| FAQ |
| Calendar |
|
#211
|
||||
|
||||
|
Penjualan ritel AS masih lesu, klaim pengangguran meningkat
![]() Penjualan ritel AS mencatat kenaikan namun masih di bawah ekspektasi di Mei sementara laporan klaim tunjangan pengangguran mencatat kenaikan di pekan lalu, namun data tersebut hanya sedikit mengubah pandangan perekonomian masih mendapat dorongan. Departemen Perdagangan AS Kamis melaporkan, penjualan ritel AS meningkat 0,3 persen. Namun angka masih di bawah ekspektasi para ekonom Wall Street yang memperkirakan kenaikan 0,6 persen, penjualan di April mengalami revisi kenaikan menjdi 0,5 persen, masih menopang perkiraan pertumbuhan. Dalam laporan terpisah, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran negara meningkat 4,000 menjadi 317,000 pengajuan hingga pekan pada 7 Juni. Meski bertambah, klaim tersebut tidak terlalu jauh dari level bawah pra resesi dan pertumbuhan kerja semakin mantab. Seiring dengan tanda-tanda ekspansi yang kuat di sektor manufaktur dan jasa, data pekerjaan mendukung harapan untuk mengembalikan hentakan besar dalam pertumbuhan setelah melalui kesuraman di kuartal pertama di mana perekonomian mengalami kontraksi 1,0 persen pada tingkat tahunan. Sementara beberapa ekonom sedikit memangkas perkiraan produk domestik bruto kuartal kedua mereka pada data penjualan ritel, namun mayoritas terus mengharapkan rebound yang kuat dengan perkiraan pertumbuhan berkisar antara 3 sampai 4 persen. Penjualan ritel inti, yang tidak termasuk mobil, bensin, bahan bangunan dan jasa makanan, dan yang berhubungan dekat dengan komponen belanja konsumen dari produk domestik bruto, tidak berubah di bulan lalu. Penjualan inti direvisi menjadi kenaikan 0,2 persen pada April, dalam laporan sebelumnya turun 0,1 persen. Para ekonom mengatakan penjualan ritel naik 9,2 persen pada laju tahunan selama tiga bulan terakhir. |
|
#212
|
||||
|
||||
|
Dolar AS Tersandung Penjualan Ritel
![]() Pada Kamis 12 Juni, dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya dan kehilangan 0,25% terhadap indeks dolar di tengah lemahnya Bursa Tenaga kerja dan Penjualan Ritel di AS. Dolar Australia memperkuat posisinya di tengah laporan Bursa Tenaga Kerja Australia. Poundsterling melonjak setelah pengumuman dari Gubernur BoE Mark Carney. Klaim Awal Pengangguran AS minggu lalu naik 4.000 menjadi 317.000, sebelumnya penurunan klaim diperkirakan akan mencapai 3.000 menjadi 313.000. Data minggu sebelumnya direvisi ke bawah dari 312.000 menjadi 313.000. Klaim meningkat untuk minggu kedua berturut-turut. Rata-rata Empat Minggu Klaim Awal naik 4.750, dari 310.500 menjadi 315.250. Rata-rata Empat Minggu naik dari level terendahnya dalam tujuh tahun terakhir untuk pertamakalinya setelah menurun dalam empat minggu terakhir. Selengkapnya: http://masterforex.com/Id/analytics/...ml/?aid=393298 |
|
#213
|
||||
|
||||
|
Inflasi produsen dan Sentimen Konsumen AS mencatat hasil buruk
![]() Salah satu indeks inflasi AS mengalami kemunduran di bulan lalu, menjadi sebuah tanda bahwa tekanan inflasi masih mendera di tengah pertumbuhan ekonomi yang tenang dan satu hal yang dapat meredam kekhawatiran dari pejabat bank sentral. Indeks harga produsen untuk permintaan akhir, yang mengukur perubahan harga yang diterima perusahaan untuk barang dan jasa, turun 0,2% di Mei dari bulan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja Jumat melaporkan. Para ekonom dalam survei The Wall Street Journal memperkirakan kenaikan 0,2% harga. Namun inflasi harga produsen mencatat kenaikan 2% daro setahun lalu. Laporan di Mei ini menunjukkan tekanan inflasi tiba-tiba jatuh setelah sempat naik pada bulan Maret dan April. semua harga pangan, energi dan jasa perdagangan di Mei jatuh dari bulan sebelumnya. Sementara inflasi inti yang tidak termasuk komponen volatil tidak berubah, indikasi pelemahan harga yang berbasis luas. Harga produsen di April naik 0,6% dari bulan sebelumnya, terutama ditengarai oleh kenaikan harga pangan 2,7%. Sementara harga pangan di Mei turun 0,2%. Sebuah laporan terpisah menunjukkan, konsumen AS masih merasa perekonomian masih belum menentu di awal Juni ini, menurut hasil survei yang dirilis Jumat. Indeks