| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Forex Diskusi apapun tentang Forex disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#241
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 23 Juli 2013
IHSG awal pekan ditutup terkoreksi sebesar 1% pada level 4.679 akibat ramainya aksi profit taking investor atas saham-saham unggulan terutama pada sektoral financial dan consumer. Saham-saham sektoral berbasisi komoditas seperti perkebunan dan pertambangan ditutup menguat. Investor asing tercatat membukukan transaksi net sell senilai Rp 319 miliar. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 33.500, Matahari (LPPF) naik Rp 500 ke Rp 12.800, Golden Energy (GEMS) naik Rp 325 ke Rp 2.325, dan ABM Investama (ABMM) naik Rp 250 ke Rp 2.875; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.600 ke Rp 33.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 850 ke Rp 16.250, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 21.700, dan J Resources (PSAB) turun Rp 425 ke Rp 2.575. Bursa AS di perdagangan awal pekan masih ditutup menguat terbatas cenderung flat ditengah release kinerja emiten 2Q13 yang tidak begitu memuaskan seperti McDonald yang ditutup terkoreksi lebih 2% akibat pendapatannya di 2Q13 tidak inline dengan ekspektasi analis dan D.R Horton Inc juga anjlok 2,2% akibat penjualan rumah secara tak terduga turun di bulan Juni. Saham Yahoo Inc! ditutup turun 4% seiring dengan mundurnya Direksi Daniel Loeb. Dengan mixednya hasil kinerka emiten 2Q13, investor mulai berspekulasi atas dilanjutkannya stimulus The Fed. Indeks Dow Jones ditutup flat di level 15.545,6 sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat masing-masing ke level 1.695,5 (+0,2%) dan 3.600,4 (+0,4%). Sementara itu, bursa Eropa cenderung ditutup bervariasi dimana indeks FTSE 100 melemah sebesar 0,1% di level 6.623,2 sedangkan DJ Euro Stoxx menguat 0,3% untuk ditutup ke level 2.725,4 (+0,3%). Kontributor penguatan indeks ditopang oleh meningkatnya laba produsen lampu Phillips, Royal Phillips Electronic NV di 2Q13. Bursa Indonesia di hari ini kami perkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan potensi penguatan terbatas. Saham pilihan kami antara lain: SMGR dan CTRP. sumber |
|
#242
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 25 Juli 2013
IHSG kemarin ditutup terkoreksi tajam sebesar 1% ke level 4.718,1 berbarengan dengan sgnifikannya pelemahan Rupiah terhadap US$ hamper menyentuh level Rp 10.300,-. Keseluruhan sektoral IHSG serentak ditutup terkoreksi dipimpin oleh pelemahan saham-saham sektorla property, perkebunan dan aneka industry. Ditengah koreksi yang terjadi, investor asing membukukan transaksi net buy tipis senilai Rp 86 miliar. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Lippo Incurance (LPGI) naik Rp 425 ke Rp 3.500, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 250 ke Rp 15.350, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 200 ke Rp 5.550, dan AKR (AKRA) naik Rp 175 ke Rp 4.900; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 20.000 ke Rp 340.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 45.950, Goodyear (GDYR) turun Rp 1.000 ke Rp 22.000, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 26.200. Bursa AS semalam ditutup cenderung melemah terbatas ditengah data penjualan rumah baru AS yang meningkat melebihi ekspektasi di bulan Juni hingga mencapai ke level tertingginya dalam 5 tahun terakhir. Indeks manufaktur AS dan Jerman bulan Juli meningkat sedangkan indeks manufaktur China justru mengalami kontraksi jauh dari ekspektasi ekonomis. Indeks Dow Jones dan S&P 500 melemah masing-masing sebesar 0,2% dan 0,4% ditutup ke level 15.542,2 dan 1.685,9 terkontribusikan dari koreksi saham Caterpillar (-2,4%) pasca dipangkasnya proyeksi kinerja. Sementara itu, bursa Eropa ditutup menguat merespon positif meningkatnya indeks manufaktur Jerman dimana indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx masing-masing ditutup menguat ke level 6.620,4 (+0,3%) dan ke level 2.752,3 (+1,1%). IHSG hari ini kami perkirakan bergerak fluktuatif cenderung masih melemah dengan sifat terbatas dan potensi rebound. Saham pilihan kami antara lain: SMGR dan CTRP. sumber |
