| FAQ |
| Calendar |
|
#241
|
||||
|
||||
|
Pasar Bernuansa Risk-Off, Emas Menguat Tajam Menyusul komentar Departemen Keuangan AS yang menjuluki China sebagai "tukang manipulasi mata uang", safe haven Yen dan Gold semakin terangkat naik dalam sesi perdagangan overnight. Logam mulia mencapai level tinggi di kisaran $1.470, tertunjang kekhawatiran pasar yang kian meningkat terhadap risiko perdagangan global. Reli Yen Dan Emas Semakin Kuat Para trader belum melihat akhir dari nuansa risk-off yang mendominasi pasar saat ini. Perang dagang lagi-lagi menghebohkan kedua belah pihak, dengan AS yang baru-baru ini menilai China sengaja mendevaluasi Yuan sebagai senjata perang dagang. USD/JPY konsisten tertekan setelah menyentuh Low di area 105.45 pada Senin lalu (05/Agustus). Di saat yang sama, Yen reli versus semua mata uang mayor lain. Jadi, seperti apa proyeksi USD/JPY dan Emas selanjutnya? Menurut ACY, USD/JPY berpeluang menyundul level 105.00 tak lama lagi. Peluang penurunan lebih lanjut ke 102/103 bahkan bisa terbuka, terutama jika eskalasi tensi AS-China terus meninggi di luar kendali. Untuk emas, target $1,500 menjadi level terdekat yang mungkin dicapai harga. Berikutnya, $1,560 akan menjadi target lanjutan setelah level 1500 terkonfirmasi ditembus. Aksi Bank Sentral Pekan Ini: RBA & RBNZ Data ketenagakerjaan New Zealand secara di luar dugaan rebound ke area positif, dengan Unemployment Rate yang turun ke 3.9%, lebih rendah dari proyeksi di 4.3%. Meski demikian, RBNZ masih diyakini bakal memotong suku bunga acuan dalam pengumuman kebijakannya besok. Di sisi lain, RBA yang menyatakan kebijakan suku bunganya lebih dulu hari ini (06/Agustus) diekspektasikan menahan rate, meski Yield Obligasi 10-tahunannya sudah jatuh di bawah 1%. AUD/USD sendiri sudah kembali ke level kunci yang dipandang ACY berada di sekitar 0.6750. Aliran risk-off di pasar forex bisa dikatakan telah membantu RBA untuk melemahkan nilai Dolar Australia. Saham-Saham AS Terjepit; Volatilitas Pair Forex Melonjak Pasar ekuitas global merasakan dampak terburuk dari mode risk-off saat ini, dengan harga-harga di pasar saham Asia dan AS yang paling terimbas. Untuk meredam reaksi ekstrim pasar, peg rate USD/CHY sudah dinormalisasi oleh PBoC pada hari ini ke level 6.94%. Namun demikian, akankah level itu dipertahankan? Peningkatan volatilitas di berbagai mata uang mayor kemungkinan akan berlanjut di sepanjang pekan ini. ACY menilai jika peluang terbaik akan muncul di pasangan mata uang berikut: AUD/JPY NZD/JPY GBP/JPY Tak lupa, EUR/USD juga diuntungkan oleh statusnya sebagai funding-currency ketika investor mencari aset aman untuk berlindung. Maka dari itu, tak heran jika EUR/USD rebound tajam dari level pekan lalu di 1.1100 ke 1.1235. Russell Sandiford Chief Market Analyst ACY Securities (Sydney) Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#242
|
||||
|
||||
|
Tensi Dagang Terbaru Menunjang Emas Dan Yen Harga emas terus terdukung seiring dengan berlanjutnya perkembangan dagang baru yang membuat trader was-was akan dampak buruknya. Kemarin (08/Agustus), AS menunda perizinan Huawei sebagai balasan atas tindakan China yang menghentikan pembelian produk pertanian AS. Aksi saling serang dengan demikian masih berlanjut. Disamping perkara perang dagang, "adu cepat" berbagai bank sentral menuju suku bunga nol saat ini semakin nyata, dengan pemotongan suku bunga RBNZ pekan ini dan arahan kebijakan RBA yang mensinyalkan hal serupa. Eskalasi Konflik