSG ditutup naik 1,5% pada level 5.098,0. Volume dan nilai transaksi IHSG langsung mengalami lonjakan yang signifikan kemarin. Dana asing pun masuk ke bursa senilai Rp 4,2 triliun (net buy asing). Keseluruhan sektoral IHSG ditutup pada teritori hijau akibat aksi kolektif saham oleh investor sejalan dengan Jokowi Effect Jilid 2. Tercatat saham‐saham Grup Bakrie dan MNC ditutup melemah signifikan pasca release data quick count yang tidak kredibel. Saham‐saham top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 800 ke Rp 69.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 600 ke Rp 24.600, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 575 ke Rp 53.800, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 525 ke Rp 16.725; sedangkan saham‐saham top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 17.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 26.400, MNC (MNCN) turun Rp 170 ke Rp 2.560, dan Saranacentral (BAJA) turun Rp 170 ke Rp 510. Bursa AS dan Eropa pada perdangan tadi malam kompak ditutup mengalami koreksi akibat masalah gagal bayar obligasi di Portugal sehingga membuat saham‐saham perbankan di Portugal, Italia dan Spanyol anjlok signifikan. Bank Sentral Portugal memproteksi Banco Espirito Santo SA setelah induk usahanya mengalami gagal bayar. Indeks Dow Jones dan S&P 500 melemah terbatas 0,4% untuk kemudian ditutup masing‐masing pada level 16.915,1 dan 1.964,7. Sementara itu, indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing‐masing terkoreksi signifikan sebesar 1,6% dan 0,7%. IHSG hari ini kami perkirakan bergerak melanjutkan penguatannnya dalam rentang terbatas yang dipengaruhi oleh Jokowi Effect II. Saham pilihan kami adalah SMGR, BBTN dan WIKA.
|
|
#306
|
||||
|
||||
|
Rekomendasi Mingguan Lautandhana 14 Juli 2014
Respon investor asing atas hasil Pilpres 9 Juli sangat positif meskipun kedua pasangan capres dan cawapres saling mengklaim menang menurut hasil quick count. Respon positif ini menunjukkan investor lebih percaya pada hasil quick count lembaga survey independen milik pemerintah, yaitu RRI, yang memenangkan Jokowi-JK. Beberapa lembaga survey kredibel lainnya yang memiliki track record positif pada pemilu sebelumnya juga memenangkan Jokowi-JK. Investor asing membukukan net buy lebih dari Rp7 triliun dalam dua hari pasca Pilpres sehingga nilai net buy tembus Rp50 triliun sejak 2 Januari silam. Trend pembelian saham oleh investor asing ini dapat menjadi indikator positif dalam jangka panjang meskipun IHSG berfluktuasi dalam jangka pendek. Nilai tukar rupiah juga cenderung menguat sehingga pasar menaruh harapan besar akan hasil pemilu yang jujur dan adil versi KPU 22 Juli nanti. Menyikapi hasil Pilpres, kami belum mengubah sikap konservatif atas rekomendasi mingguan ini dengan mengambil gain 11% pada SMGR, saham portfolio terakhir yang tersisa. Dengan demikian, pekan ini Tabel Portfolio kosong dan ada WTON yang menunggu di Tabel Watchlist dengan entry level di Rp795. Adapun update track record rekomendasi kami menjadi 24x gain, 5x loss dan 2x break even. Berikut adalah tabel saham pilihan Lautandhana untuk rekomendasi pekan ini: ![]() Keterangan Tabel Rekomendasi: Tabel Portfolio: Tabel ini berisi saham-saham pilihan yang menurut kami sangat baik secara fundamental atau memiliki potensi kinerja yang positif dalam jangka menengah panjang dan memiliki rasio risk to reward yang kecil / minimal. Ini berarti risiko yang mungkin ada lebih kecil daripada ekspektasi return yang bisa diperoleh. Saham pilihan akan terus bertahan dalam Tabel Portfolio sampai kami anggap return yang diharapkan sulit untuk dicapai atau telah terjadi perubahan kinerja yang menyebabkan rasio risk to reward membesar. Saham pilihan ini juga dapat keluar dari Tabel Portfolio jika telah mencapai return tertentu yang kami anggap cukup untuk diambil tindakan Profit Taking. Jika