sentimen preliminer Thomson-Reuters/University of Michigan di Juni tak disangka merangsek turun menjadi 81,2 pada hasil di akhir Mei tercatat di angka 81,9. Hasil di awal Juni ini jauh di bawah ekspektasi para ekonom yang memperkirakan indeks berada di level 83,0 dalam survei yang dilakukan The Wall Street Journal. Laporan terbaru ini merupakan yang telemah sejak Maret dan jauh di bawah level kenaikan 84,1 yang tercatat di April. Dalam laporan tersebut juga menunjukkan, indeks kondisi ekonomi saat ini meningkat 95,4 dari angka 94,5 yang dirilis di akhri Mei, namun indeks ekspektasi turun 72,2 dari 73,7. Sementara ekspektasi inflasi selama setahun turun menjadi 3,0% dari angka yang dirilis pada akhir Mei di 3,3%. Ekspektasi inflasi selama lima hingga 10 tahun kedepan mencatat kenaikan menjadi 2,9% darvi 2,8%. |
|
#214
|
||||
|
||||
|
Peristiwa Penting Minggu Ini
![]() Rilis data AS Jumat lalu hampir tidak mempengaruhi perdagangan. Indeks Harga Produsen dan Sentimen Konsumen di AS tampak lebih buruk dari perkiraan. Indeks Harga Produsen menurun pada bulan Mei sebesar 0,2% m/m dari perkiraan akan bertumbuh 0,1% setelah dua bulan sebelumnya menguat. Kepercayaan Konsumen melemah pada bulan Mei ke level terendahnya dalam lebih dari tiga bulan terakhir. Sentimen Konsumen Awal dari Universitas Michigan menurun pada bulan Juni menjadi 81,2 poin dari angka perolehan final Mei di 81,9 poin, sebelumnya pertumbuhan diperkirakan akan mencapai 83 poin untuk bulan Juni. Penilaian Berjalan sedikit meningkat, sementara Perkiraan secara signifikan menurun. Pertumbuhan harga energi dan terbatasnya pertumbuhan gaji secara negatif mempengaruhi Sentimen Konsumen dan membatasi peluang finansial mereka walaupun Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja bertumbuh. Selengkapnya: Peristiwa Penting Minggu Ini |
|
#215
|
||||
|
||||
|
Euro masih lemah pasca data inflasi
![]() Euro bertahan di level penurunan empat bulan terhadao dollar di sesi Senin setelah data menunjukkan laju inflasi tahunan zona euro masih tidak bergerak di level bawah empat setengah tahun di Mei. EUR/USD turun 0,10% diperdagangkan pada level 1,3528, tidak jauh dari level empat bulan 1,3502 yang disentuh di awal bulan ini. Eurostat melaporkan laju inflasi bulanan zona euro turun 0,1% di Mei, sejalan dengan ekspektasi, smeentara laju inflasi tahunan sebesar 0,5%, tidak berubah dari estimasi sebelumnya. Ini merupakan laju tahunan terendah sejak Nopember 2009, dengan ekseksi Maret tahun ini. Sementara inflasi inti, yang tidak termasuk item yang volatil seperti energi dan pangan, juga tidak ada perubahan di 0,7%, sama dengan catatan di Maret tahun ini dan Desember 2013. Bank sentral eropa menargetkan laju inflasi tahunan masih mendekati namun masih di bawah 2%. Awal bulan ini ECB memotong suku bunga di level rendah dan menerapkan suku bunga negatif pada kreditur komersil untuk kali pertama, guna memerangi ancaman rendahnya inflasi yang masih mendera di kawasan euro. Terhadap mata uang lainnya, euro juga mencatat penurunan terhadap yen, dengan EUR/JPY turun 0,,18% ke level 137,92, mendekati level bawah empat bulan di 137,71 yang tersentuh di pekan lalu. Juga terhadap pound, euro kembali mencatat penurunan ke level bawah baru di satu steengah tahun, dengan EUR/GBP turun 0,23% ke level 0,7963. |
|
#216
|
||||
|
||||
|
Poundsterling Capai $1,70
![]() Pada hari Senin dolar AS diperdagangkan ke bawah terhadap kebanyakan mata uang utama lainnya dan kehilangan 0,12% terhadap indeks dolar jelang pertemuan dua hari FOMC yang akan dimulai pada hari Selasa. IMF merevisi ke bawah perkiraanya atas GDP AS untuk tahun ini. Perkiraan pertumbuhan GDP AS untuk 2014 direvisi ke bawah sebesar 0,8% menjadi 2%. International Monetary Fund menyebutkan musim dingin yang buruk, masalah Bursa Perumahan, dan lemahnya permintaan internasional. Perkiraan pertumbuhan ekonomi AS untuk 2015 dipertahankan tanpa perubahan di level 3%. IMF menyebutkan bahwa tingkat suku bunga AS harus tetap mendekati level nol bahkan setelah pertengahan 2015. Minggu lalu, Bank Dunia juga menurunkan perkiraan akan pertumbuhan GDP untuk taun berjalan dari 2,8% menjadi 2,1%. Selengkapnya: Poundsterling Capai $1,70... |