Dagang Masih Meresahkan Trader Penyesuaian midpoint USD/CNY yang lumayan negatif hari ini semakin menambah kekhawatiran pasar terkait perseteruan dagang AS-China. Outlook risiko ketidakpastian masih tak stabil antara Risk-On dan Risk-Off di setiap harinya, karena semua itu sangat bergantung pada headline terbaru dari ketegangan AS-China. Untuk saat ini, berita terbaru mengenai penangguhan perizinan Huawei oleh AS telah menambah prospek negatif terhadap masalah perang dagang. Apalagi, manuver ini diluncurkan untuk membalas aksi China yang menghentikan pembelian-pembelian produk pertanian AS di masa depan. Menurut ACY, tetap Long pada Yen merupakan cara paling simpel untuk mengambil keuntungan dari nuansa risiko saat ini. Secara khusus, Short AUD/JPY, NZD/JPY, dan EUR/JPY jelang Statement ECB pada 12 September mendatang menjadi langkah yang disarankan oleh ACY. Apa Yang Bisa Dicerna Dari Testimoni RBA Hari Ini? Pernyataan RBA pagi ini menyorot kesediaan bank sentral tersebut untuk menggunakan langkah-langkah non-konvensional jika diperlukan, guna menjaga ekonomi Australia tetap kompetitif di tengah kondisi perdagangan seperti sekarang. Gubernur RBA Philip Lowe juga menekankan tentang risiko bagi perekonomian Australia di kuartal selanjutnya. Meski demikian, ia juga menyebutkan bahwa kebijakan moneter konvensional tetap menjadi tindakan paling tepat untuk dilakukan. Dengan kata lain, pemotongan suku bunga adalah aksi paling ideal menurut RBA. Dengan AUD/USD yang berhasil melintasi 0.6800, ACY memperhitungkan bahwa saat ini adalah waktu paling tepat untuk Sell AUD/USD, sebelum pair tersebut turun lagi ke kisaran 0.6750. Setelah Capai $1,505, Kemana Arah Emas Berikutnya? Gold baru saja terangkat naik di atas $1,500 kemarin, dengan harga Emas Spot yang menyentuh $1,509, dan Emas Futures di $1,522. Pertanyaannya sekarang adalah, kemana emas bergerak setelah mencapai $1,505? Analis ACY memilih untuk mempertahankan outlook bullish seperti pekan lalu; menggunakan alasan fundamental sebagai landasan solid untuk entry, dan memanfaatkan level-level Fibonacci untuk mencari Exit secara teknikal di $1,560. Mengingat angka inflasi AS akan segera dirilis dalam 3 hari trading mendatang, level $1,500 bisa menjadi support yang meyakinkan untuk menyambut publikasi data tersebut. Sebagai pertimbangan lebih lanjut, cuitan-cuitan Presiden Trump di Twitter yang semakin agresif mengenai kecakapan dan tindakan Fed serta mensinyalkan intervensi, akan semakin mendukung penguatan harga emas. Russell Sandiford Chief Market Analyst ACY Securities (Sydney) Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#243
|
|||
|
|||
|
|
|
#244
|
||||
|
||||
|
Analisa Menyambut Serangkaian Data High Impact Pekan Ini Pekan trading ini diawali dengan lanjutan optimisme negosiasi dagang yang muncul di akhir minggu sebelumnya, dimana AS dan China sama-sama sepakat bertemu di bulan September mendatang. Meski demikian, rangkaian Tweet dan pernyataan resmi terbaru dari kedua belak pihak masih memberikan bias negatif terhadap sentimen risiko pasar. Sementara itu, harga komoditas dan pair forex kemungkinan bakal mulai tersentak pada hari Selasa (13/Agustus), dengan data penting dari China dan inflasi AS yang menjadi berita utama di kalender ekonomi. Fokus pasar akan senantiasa tertuju pada peg level USD/CNY yang disesuaikan PBoC setiap harinya, sejalan dengan tarik ulur perang dagang yang masih mendominasi sentimen pasar saat ini. Mata Uang Risiko Tinggi