dikemudian hari saham yang telah keluar dari Tabel Portfolio ini kami anggap layak dan memenuhi kriteria saham portfolio, maka sewaktu-waktu dapat kami masukkan kembali. Saham yang ada kami pilih dari beberapa sektor yang prospektif dan kami anggap terbaik disektornya. Sehingga dengan demikian, jika Anda memiliki seluruh saham yang ada di Tabel Portfolio ini, maka secara otomatis Anda telah membentuk portofolio yang ideal dan terdiversifikasi disektor-sektor yang prospektif. Berikut ini adalah daftar saham yang pernah masuk dalam Tabel Portfolio dan return-nya: ![]() Tabel Watch List Saham yang masuk dalam Tabel Watch List ini adalah saham yang kami anggap telah memenuhi kriteria sebagai saham portfolio, namun belum layak untuk masuk dalam Tabel Portfolio karena harga pasarnya kami anggap masih cukup tinggi. Kami memasukkan suatu saham dalam Tabel Watch List ini untuk dapat diperhatikan dan dibeli jikalau harga telah menyentuh atau mendekati entry level ideal yang telah kami berikan. Jika harga saham telah menyentuh entry level, maka kami akan memindahkan saham dimaksud kedalam Tabel Portfolio pada rilis Rekomendasi Mingguan Lautandhana edisi berikutnya. Tabel Weekly Trading Stocks Selain saham-saham prospektif yang dapat dibeli untuk tujuan jangka menengah panjang atau Buy and Hold, kami juga memberi alternatif saham pilihan untuk tujuan jangka pendek, yaitu satu pekan. Tidak ada kriteria fundamental tertentu yang harus dipenuhi oleh saham dalam tabel ini, namun kami upayakan tetap memiliki rasio risk to reward yang kecil. Oleh karenanya, saham-saham pilihan dalam tabel ini memiliki sifat spekulatif. Dan untuk memproteksi Anda dari potensi kerugian yang besar, kami cantumkan juga level Stop Loss yang dapat Anda terapkan. Selain rekomendasi beli (Buy), kami juga dapat memberi rekomendasi jual (Sell) atau jual dulu lalu buyback kemudian (Trading Sell) bagi investor yang telah memiliki saham yang direkomendasikan sebelumnya. sumber |
|
#307
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 14 Juli 2014
Menyambut akhir pekan IHSG anjlok hingga 1,3% akibat aksi ambil untung dari posisi indeks yang sudah tinggi pasca pilpres. Seluruh indeks sektoral berjatuhan terutama sektor aneka industri, pertambangan, dan consumer. Investor domestik mendominasi aksi jual, sementara investor asing mencatatkan net buy mencapai hampir Rp3 triliun. Nilai beli asing itu melonjak tinggi karena ada transaksi crossing saham PT MNC Land Tbk (KPIG) di pasar negosiasi senilai Rp 1,9 triliun. Saham‐saham jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 70.000, Indocement (INTP) naik Rp 225 ke Rp 25.725, Waran Sitara Propertindo (TARA‐W) naik Rp 110 ke Rp 111, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 100 ke Rp 3.200. Sementara saham‐saham kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.325 ke Rp 52.475, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.100 ke Rp 23.500, Unilever (UNVR) turun Rp 1.000 ke Rp 30.400, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 26.500. Pasar saham Wall Street menguat tipis di tengah penantian investor akan laporan keuangan 1H14 yang akan mulai dirilis pekan ini. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing‐masing ditutup pada level 16.943,8 (+0,2%), 1.967,6 (+0,1%) dan 4.415,5 (+0,4%). Bursa saham Eropa juga menguat tipis di tengah krisis perbankan Portugal, dimana investor masih optimis bahwa krisis tersebut tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kondisi ekonomi di kawasan Euro. Indeks Stoxx 50 dan FTSE ditutup masing‐masing pada level 3.157,1 (+0,2%) dan 6.690,2 (+0,3%). Mengawali pekan IHSG diperkirakan bergerak mixed, dimana pasar masih memantau hasil real count KPU terhadap Pilpres 9 Juli lalu dan menanti laporan kinerja emiten 1H14 yang sekiranya akan mulai dilaporkan pekan ini. Saham pilihan kami antara lain: TLKM dan WSKT.