|
#243
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 26 Juli 2013
IHSG di perdagangan kemarin masih ditutup melemah sebesar 0,9% ke level 4.674,1 sejalan dengan masih melemahnya Rupiah dan marak tekanan jual saham-saham unggulan terutama di sektiral perkebunan, consumer dan financial. Hanya tercatat satu sektoral yang berhasil ditutup pada teritori positif. Investor asing membukukan transaksi net sell senilai Rp 221 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 1.000 ke Rp 23.000, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 600 ke Rp 7.900, Jembo Cable (JECC) naik Rp 250 ke Rp 2.600, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 4.500; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.150 ke Rp 32.850, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 44.200, Astra Agro (AALI) turun Rp 750 ke Rp 16.000, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 25.550. Bursa AS semalam ditutup terjadi rebound ditopang oleh penguatan signifikan saham Facebook (+30%), media social paling terkenal setelah merelease pendapatan dan laba bersih di 2Q13 yang melebihi ekspektasi analyst. Investor juga tengah menanti laporan data makro ekonomi AS untuk indikasi kisi-kisi kapan The Fed memutuskan untuk mengurangi dana stimulusnya lewat QE. Indeks Dow Jones menguat tipis sebesar 0,1% untuk ditutup di level 15.555,6 sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat sebesar 0,3% dan 0,7% ditutup ke level 1.690,3 dan 3.605,2. Sementara itu, bursa Eropa ditutup terkoreksi terbatas akibat jeleknya laporan keuangan 2Q13 BASF. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing ditutup ke level 2.740,3 (-0,4%) dan ke level 6.588,0 (-0,5%). IHSG akhir pekan kami perkirakan masih bergerak fluktuatif dan bervariasi cenderung melanjutkan pelemahan yang terjadi. Saham pilihan kami antara lain: SMGR dan CTRP. sumber |
|
#244
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 29 Juli 2013
IHSG akhir pekan ditutup melemah terbatas 0,3% pada level 4.658,9 terkontribusi dari masih maraknya tekanan jual yang melanda saham-saham sektoral property, industry dasar dan aneka industry. Reboundnya saham-saham sektoral infrastruktur, consumer dan financial mampu menahan laju koreksi IHSG. Investor asing masih tercatat mencetak transaksi net sell senilai Rp 93 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya Inti Bangun (IBST) naik Rp 300 ke Rp 4.300, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 16.400, Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 250 ke Rp 7.600, dan Sarana Menara (TOWR) naik Rp 150 ke Rp 3.975; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 600 ke Rp 5.900, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 550 ke Rp 10.850, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 43.900, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 250 ke Rp 7.150. Bursa AS akhir pekan ditutup menguat tipis ditopang oleh aksi borong saham di jelang penutupan sejalan dengan release kinerja Starbuck di 2Q13 diatas ekspektasi analis serta indeks keyakinan consumer AS di bulan Juli yang secara tak terduga mengalami peningkatan hingga ke level tertingginya sepanjang 6 tahun terakhir. Indeks Dow