Masih Tertekan Satu chart harga yang menarik perhatian analis ACY pada akhir sesi trading pekan lalu adalah NZD/USD. Pemotongan suku bunga 0.5% dari RBNZ merupakan katalis yang bisa menentukan arah NZD dan AUD ke depan dalam kacamata ACY. NZD/USD dipilih menjadi sorotan utama, karena level harganya saat ini tampak sangat menjanjikan untuk entry ulang dalam posisi Short, utamanya setelah pair ini gagal mengisi gap pada pekan lalu. Pasangan mata uang dengan risiko tinggi seperti AUD/USD dan NZD/USD diproyeksi kuat akan kembali melanjutkan penurunan, mengingat nuansa risiko belum juga membaik. Hal ini semakin diperparah dengan outlook kebijakan RBA an RBNZ yang cenderung dovish. Peluang Trading Apa Saja Yang Bisa Diambil? Ada beberapa katalis besar yang menurut ACY bisa menyediakan peluang trading hari ini (12/Agustus). Sebagaimana yang telah disiratkan pada analisa sebelumnya, EUR/GBP masih menanjak dan menembus level 93, seiring dengan semakin melunaknya keyakinan pasar terhadap Sterling. Sementara itu, emas masih menjadi komoditas nomor satu untuk diperdagangkan, dengan level $1,500 yang terlihat sebagai batas atas terdekat. Perkiraannya, emas masih mungkin mencapai $1,560 jelang rilis data inflasi AS besok. Secara keseluruhan, ide sell AUD/USD dan NZD/USD bisa menjadi prioritas tertinggi hari ini, begitu pula dengan mengikuti trend GBP/JPY yang masih mendukung aksi short-selling. Sebagai informasi, GBP/USD merosot tajam pada akhir pekan lalu, kemungkinan karena kekacauan Brexit masih terus membebani Pound. Menurut perhitungan ACY, isu tersebut juga akan konsisten membayangi pergerakan GBP versus mata uang mayor lainnya. USD/JPY masih menjadi aset pengukur risiko di pasar forex, dan saat ini diketahui bergerak di bawah level 105.50. Jika inflasi AS meleset dari ekspektasi, maka pair-pair mayor akan bergejolak, dengan USD yang cenderung di-Short terutama versus GBP dan Euro yang saat ini sudah oversold. Khusus untuk Euro, kemana kira-kira harganya akan bergerak? Level 1.1205 menjadi target pilihan ACY, dengan peluang retest 1.1260 jika faktor risiko melemah atau penurunan USD berlanjut pekan ini. Di lain pihak, USD/CAD menjadi sangat volatile pada sesi perdagangan akhir pekan lalu, setelah data ketenagakerjaan Kanada dirilis jauh lebih mengecewakan dari estimasi analis. ACY memperkirakan jika peluang buy USD/CAD hari ini bisa diambil dengan skenario sebagai berikut: Entry: 1.3225 Target: 1.3300 (+75 pips) Stop: 1.3175 (-50 pips) Russell Sandiford Chief Market Analyst ACY Securities (Sydney) Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#245
|
||||
|
||||
|
Radar Trading Hari Ini: Euro, Dolar, Dan Emas Data inflasi AS yang rilis malam nanti akan memiliki bobot pengaruh lebih besar dari biasanya, karena sentimen pasar kini tengah fokus pada siklus pelonggaran The Fed pasca Rate Cut bulan lalu. Mengingat ECB sudah santer dikabarkan bakal menjadi bank sentral berikutnya yang mengumumkan kebijakan longgar (pada 12 September), maka data ekonomi dari Jerman hari ini juga penting diperhatikan. Outlook Pair Forex Mayor Untuk Outlook pergerakan Euro, sebaiknya awasi rilis laporan ekonomi Jerman. Sementara itu, data inflasi AS bisa menjadi patokan untuk mengukur kekuatan laju harga emas, yang pada gilirannya dapat menjadi tolok ukur juga bagi pergerakan harga beberapa mata uang di pasar forex. Selain itu, ACY juga mencermati adanya peluang dari pair USD/CAD, khususnya pada level 1.3260 (di sisi upside) yang