| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Forex Diskusi apapun tentang Forex disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#231
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 17 Juni 2013
IHSG kemarin ditutup rebound signifikan pada level 4.760,7 (+3,3%) didorong oleh reboundnya saham-saham unggulan yang sudah terkoreksi cukup dalam terutama sektoral keuangan, property dan industry dasar. Investor asing masih membukukan transaksi net sell senilai Rp 366 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.900 ke Rp 49.400, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 1.300 ke Rp 10.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.100 ke Rp 26.400, dan Unilever (UNVR) naik Rp 1.050 ke Rp 28.850; sedangkan saham-saham top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 20.000, Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 400 ke Rp 1.300, Tempo Scan (TSPC) turun Rp 225 ke Rp 4.250, dan Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 200 ke Rp 6.300. Bursa AS di akhir pekan ditutup terkoreksi jelang hasil pertemuan rapat The Fed pekan ini. The Fed sendiri menginidikasikan melakukan penguarangan program stimulus buy back obligasinya melihat data ekonomi yang terus membaik. American Express Co. (AXP) turun 6,5% setalah diturunkan ratingnya oleh Barclays Plc sedangkan Lululemon Athletica Inc. turun 19 percent pasca pengumuman mundurnya Chief Executive Officer Christine Day. Indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing melemah ke 15.070,2 (-0,7%) dan ke 1.626,7 (-0,6%). Sementara itu, bursa Eropa akhir pekan mampu ditutup menguat tipis dimana indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 menguat masing-masing sebesar 0,2% dan 0,1%. IHSG awal pekan ini kami perkirakan bergerak menguat terbatas dan berfluktuatif. Saham pilihan kami antara lain: SMGR. sumber |
|
#232
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 24 Juni 2013
IHSG akhir pekan ditutup turun signifikan sebesar 2,5% seirama dengan signifikannya dana asing yang keluar dari bursa dimana transakse net sell asing tercatata senilai Rp2 triliun. Tekanan jual melandai di keseluruhan sektoral indeks dengan sektoral industry dasar, infrastruktur dan aneka industry mengalami koreksi terbesar. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 1.100 ke Rp 2.600, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 81.500, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 14.500, dan Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 30.650; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 1.400 ke Rp 16.100, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.250 ke Rp 16.700, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 47.700, dan Telkom (TLKM) turun Rp 550 ke Rp 9.950. Bursa AS akhir pekan ditutup cenderung bervariasi terbatas dimana indeks Dow Jones dan S&P 500 terjadi teknikal rebound untuk kemudian ditutup naik masing-masing sebesar 0,3% di level 14.799,4 dan 1.592,4 pasca rencana The Fed untuk mengurangi dana buyback obligasinya. Indeks Nasdaq masih ditutup terkoreksi dengan sifat terbatas sebesar 0,2% di level 3.357,2. Sementara itu, bursa Eropa di akhir pekan masih ditutup terkoreksi sebagai akibat meningkatnya suku bunga treasury AS. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing melemah ke level 2.549,5 (-1,4%) dan ke level 6.116,2 (-0,2%). IHSG awal pekan ini kami perkirakan berpotensi terjadi teknikal rebound pasca koreksi siginifikan dalam beberapa hari terakhir ini. Saham pilihan kami antara lain: SMGR dan ASII. sumber |
|
#233
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 25 Juni 2013
IHSG awal pekan ditutup kembali terkoreksi cukup dalam sebesar 1,9% pada level 4.429,5 tertekan oleh sentiment dihentikannya penyaluran kredit perbankan di China akibat kenaikan suku bunga dalam dua pekan terakhir sehingga muncul krisis likuiditas perbankan China. Keseluruhan sektoral IHSG tak luput dari aksi tekanan jual investor dipimpin oleh anjloknya saham-saham sektoral property, perdagangan, pertambangan dan industry dasar. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Inovisi (INVS) naik Rp 700 ke Rp 6.750, Lionmesh (LMSH) naik Rp 500 ke Rp 10.000, Acset (ACST) naik Rp 325 ke Rp 2.825, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 250 ke Rp 10.750; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 2.150 ke Rp 28.500, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 1.500 ke Rp 24.500, Indocement (INTP) turun Rp 950 ke Rp 21.450, dan Unilever (UNVR) turun Rp 850 ke Rp 26.400. Kekhawatiran atas krisis likuiditas China mendorong terjadinya panic sell yang juga melanda bursa saham AS dan Eropa di awal pekan untuk ditutup serentak terkoreksi. Bursa saham China sendiri ditutup anjlok signifikan hingga ke level 1.963,2 (-5,3%). Saham sektoral perbankan AS memimpin laju koreksi indeks dimana saham Bank of America Corp. dan Citigroup Inc. turun lebih dari 3% sedangkan saham Apple Inc. anjlok 2,7% pasca diturunkannya target price oleh Jefferies & Co. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq melemah masing-masing ke level 14.659,6 (-0,9%), 1.573,1 (-1,2%) dan 3.320,8 (-1,1%). Pun demikian dengan indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx yang masing-masing juga ditutup terkoreksi tajam sebesar 1,4% dan 1,5% ke level 6.029,1 dan 2.511,8. IHSG kami perkirakan masih cenderung mengikuti pergerakan melemah bursa regional namun berpotensi rebound terbatas. Saham pilihan kami antara lain: SMGR dan ASII. sumber |
|
#234
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 28 Juni 2013
IHSG kemarin ditutup kembali menguat sebesar 1,9% ke level 4.675,7 yang didorong oleh berlanjutnya aksi selective buy investor di keseluruhan sektoral yang telah terdiskon cukup dalam. Lanjutan penguatan saham terutama sektoral infrastruktur dan consumer memimpin penguatan indeks. Asing akhirnya mencetak transaksi net buy super tipis senilai Rp 49 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 350.000, Gudang Garam (UNVR) naik Rp 2.150 ke Rp 48.300, Unilever (UNVR) naik Rp 1.400 ke Rp 29.400, dan Waran Nusa Raya (NRCA-W) naik Rp 839 ke Rp 840; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 1.500 ke Rp 13.000, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 23.000, Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 600 ke Rp 2.500, dan Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 400 ke Rp 6.400. Bursa AS dan Eropa semalam kembali ditutup melanjutkan penguatan yang terjadi ditopang oleh positifnya data ekonomi AS ditengah sinyal pengurangan stimulus The Fed. Belanja consumer AS di bulan Mei mulai membaik pasca melorot tajam dalam tiga tahun terakhir dengan 70% dialokasikan untuk belanja rumah tangga (tumbuh 0,3% di Mei vs -0,3% di April). Indeka Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing ditutup menguat ke level 15.024,5 (+0,8%), 1.613,2 (+0,6%) dan 3.401,9 (+3.401,9). Sementara itu, indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing menguat sebesar 0,7% dan 1,7% untuk ditutup pada level 2.619,9 dan 6.243,4. Psotifnya data ekonomi AS masih menjadi katalis utama pergerakan bursa global dan regional termasuk IHSG yang kami perkirakan masih akan melanjutkan rally penguatannya di akhir pekan ini. Saham pilihan kami antara lain: SMGR dan ASII. sumber |
|
#235
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 01 Juli 2013
IHSG akhir pekan ditutup menguat sebesar 3% pada level 4.818,9 ditopang oleh lanjutan naikknya keseluruhan sektoral IHSG dipimpin oleh saham-saham unggulan di sektoral konstruksi, manufaktur dan aneka industry. Investor asing pun mencetak transaksi net buy senilai Rp 960 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.300 ke Rp 50.600, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.050 ke Rp 28.150, Indocement (INTP) naik Rp 1.450 ke Rp 24.450, dan Unilever (UNVR) naik Rp 1.350 ke Rp 30.750; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 550 ke Rp 7.000, Holcim (SMCB) turun Rp 300 ke Rp 2.450, Waran Nusa Raya (NRCA-W) turun Rp 190 ke Rp 650, dan Matahari (MPPA) turun Rp 125 ke Rp 2.925. Bursa AS dan Eropa di akhir pekan ditutup terkoreksi dalam kisaran terbatas sejalan dengan anjloknya indeks business activity AS bulan Juni jauh dari ekspektasi proyeksi ekonomis yang disurvei Bloomberg. Kejutan terbesar di AS adalah anjlok tajamnya saham Blackberry sebesar 27% akibat di kuartal 4 tahun lalu secara tak terduga mencetak rugi cukup signfikan sebesar US$ 84 juta. Indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing terkoreksi sebesar 0,8% dan 0,4% ke level 14.909,6 dan 1.606,3. Sementara itu, indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx masing-masing melemah ke level 6.215,5 (-0,4%) dank e 2.602,6 (-0,7%) dipimpin oleh anjloknya saham sektoral pertambangan seperti: Eurasian Natural Resources Corp. IHSG awal pekan kami perkirakan bergerak mixed terbatas potensi terjadi profit taking. Saham pilihan kami antara lain: SMGR dan ASII. sumber |
|
#236
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 08 Juli 2013