Jones ditutup relative flat di level 15.558,8 sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat tipis ke level 1.691,7 (+0,1%) dan ke level 3.613,2 (+0,2%). Sementara itu, bursa Eropa ditutup cenderung bervariasi di akhir pekan sejalan dengan koreksi beberapa harga komoditas pasca dipangkasnya kapasitas produksi manufaktur China. Indeks DJ Euro Stoxx menguat sebesar 0,1% di level 2.742 sedangkan indeks FTSE 100 melemah 0,5% di level 6.554,8. IHSG awal pekan kami perkirakan bergerak dalam rentang terbatas potensi terjadi rebound. Saham pilihan kami antara lain: ANTM dan ADRO. sumber |
|
#245
|
||||
|
||||
|
BI Tahan Pertumbuhan Kredit Jadi 18-20%
Pekan lalu BI memutuskan untuk tidak mengubah BI Rate dilevel 6,5% atau sesuai dengan harapan pasar. Namun disisi lain, BI mengeluarkan kebijakan berbeda dengan menurunkan batas atas Loan to Deposit Ratio (LDR) dari 100% menjadi 92%. Berhubung beberapa bank besar memiliki LDR diatas 92%, mereka harus menempatkan dana lebih banyak di bank sentral atau rasio GWM yang lebih besar. Kebijakan penurunan batas atas rasio intermediasi giro wajib minimum atau GWM-LDR menjadi 78%--92% dinilai akan memperlambat pertumbuhan kredit di dalam negeri. Bank Indonesia pun menurunkan target pertumbuhan kredit perbankan nasional menjadi 18-20% dari sebelumnya 21,7-23,6%. Sektor perbankan tidak hanya terkena dampak negatif dari kebijakan ini. Tahun depan, pemerintah juga akan menggenjot pendapatan pajak dari sektor finansial dan juga properti seiring dengan naiknya target penerimaan pajak sebesar 14%. sumber |
|
#246
|
||||
|
||||
|
Widhi I Nugroho - Lautandhana Online Trading System (LOTS 20 Agustus 2013)
Terkoreksinya kembali indeks di perdagangan kemarin dimotori oleh saham2 blue chips yg melemah dalam. Di perdagangan kemarin indeks berhasil menembus kisaran 4320 yg merupakan target koreksi pertama base on fibonacci. Walaupun masih tdp peluang utk menguji level 4103.68, namun dgn terbentuknya kondisi oversold pd indeks seiring dgn sebagian besar saham2 blue chips yg telah menunjukkan oversold jg membuat potensi terbentuknya pola reversal jangka pendek. Tetap waspada akan masih adanya potensi koreksi lebih dalam pd beberapa saham blue chips seperti BBRI, BMRI, ASII, TLKM, SMGR, BBNI, INDF, ICBP utk menguji target koreksi sementara walaupun saham2 tersebut saat ini telah oversold. CS LOTS: Sehingga dapat membuat indeks melemah lebih dalam menuju kisaran 3900 - 4103.68. Dan pergerakan di hari ini diperkirakan akan berfluktuatif dikisaran 4139.46 - 4550.84 sbg support & resistance. Oversold + berada di bawah bollinger band, sehingga berpeluang menguat sesaat (walaupun msh peluang uji target koreksi tertentu): -BBRI: S1:7150 S2:7100 R1:7700 R2:7750. -BMRI: S1:7550 S2:7450 R1:8150 R2:8300. -ASII: S1:5900 S2:5700 R1:6250 R2:6450 -TLKM: S1:10500 S2:10400 R1:11000 R2:11350. -BBNI: S1:3800 S2:3775 R1:4000 R2:4075. -SMGR: S1:13000 S2:12900 R1:14700 R2:14800. -PGAS: Masih bergerak dalam trading range 5300 - 5950. S1:5450 S2:5350 R1:5700 R2:5800. -INTP: Target koreksi di 19050 telah dekat. S1:19200 S2:19100 R1:20750 R2:21350. |
|
#248
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 29 Agustus 2013