bisa membuka prospek kenaikan lebih lanjut ke target 1.33. USD/JPY masih menjadi pair penting untuk disorot sebagai pengukur risiko pasar. Saat ini, pergerakan di atas 105.60 atau di bawah 105.10 bisa menjadi indikasi yang patut diperhatikan sebagai parameter risiko. Di lain pihak, penguatan Aussie semestinya melambat setelah kembali diperdagangkan di level kunci 0.6750. Untuk Dolar Kiwi, proyeksi pelemahan lebih lanjut masih mendominasi. Level-Level Kunci Yang Penting Diperhatikan Ada begitu banyak risiko ketidakpastian di pasar saat ini, sehingga sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjadi trader aktif. ACY menyarankan trader Gold untuk mewaspadai break di level $1,525, jika ingin memanfaatkan momentum bullish logam mulia. Apabila inflasi AS dirilis mengecewakan (yang menurut ACY kemungkinannya kecil), maka awasi break down USD/JPY dari level 105. Peluang lebih besar tercipta di EUR/USD, yang bisa menembus 1.1130 bila data inflasi AS bernada positif. Skenario ini bisa berdampak penurunan bagi EUR/JPY juga. Untuk saat ini, pergerakan EUR/USD masih bertahan di 1.1190, setelah gagal membangun support solid di atas 1.12. Satu lagi kunci penting yang bisa berimbas besar bagi sentimen pasar forex adalah proyeksi kejatuhan GBP/USD di bawah 1.2000. Data upah Inggris akan dirilis sesaat setelah pembukaan pasar London dan sebelum inflasi AS, sehingga dalam 24 jam ke depan, gejolak harga pair ini akan menarik untuk diamati. Saran Trading Hari Ini Pasar forex sekarang bersiap untuk menyambut serangkaian data penting dari AS (inflasi), Jerman (sentimen ekonomi ZEW), dan Inggris (tingkat upah). GBP kemungkinan besar masih akan terus tertekan, karena faktor data yang dikombinasikan dengan risiko Brexit akan membuat investor tak tertarik membeli mata uang tersebut. Karena laporan inflasi AS merupakan salah satu komponen penting bagi The Fed dalam mempertimbangkan kebijakannya, angka inflasi headline malam ini bisa menjadi katalis penting bagi trader yang ingin kembali buy USD/JPY. ACY merekomendasikan Long pair tersebut di atas 105.50, dengan target kenaikan ke 106 (+50 pips). Di sisi lain, EUR/USD diyakini kuat akan kembali ke pertengahan area 1.11 hari ini, jika data ZEW Jerman dirilis negatif. Volatilitas harga telah kembali, jadi manfaatkanlah sebaik mungkin. Russell Sandiford Chief Market Analyst ACY Securities (Sydney) Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#246
|
||||
|
||||
|
Pasar Saham Rontok Setelah Kemunculan Sinyal Resesi Bukanlah suatu hal mengejutkan jika perlambatan global memukul mundur reli saham "tak masuk akal" yang berlangsung di periode 2018/19. Tema pasar masih bernuansa risk-off karena sinyal perlambatan yang meluas, salah satunya ditandai dengan pelemahan data Jerman dan China kemarin (14/Agustus).Indeks saham Dow pun jatuh hingga 3% (800 points) secara overnight, seiring dengan pergerakan aset-aset lainnya yang merespon kondisi terbaru di pasar obligasi. Sekilas Tentang Perkembangan Di Pasar Obligasi Hari ini, newsfeed dari dunia trading dipenuhi oleh inversi Kurva Yield Obligasi AS. Penjelasan mudahnya, Yield Obligasi AS tenor 2-tahun dan 10-tahun "membunyikan" alarm peringatan yang diyakini para pelaku pasar sebagai pertanda resesi ekonomi AS. Inilah mengapa saham-saham AS dilanda gelombang jual, yang kemudian diikuti oleh lebih banyak aksi jual. Pada akhirnya, ini akan semakin menekan dan mendorong The Fed untuk memotong suku bunga AS; senada dengan arah