IHSG akhir pekan ditutup menguat sebesar 0,5% ditutup pada level 4.602,8 seirama dengan laju penguatan bursa regional yang ditopang oleh aksi borong saham yang sudah berada di posisi oversold dipimpin penguatan saham-saham sektoral consumer. Saham-saham sektoral infrastruktur dan financial masih marak terkena aksi profit taking investor. Investor asing sendiri tercatat mencetak transaksi net sell senilai Rp 263 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 1.100 ke Rp 29.300, Astra Agro (AALI) naik Rp 650 ke Rp 18.000, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 12.550, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 28.000; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 37.500 ke Rp 151.500, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 5.000 ke Rp 345.000, Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 30.200, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 300 ke Rp 7.000. Bursa AS pasca libur Independence day ditutup menguat rata-rata 1% di akhir pekan lalu yang ditopang oleh data payroll AS bulan Juni meningkat 195 ribu pekerja merupakan kenaikan dua kali beruntun pasca bulan Mei juga naik sebanyak 175 ribu pekerja sedangkan Indeks pengangguran AS dibulan yang sama masih berada pada level 7,6%. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq kompak ditutup naik 1% masing-masing berada di level 15.135,8; 1.631,9 dan 3.479,4. Sementara itu, bursa Eropa justru ditutup melemah di akhir pekan akibat spekulasi investor atas pengurangan dana stimulus AS berupa buyback obligasi AS. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing melemah ke level 2.596 (-1,9%) dan ke level (-0,7%). IHSG awal pekan ini kami perkirakan menguat terbatas yang masih diramaikan aksi profit taking investor. Saham pilihan kami antara lain: IMAS, SMGR dan AKRA. sumber |
|
#237
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 09 Juli 2013
IHSG akhir pekan ditutup terkoreksu turun tajam sebesar 3,7% ke level 4.433,6 akibat maraknya tekanan jual asing yang tercatat membukukan transaksi net sell senilai Rp 972 miliar. Keseluruhan sektoral IHSG ditutup serentak pada teritori merah dipimpin oleh koreksi signifikan saham,-saham sektoral property dan consumer. Saham-saham top gainers di antaranya Multipolar Technology (MLPT) naik Rp 240 ke Rp 720, Bank Mestika (BBMD) naik Rp 180 ke Rp 1.560, PGN (PGAS) naik Rp 100 ke Rp 5.650, dan Victoria Investama naik Rp 85 ke Rp 210; sedangkan saham-saham top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.550 ke Rp 46.500, Indocement (INTP) turun Rp 1.500 ke Rp 21.050, Unilever (UNVR) turun Rp 1.300 ke Rp 28.000, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 1.300 ke Rp 16.000. Bursa AS di perdagangan awal pekan ditutup menguat terbatas jelang penantian musim release data laporan keuangan 2Q13. Saham Alcoa, produsen alumunium ditutup naik 1,4% dimana kinerja keuangan 2Q13 melebihi ekspektasi analis yang direlease pasca ditutupnya perdagangan bursa AS. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing ditutup menguat ke level 15.224,7 (+0,6%), 1.640,5 (+0,5%) dan 3.484,8 (+0,2%). Sementara itu, bursa Eropa di awal pekan ditutup rebound pasca tercapainya kesepakatan koalisi partai politik Portugal untuk membentuk kabinet pemerintahan bersama. Indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx masing-masing ditutup rebound sebesar 1,2% dan 2,1% ke level 6.450,1 dan 2.650,9. IHSG hari ini berpeluang terjadi teknikal rebound pasca anjlok dalam di perdagangan sebelumnya. Katalis positif datang dari musim kinerja keuangan 2Q13 dan positifnya berita Eropa. Saham pilihan kami antara lain: IMAS, SMGR dan AKRA. sumber |
|
#238
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 10 Juli 2013
IHSG kemarin ditutup terkoreksi sebesar 0,7% ke level 4.403,8 sebuah anomaly ditengah kompaknya laju penguatan regional. Investor asing kembali mencetak transaksi net sell senilai Rp 529 miliar. Keseluruhan sektroal IHSG tak luput dari aksi tekanan jual investor dengan dipimpin koreksi saham-saham sektoral property, infrastruktur dan pertambangan. Saham-saham top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 2.000 ke Rp 85.000, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 750 ke Rp 7.750, Permata Prima (TKGA) naik Rp 240 ke Rp 1.640, dan Malindo (MAIN) naik Rp 175 ke Rp 3.375; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.500 ke Rp 28.500, Goodyear (GDYR) turun Rp 1.000 ke Rp 18.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 850 ke Rp 26.150, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 650 ke Rp 6.750. Bursa AS semalam kembali ditutup menguat didorong oleh sikap optimism investor atas hasil kinerja keuangan emiten 2Q13 yang diperkirakan diatas ekspektasi analis. Indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing menguat sebesar 0,5% dan 0,7% untuk ditutup pada level 15.300,3 dan 1.652,3. Sementara itu, bursa Eropa ditutup menguat ditopang oleh lonjakan harga saham Alcoa sejalan dengan meningkatnya permintaan almunium terutama dari China. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing ditutup menguat ke level 2.664,1 (+0,5%) dan ke level 6.513,1 (+1%). IHSG hari ini kami perkirakan terjadi teknikal rebound pasca tekanan jual signifikan yang melanda di perdagangan sebelumnya. Saham pilihan kami antara lain: IMAS, SMGR dan AKRA. sumber |