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG berhasil rebound 58 poin setelah investor domestik lakukan aksi borong saham-saham murah. Penguatan IHSG dipengaruhi oleh sektor misc-industries (+4,4%), construction and property (+2,74%), finance( +1,53%) dan basic industrie (+1,52%), sedangkan yang menunjukkan pelemahan hanyalah sektor agrikultural (-0,75%). Meski demikian, aksi jual investor masih marak terkait situasi ekonomi yang belum kondusif dan sentimen negatif dari pasar global dan regional, bahkan indeks termasuk yang menukik paling parah di regional. Saham-saham top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 35.500, Mayora (MYOR) naik Rp 1.400 ke Rp 29.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 62.000, dan Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 500 ke Rp 6.600. Sementara saham-saham kategori top losers antara lain Taisho (SQBI) turun Rp 63.600 ke Rp 254.400, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 20.000 ke Rp 1,15 juta, Goodyear (GDYR) turun Rp 750 ke Rp 22.000, dan Tigaraksa (TGKA) turun Rp 600 ke Rp 2.800. Bursa AS kembali menguat disokong oleh pulihnya saham-saham industri energy karena naiknya harga minyak dunia yang dipicu oleh ketegangan yang terjadi di Suriah. Pasar ditutup dengan penguatan Indeks Dow Jones 14.824,51 (+0,3%). S&P 500 ke level 1.634,96 (+0,27%) dan Nasdaq level 3.593,35 (+0,4%). Di lain pihak, bursa Eropa ditutup melemah menyusul kekhawatiran investor terhadap kemungkinan serangan militer AS terhadap Suriah. Indeks FTSE turun 0,17% ke level 6.430,1, begitu juga dengan DJ Stoxx yang turun 0,2% ke level 2.742,6. Hari ini kami perkirakan IHSG bergerak mixed cenderung menguat mengingat minat beli investor mulai meningkat pada perdagangan kemarin serta adanya kebijakan suku bunga BI yang akan diputuskan pada RDG BI hari ini yang diharapkan akan memicu sentimen positif terhadap bursa. Saham pilihan kami antara lain: ANTM dan SMGR. sumber |
|
#250
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 02 September 2013
Menutup perdagangan akhir pekan, IHSG menguat 91 poin atau 2,2% seiring dengan aksi beli investor asing dan domestik. Semua indeks sektoral kompak menguat dengan sektor basic-industries memimpin dengan kenaikan lebih dari 5%, diikuti sektor consumer goods (+4,95%) dan agricultural (+3,34%). Penguatan indeks ini merupakan dampak dari respon positif pasar terhadap kenaikan BI rate serta imbas dari positifnya laju bursa saham Asia. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 2.850 ke Rp 31.200, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 2.000 ke Rp 65.500, Indocement (INTP) naik Rp 1.600 ke Rp 19.700, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 1.550 ke Rp 19.750. Sementara saham-saham kategori top losers antara lain Tower Bersama (TBIG) turun Rp 500 ke Rp 5.200, Bank Mega (MEGA) turun Rp 250 ke Rp 1.700, Adira Finance (ADMF) turun Rp 250 ke Rp 7.600, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 15.800 Menlu AS, John Kerry mengumumkan pemerintah Suriah sudah melancarkan serangan gas beracun kepada warga sipil, namun Presiden Barack Obama belum mengambil keputusan final apakah militer AS akan masuk ke Suriah atau tidak. Selain ketegangan Suriah ini, data consumer spending AS yang mengecewakan juga turut membuat para investor cenderung menahan diri untuk tidak bertransaksi, sehingga bursa saham AS di akhir pekan ditutup negatif di tengah perdagangan yang sepi . Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq kompak melemah masing-masing pada level 13.810,3 (-0,2%), 1.633 (-0,3%), dan 3.589,9 (-0,8%). Bursa Eropa masih terus melemah menyusul jatuhnya saham-saham migas serta sentimen pasar yang masih negatif terhadap ketegangan di Suriah. Indeks FTSE dan Euro Stoxx anjlok masing-masing pada level 6.412,9 (-1,1%) dan 2.721,4 (-1,3%). IHSG hari ini masih diperkirakan menguat dalam level terbatas mengingat minat asing yang mulai melaksanakan aksi nett buy pada akhir pekan lalu. Saham pilihan kami antara lain: SMGR. sumber |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| JUAL Lautandhana Online Trading Saham LOTS | Software Original & Open Source | |||
| FXSBO - Spread Trading Online Broker | Forex | |||