kebijakan berbagai bank sentral saat ini. Aussie Menyambut Data Ketenagakerjaan Kondisi pasar tenaga kerja Australia cukup menarik diperhatikan, terutama karena perekonomian global saat ini tengah diliputi oleh risiko perlambatan. Dengan tingkat pengangguran yang tetap di 5.2%, ACY memilih AUD/JPY sebagai pair ideal. Hari sebelumnya, pair ini telah memenuhi proyeksi ACY yang memperkirakan jika penguatan harganya akan berbalik di pertengahan minggu ini. Pelemahan data ekonomi China-lah yang menjadi pemicu bearish Dolar Australia versus Yen Jepang kemarin. Peluang Trading USD/JPY Di titik ini, para trader forex seharusnya sudah paham jika Yen adalah mata uang safe-haven yang memanen keuntungan ketika pasar global dihadang risiko. Tekanan jual di seantero pasar saham kemarin akan menambah beban bagi USD/JPY, dan ACY mencermati level 105.10 sebagai area jual karena relatif dekat dengan Low pada hari Selasa lalu (13/Agustus). Terdapat dua faktor yang akan semakin mendorong turun Dolar/Yen: pelemahan USD dan karakteristik Yen sebagai safe-haven. Namun apakah ini terus bertahan? Dan sampai kapan? Kita tunggu saja bagaimana perkembangan selanjutnya di pasar forex. Russell Sandiford Chief Market Analyst ACY Securities (Sydney) Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#247
|
||||
|
||||
|
Sell Euro Mendominasi Peluang Pasar Saat Ini Kondisi pasar sekarang menawarkan peluang trading yang mudah dicerna di semua instrumen, baik pair forex mayor, indeks saham, maupun komoditas. Dari headline berita di sepanjang minggu ini, dapat disimpulkan bahwa fundamental Inggris dalam kondisi baik, tapi risiko Brexit masih meresahkan. Sementara itu, fluktuasi di pasar saham begitu rentan terhadap ayunan-ayunan risiko. Pasar forex yang bergejolak tetap menarik diperhatikan, utamanya setelah China bersumpah untuk membalas skenario tarif impor AS terbaru. Meski belum terlaksana, rencana ini bisa memicu pergerakan market yang super negatif tak lama lagi. Risk Appetite Pasar Terkini Pasar ekuitas saham AS gagal menunjukkan pemulihan signifikan di sesi perdagangan kemarin (15/Agustus), menyusul kemerosotan 800 poin yang terjadi pada hari sebelumnya. Ini merupakan pertanda buruk. Oleh karena itu, ACY memutuskan untuk tetap bearish pada outlook global dan memperhatikan sentimen risiko. Secara garis besar, aksi paling aman untuk diambil saat ini adalah: Sell saham Buy emas Buy JPY Menurut pandangan ACY, komentar pejabat China mengenai pembalasan terhadap AS telah membuat risiko ketidakpastian kembali naik. Fundamental Inggris Dan GBP Arus data fundamental Inggris mendapat secercah harapan di minggu ini, dengan rilis data inflasi dan penjualan ritel yang sama-sama solid. Meski demikian, gain Poundsterling masih terbatasi oleh risiko Brexit yang ketat membayangi sentimen pasar. Posisi sell EUR/GBP yang dipasang analis ACY kemarin berhasil mencapai target; cukup wajar mengingat arah kebijakan ECB cenderung melemahkan Euro, sementara data fundamental Inggris positif. Pergerakan EUR/GBP bisa melemah lebih lanjut, dengan prospek No-Deal Brexit sebagai satu-satunya penahan yang sebaiknya diwaspadai karena bisa berdampak sangat negatif bagi GBP. Jadi, ACY meyakini jika skenario Buy GBP akan berjalan mulus jika opsi No-Deal tak lagi perlu dikhawatirkan. Amati Baik-Baik Dua Pair Ini Secara keseluruhan, terdapat dua pasangan mata uang yang sebaiknya menjadi fokus perhatian: EUR/JPY EUR/GBP Kebijakan ECB kemungkinan besar akan terus menggerus