|
|
#308
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Online Trading System (LOTS 15 July 2014)
Diperkirakan pergerakan indeks di hari ini akan dikisaran level 4919.53 - 5084.38. -PTBA: Trading range sementara dikisaran level 10300 - 11575. -LSIP: Double bottom, peluang menguat sesaat. -ADRO: Oversold, namun masih berpeluang utk menguji kisaran level 1070 selama harga msh bertahan di bawah 1135. -AALI: Terbentuknya pola hammer di perdagangan kemarin walaupun tidak signifikan membuat adanya peluang penguatan sesaat di perdagangan hari ini. -SIMP: Oversold dgn support kuat sementara dikisaran level 890. Namun waspada bila harga terus melemah & bertahan di bawah 890 krn berpeluang utk menguji kisaran level 840 sbg target koreksi terdekat pertama. -BWPT: Tweezer bottom & mulai memasuki area oversold, peluang menguat sesaat. |
|
#309
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 15 Juli 2014
IHSG turun 11 poin atau 0,2% ke level 5.021,1 akibat aksi profit taking investor lokal. Meski demikian, investor asing masih melakukan aksi borong saham dengan membukukan transaksi beli bersih mencapai lebih dari Rp378 miliar. Saham-saham infrastruktur dan properti menjadi incaran aksi beli dan berakhir positif hingga penutupan pasar, sementara sektor-sektor lainnya berakhir negatif terutama sektor pertambangan, perkebunan dan perdagangan. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya adalah Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 12.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 275 ke Rp 52.750, Renuka (SQMI) naik Rp 250 ke Rp 1.250, dan Adira (ADMF) naik Rp 250 ke Rp 11.600. Sementara saham-saham kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 16.000 ke Rp 1,04 juta, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 25.250, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 69.500, dan Matahari (LPPF) turun Rp 400 ke Rp 14.000. Bursa saham Wall Street rally didorong penguatan saham perbankan seperti Citigroup (+3%) dan saham perbankan seperti Facebook (+2%), Netflix (+2,9%), dan Apple (+1,3%). Pelaku pasar saat ini juga tengah menanti laporan dari the Fed dan laporan-laporan ekonomi yang akan dirilis pekan ini mengenai perkembangan ekonomi global selama semester pertama 2014. Indeks Dow Jones, S&P500 dan Nasdaq kompak naik masing-masing lebih dari setengah persen, pada level 17.055,3 (+0,7%), 1.977,1 (+0,5%), 4.440,4 (+0,6%). Sementara itu bursa saham Eropa juga mengalami penguatan berkat naiknya saham-saham consumer seperti Shire Plc, Kuehne & Nagel, dan Sports Direct. Indeks Stoxx50 dan FTSE 100 masing-masing ditutup pada level 3.185,9 (+0,9%) dan 6.746,1 (+0,8%). IHSG diperkirakan masih bergerak dalam zona merah pada perdagangan hari ini dipicu tingginya minat profit taking serta pelemahan rupiah atas USD. Namun diharapkan positifnya bursa global kemarin dapat membawa angin sejuk ke lantai bursa. Saham pilihan kami antara lain: TLKM dan WSKT.
|
|
#310
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 16 Juli 2014
IHSG melanjutkan penguatannya, kali ini cukup tinggi hingga menembus level 5.100‐an, tepatnya 5.113,9 (+0,9%) berkat melimpahnya dana asing yang mendarat di lantai bursa mencapai lebih dari Rp870 miliar. Ramainya aksi beli terlihat sejak pembukaan perdagangan, membawa hampir seluruh indeks sektoral ke zona hijau kecuali sektor aneka industri yang menipis 0,1%. Sahamsaham jajaran top gainers di antaranya adalah Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.300 ke Rp 12.500, Matahari (LPPF) naik Rp 1.225 ke Rp 15.450, Metropolitan (MKPI) naik Rp 1.200 ke Rp 15.675, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 650 ke Rp 53.700. Sementara saham‐saham kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 30.00 ke Rp 1,04 juta, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 359.000, Lion Metal (LION) turun Rp 1.000 ke Rp 11.000, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 69.000. Bursa saham AS rebound didorong sentimen positif dari kinerja dan aksi korporasi emiten, ditambah kebijakan the Fed yang tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Saham‐saham yang melompat tinggi seperti Time Warner (+17%) dan saham teknologi lainnya seperti Intel (+9,3%), Int�l Game Technology (+9,2%) dan IBM (+2,1%) turut berperan mendorong indeks Dow Jones menembus level tertingginya sepanjang masa yaitu ke level 17.138,2 (+0,5%). Indeks S&P500 dan Nasdaq juga kompak menguat masing‐masing ditutup pada level 1.981,6 (+0,4%) dan 4.426 (+0,2%). Bursa saham Eropa juga melesat berkat data pertumbuhan ekonomi Cina yang lebih baik dari perkiraan serta rally‐nya saham‐saham perbankan Portugis seperti Banco Espirito Santo yang melonjak 20% setelah mengumumkan rencananya untuk memperkuat rasio modal. Indeks Stoxx 50 dan FTSE masing‐masing ditutup pada level 3.202,9 (+1,6%) dan 6.784,7 (+1,1%). Positifnya bursa global serta minat beli investor yang masih tinggi berpotensi kembali mendorong IHSG ke zona hijau hari ini, waspada aksi profit taking. Saham pilihan kami antara lain: TLKM dan WSKT.
|
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| JUAL Lautandhana Online Trading Saham LOTS | Software Original & Open Source | |||
| FXSBO - Spread Trading Online Broker | Forex | |||