|
#239
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 17 Juli 2013
IHSG kemarin kembali bergerak fluktuatif yang akhirnya ditutup menguat terbatas sebesar 0,2% di level 4.644,0 ditopang oleh aksi selective buy investor atas saham-saham lapis kedua. Saham-saham unggulan masih mengalami tekanan jual signifikan terutama di sektoral consumer dan berbasis komoditas. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 16.000 ke Rp 215.000, Dleta Jakarta (DLTA) naik Rp 15.000 ke Rp 360.000, Jembo Cable (JECC) naik Rp 350 ke Rp 2.550, dan Hexindo (HEXA) naik Rp 300 ke Rp 5.400; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Asuransi Bina Dana (ABDA) turun Rp 1.200 ke Rp 3.800, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 84.000, Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 900 ke Rp 7.100, dan Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 21.900. Bursa AS semalam ditutup terkoreksi terbatas akibat koreksi harga saham Coca Cola pasca release kinerjanya di 2Q13 dimana labanya mengalami penurunan ditengah melambatnya pertumbuhan ekonomi China dan Eropa. Disis lain, investor masih menanti kepastian The Fed untuk mengurangi program stimulusnya yang saat ini tengah dalam proses pembahasan. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing ditutup melemah ke level 15.451,9 (-0,2%), 1.676,3 (-0,4%) dan 3.598,5 (-0,2%). Sementara itu, bursa Eropa juga ditutup melemah cukup signifikan sebagai akibat indeks keyakinan investor Jerman secara tak terduga mengalami kontraksi di bulan Juli. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing ditutup terkoreksi sebesar 0,8% dan 0,5%. IHSG hari ini kami perkirakan bergerak fluktuatif cenderung potensi menguat terbatas. Saham pilihan kami antara lain: IMAS dan SMGR. sumber |
|
#240
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily View 19 Juli 2013
IHSG kemarin ditutup naik sebesar 0,9% ke level 4.720,4 berkat aksi borong saham investor terutama sektoral yang berkaitan dengan FMCG jelang hari raya lebaran yakni saham-saham sektoral consumer. Hanya 2 sektoral yang tercatat mengalami koreksi di perdagangan kemarin yakni sektoral perdagangan dan aneka industry. Bursa-bursa regional berakhir mixed menutup perdagangan hari ini. Sentimen positif datang dari Wall Street setelah Gubernur The Fed, Ben Bernanke menyatakan belum tentukan waktu pencabutan stimulus. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 3.500 ke Rp 23.000, Mayora (MYOR) naik Rp 2.450 ke Rp 32.600, Unilever (UNVR) naik Rp 1.000 ke Rp 33.900, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 47.200; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 83.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 26.600, Bank of India (BSWD) turun Rp 320 ke Rp 970, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 300 ke Rp 14.750. Bursa AS semalam kembali ditutup menguat yang masih didominasi oleh musim release kinerja keuangan emiten 1Q13, seperti Morgan Stanley (+4,8%) dan United Health (+6,7%) dimana kinerjanya diatas ekspektasi analis. DItambahkan pula, The Fed belum menentukan waktu pencabutan seluruh program stimulusnya tergantung melihat perkembangan data ekonomi AS lebih lanjut. Angka pengangguran AS sendiri diekspektasikan turun dalam testimony The Fed. Indeks Dow Jones dan S&P masing-masing ditutup menguat ke level 15.548,5 (+0,5%) dan ke level 1.689,4 (+0,5%) sedangkan indeks Nasdaq sendiri ditutup stagnan di level 3.611,3. Sementara itu, bursa Eropa juga ditutup menguat ditopang oleh kinerja keuangan emiten Publicis Groupe SA (+3,4%) 2Q13 dimana labanya mengalami peningkatan. Indeks DJ Euro SToxx dan FTSE 100 masing-masing ditutup menguat sebesar 1,3% dan 0,9% ke level 2.718 dan 6.634. IHSG akhir pekan kami perkirakan bergerak fluktuatif cenderung diramaikan aksi profit taking. Saham pilihan kami antara lain: IMAS dan SMGR. sumber |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| JUAL Lautandhana Online Trading Saham LOTS | Software Original & Open Source | |||
| FXSBO - Spread Trading Online Broker | Forex | |||