EUR, karena data-data ekonomi Zona Euro yang memburuk secara berkelanjutan semakin memperkuat peluang pengumuman paket stimulus baru ECB pada September mendatang. Selain itu, outlook bearish pada EUR/JPY juga masuk akal jika kita mempertimbangkan posisi Yen sebagai safe haven. ACY menyarankan untuk menunggu break di bawah 117.60 jika ingin sell EUR/JPY, dengan target di 116.00. Sementara itu, EUR/GBP akan terus terpuruk dengan proyeksi penurunan terbaru menuju 0.918, khususnya setelah harga turun dari level High 0.93. Tak menutup kemungkinan jika Euro masih akan terus melemah versus Poundsterling, sekalipun telah mencapai target 0.918. Russell Sandiford Chief Market Analyst ACY Securities (Sydney) Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#248
|
||||
|
||||
|
Setelah Turun Tajam, Euro Masih Berpotensi Melemah Lagi Melanjutkan pergerakan harga dari sesi trading akhir pekan lalu (16/Agustus), minggu ini tampaknya akan menjadi periode yang menarik bagi para trader forex. EUR/GBP sudah breakdown dan terus mendesak turun untuk menembus level rendah 0.91. Menurut ACY, area tersebut adalah titik kunci yang perlu diawasi pekan ini. Sementara itu, EUR/USD juga melemah tajam dan menyeberangi batas 1.1100, hingga menyentuh Low 1.070 pada sesi perdagangan akhir pekan lalu. Minggu ini, akan ada serangkaian event berdampak tinggi seperti rilis notulen FOMC, data-data Zona Euro, CPI Kanada, juga simposium Jackson Hole. Semua itu bisa menjadi penggerak pasar yang perlu diperhatikan. EUR/USD Berpeluang Break Lagi Merujuk pada pergerakan Euro akhir-akhir ini, ACY sangat yakin bila Euro akan kembali merosot tajam versus mata uang mayor lainnya. Price Action EUR/USD dan EUR/GBP di hari Jumat kemarin memberikan bukti yang cukup nyata. Chart EUR/USD di bawah ini merefleksikan pelemahan harga yang terus berlanjut setelah menembus batas 1.11. Mengapa penurunan signifikan Euro terjadi pada hari Jumat lalu? Data-data fundamental AS terpantau solid di sepanjang pekan, sementara indikator kunci Zona Euro seperti data ekonomi Jerman justru dirilis negatif. Outlook Dolar Dan Ekonomi AS Selama akhir pekan, terdapat beberapa headline yang cukup menarik untuk disimak. Salah satunya adalah mengenai perwakilan AS yang mengisyaratkan bahwa saat ini "tidak ada tanda-tanda resesi dalam perekonomian". Menurut ACY, komentar itu tidak terlalu meyakinkan, karena sangat terlihat hanya diungkapkan sebagai pernyataan yang menenangkan pasar. Apalagi, pasar obligasi global sudah menyuarakan sinyal yang sangat jelas mengenai tanda resesi. Meski demikian, penting juga untuk menyimak rilis positif dari data-data ekonomi AS minggu lalu, karena hal ini bisa memungkinkan The Fed untuk memotong suku bunga lagi tanpa perlu mengindikasikan "serangkaian Rate Cut lanjutan" di masa depan. ACY menilai bahwa realitanya, ekonomi AS saat ini cenderung mixed, karena menunjukkan tanda-tanda perlambatan di satu sisi, sementara di sisi lainnya menampilkan sinyal optimisme. Peluang Trading Pekan ini Pair-pair EUR/GBP, EUR/USD, USD/CAD, XAU/USD, dan NZD/USD akan menawarkan peluang terbaik. Notulen FOMC dari meeting terakhir akan dirilis pada hari Kamis (22/Agustus) dini hari. Tampaknya, tidak akan ada hal baru dari rilis laporan tersebut, karena konferensi pers The Fed sebelumnya yang digelar pasca pengumuman Rate Cut dinilai cukup membingungkan, dan menginformasikan pandangan yang campur aduk dari Jerome Powell. ACY memprediksikan jika USD akan reli minor minggu ini. Sementara itu, data CPI Kanada bisa jadi akan menunjukkan jika perekonomian Kanada sedang bergerak menuju kondisi yang memerlukan pemotongan suku bunga. Jadi sebaiknya, bersiaplah pada hari Rabu (21/Agustus) untuk beraksi di pair USD/CAD, atau bahkan CAD/JPY. Yang paling utama untuk diperhatikan, rilis data Zona Euro minggu ini berpeluang menunjukkan penurunan lagi, segingga membuka potensi sell baru bagi Euro, terutama di EUR/USD dan pair cross Euro lainnya. Data Retail Sales New Zealand akan meluncur minggu ini. Namun, data tersebut tidak akan terlalu berdampak tinggi pada sentimen pasar saat ini. Sekalipun begitu, ACY masih memantau NZD/USD dan NZD/JPY dalam radar tradingnya, karena outlook RBNZ yang masih dovish dan masih tingginya risiko dari tensi dagang AS-China. Russell Sandiford Chief Market Analyst ACY Securities (Sydney) Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#249
|
||||
|
||||
|
Waspadai Kembalinya Minat Risiko Pasar Arus perdagangan baru dalam aset-aset risiko tinggi telah membantu mengungkit pasar saham di sesi perdagangan Senin (19/Agustus) kemarin. Hang Seng akhirnya pulih 2.5% dan Dow Jones menguat 1% atau sebanyak 247 poin. Sementara itu, pasar forex sangat reaktif atau bahkan terlampau reaktif; EUR/USD masih melemah dan menjadi target sell pilihan, sementara USD/JPY naik seiring dengan menguatnya Dolar AS versus mata uang lainnya. Notulen FOMC Diragukan, Perlukah Bersiap Menghadapi Penurunan USD? Notulen rapat Fed menjadi sorotan dalam kalendar event minggu ini. Namun sebelumnya, kita juga sebaiknya mempertimbangkan konferensi pers The Fed terakhir. Arahan kebijakan yang diungkapkan cenderung tak jelas, sehingga memicu kenaikan Dolar AS pasca pemotongan suku bunga waktu itu. The Fed sendiri mengungkapkan bahwa kebijakan Rate Cut yang dilakukan adalah "penyesuaian di pertengahan siklus", alih-alih sebagai awal dari serangkaian Rate Cut seperti yang sebelumnya ramai diekspektasikan. Apabila notulen pekan ini tak menggarisbawahi outlook positif di atas, maka USD berpeluang melemah lagi, dengan USDX yang kemungkinan turun di 98.15. Dalam perspektif teknikal ACY, chart di bawah ini menunjukkan jika Indeks Dolar memang bersiap melemah lagi. Dolar Australia Memantul Dalam Range Secara teknikal, AUD hanya bergerak bolak-balik versus USD di antara 0.6800 dan level kunci 0.6750. Kondisi ini sudah terjadi berminggu-minggu lamanya. Menurut ACY, AUD/USD berpotensi naik tipis dari 0.6750, dengan pergerakan yang terbatas sampai di 0.6785 saja. Sebaliknya, AUD/JPY justru menyediakan peluang yang lebih baik bagi trader. Selain itu, EUR/AUD juga bisa menyajikan ruang yang lebih leluasa. Euro Masih Layak Diperhatikan Pair-pair forex mayor tampaknya akan bergejolak di sisa trading minggu ini, terutama dengan data Zona Euro yang dirilis sebelum notulen FOMC pada hari Rabu dan Kamis besok. Kemarin, para trader dan investor Euro disibukkan oleh reaksi atas pengumuman Jerman mengenai kemungkinan stimulus fiskal sebesar 50 miliar Euro, yang dipersiapkan jika Zona Euro terjebak di jurang resesi. ACY memperkirakan bila EUR/USD akan mengarah turun ke batas 1.11 lagi. Ini merupakan pertanda buruk bagi outlook Euro, yang telah diperingatkan oleh ACY sejak pekan lalu. Dengan demikian, sell EUR/USD dan EUR/GBP masih menjadi pilihan terbaik yang bisa dilakukan saat ini. Kebijakan ECB baru akan diumumkan pada 12 September mendatang, dan kemungkinan besar bernada dovish. Dalam pandangan ACY, Euro dapat merosot lebih lanjut sebelum event berdampak tinggi itu berlangsung. Russell Sandiford Chief Market Analyst ACY Securities (Sydney) Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#250
|
||||
|
||||
|
Lagi-lagi, Euro Sinyalkan Pelemahan Lebih Lanjut Beberapa perkembangan menarik kemarin (20/Agustus) datang dari komentar-komentar mengenai Brexit, yang berefek pada penguatan GBP. Sementara itu, outlook ekonomi Zona Euro terus melemah, dengan PM Itallia yang mengundurkan diri, dan pasar saham global merosot sekitar 1%.Minggu ini masih menyisakan beberapa risiko berdampak tinggi, diantaranya datang dari rilis data CPI Kanada, laporan ekonomi Zona Euro, notulen FOMC, serta Simposium Jackson Hole yang berlangsung di penghujung pekan. Patut dicermati pula, harga minyak reli secara perlahan, sementara Emas bergerak solid seiring dengan antisipasi pasar menyambut notulen FOMC. Pasar Tunjukkan Konsolidasi Beragam pair forex mayor berkonsolidasi jelang rilis notulen FOMC. ACY berpandangan jika hal ini akan semakin meningkatkan risiko volatilitas setelah laporan tersebut dipublikasikan besok. Harga minyak stabil di atas $56, dengan data persediaan AS yang mendukung sedikit kenaikan WTI dalam sesi overnight. Sementara itu, Euro bergerak di bawah 1.1070 sebelum rebound versus Dolar AS. Pemulihan tersebut kemungkinan akan terbatas karena risiko rilis data Zona Euro pada pembukaan sesi London besok. Outlook Pair Forex Mayor ACY memperkirakan bahwa pair-pair mayor sekarang tengah bersiap untuk membuat gerakan besar, karena faktor fundamental penggerak pasar akan muncul tak lama setelah ini. EUR/USD masih bertahan di peringkat pertama dalam watchlist ACY, diikuti dengan USD/CAD, USD/JPY, dan GBP/USD. Dalam menavigasikan perkiraan trading di pair-pair tersebut, penting untuk selalu memperhatikan arahan kebijakan Fed terbaru. Notulen FOMC berpeluang besar menyokong pergerakan USD, khususnya jika data tersebut mengungkap nada pernyataan yang sama dengan konferensi pers Jerome Powell pasca pertemuan Fed terakhir. Kala itu, ia menyampaikan bahwa Rate Cut yang dilakukan bukanlah bagian dari serangkaian kebijakan pemotongan, tapi hanya sekedar penyesuaian. Dalam hal ini, ACY lebih memilih untuk mempertahankan Short EUR/USD dengan target entry di area 1.0970/1.1000. Bagaimana Dengan Proyeksi Emas? Ketika pair forex sedang berada dalam konsolidasi untuk menunggu sinyal Fed, emas justru terpantau solid di atas batas 1,500. Price Action emas futures juga menguat, diikuti dengan harga emas spot yang kini mencapai 1,506. Ini merupakan pertanda bahwa investor-investor besar sedang diselimuti ketidakpastian menjelang rilis notulen FOMC dan pernyataan Fed di Simposium Jackson Hole. Gold kemungkinan akan melemah ke 1,480 sebelum buyer masuk kembali untuk membuka posisi baru. Pullback ini perlu diwaspadai, karena sentimen pernyataan dari Fed biasanya mengangkat USD dan menekan emas (paling tidak) dalam jangka pendek. Meski demikian, perspektif ACY untuk emas secara umum masih cenderung bullish dengan target kenaikan ke 1,560. Russell Sandiford Chief Market Analyst ACY Securities (Sydney) Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Analisa Harian Market Forex oleh Tim FBS | Forex | |||
| Analisa Market Teknikal dan Fundamental | Forex | |||
| cara analisa pergerakan market ala silumankupukupu | Forex | |||
| Analisa Market by reyvalentino19 | Forex | |||
| Free Signal dan Analisa - for Derivative Market | Forex | |||