|
#217
|
||||
|
||||
|
Naiknya harga konsumen menunjukkan tekanan inflasi yang meningkat
![]() Harga konsumen AS mencatat kenaikan terbesar di lebih dari satu tahun terakhir pada Mei karena biaya untuk berbagai barang dan jasa mencatat kenaikan, sehingga menunjuk pada sebuah kestabilan tekanan inflasi yang menguat. Departemen Tenaga Kerja pada hari Selasa mengatakan Indeks Harga Konsumen (CPI) meningkat 0,4 persen pada bulan lalu, dengan harga pangan bukukan kenaikan terbesar sejak Agustus 2011. Meningkatnya tekanan harga diperkirakan memudahkan para pejabat Federal Reserve yang telah mengkhawatirkan inflasi berjalan terlalu rendah. Namun, indeks inflasi terpisah yang paling dipantau oleh Fed terus berjalan di bawah target bank sentral AS yakni 2 persen. Pejabat Fed memulai pertemuan kebijakan dua hari pada Selasa. The Fed diperkirakan akan terus memangkas program pembelian obligasi bulanan, tetapi tidak terlihat akan menaikkan suku bunga sampai pertengahan 2015. Peningkatan harga konsumen di bulan lalu merupakan yang terbesar sejak Februari 2013 dan di atas ekspektasi ekonom untuk kenaikan 0,2 persen. Ini menyusul kenaikan 0,3 persen pada April lalu. Terhitung dalam 12 bulan hingga Mei, inflasi harga konsumen naik 2,1 persen, kenaikan terbesar sejak Oktober 2012. Yang berada di atas kenaikan 2,0 persen pada bulan April dan berada di atas ekspektasi ekonom untuk kenaikan tingkat tahunan sebesar 2,0 persen. CPI inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi, naik 0,3 persen, kenaikan terbesar sejak Agustus 2011. Inflasi inti telah mencatat kenaikan 0,2 persen pada April. Dalam 12 bulan hingga Mei, CPI inti naik 2,0 persen, kenaikan terbesar sejak Februari tahun lalu menyusul kenaikan 1,8 persen pada April. Para ekonom memperkirakan CPI inti naik 0,2 persen dari bulan April dan 1,9 persen dari tahun lalu. Sebuah laporan terpisah dari Departemen Perdagangan menunjukkan pembangunan rumah baru dan izin bangunan jatuh pada bulan Mei, sebuah sinyalemen bahwa pemulihan perumahan kemungkinan masih melambat. Ketua the Fed, Janet Yellen telah memperingatkan bahwa perlambatan perumahan berlarut-larut dapat merusak perekonomian. |
|
#218
|
||||
|
||||
|
Dolar Australia Melemah Jelang Rilis Notulen RBA
![]() Pada Selasa 17 Juni, dolar AS memperkuat posisinya terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya dan menguat 0,22% terhadap indeks dolar jelang rilis hasil pertemuan FOMC pada hari Rabu. Euro melemah di tengah pelemahan Sentimen Ekonomi Jerman ke level terendahnya dalam 1,5 tahun terakhir. Poundsterling melemah di tengah lemahnya tingkat inflasi Inggris. Dolar AS memperkuat posisinya di tengah kuatnya Indeks Harga Konsumen yang mempercepat pertumbuhannya pada bulan Mei dengan naik pada fase tercepatnya dalam lebih dari 15 bulan terakhir. Indeks Harga Konsumen (CPI) meningkat pada bulan Mei sebesar 0,4% m/m, dua kali lipat lebih tinggi dari perkiraan. Tingkat Pertumbuhan Inflasi Tahunan mencakup 2,1% - ini adalah tingkat pertumbuhan tertingginya sejak Oktober 2012. Indeks Harga Konsumen Inti Tanpa Makanan dan Energi naik 0,3% m/m dan sebesar 2% y/y, lebih tinggi dari perkiraan. Selengkapnya: Dolar Australia Melemah Jelang Rilis Notulen RBA |
|
#219
|
||||
|
||||
|
Fed kemukakakn jalur kenaikan suku bunga
Suku bunga jangka panjang masih akan rendah ![]() Federal Reserve AS pada Rabu mengisyaratkan percepatan kenaikan yang sedikit lebih cepat yang dimulai tahun depan, tetapi menyarankan biaya pinjaman patokan dalam jangka panjang akan lebih rendah dari yang ditunjukkan sebelumnya. Setelah pertemuan kebijakan selama dua hari, bank sentral memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini ke kisaran antara 2,1 persen dan 2,3 persen dari proyeksi awal sekitar 2,9 persen. Tapi perkiraan untuk tahun 2015 dan 2016 tidak berubah, dan itu mengungkapkan keyakinan pemulihan masih berada di jalurnya. "Kegiatan ekonomi rebound pada kuartal saat ini dan akan terus berkembang pada laju yang moderat," kata Ketua Fed, Janet Yellen, dalam konferensi pers. "Perekonomian terus membuat kemajuan menuju tujuan kami" dengan pasar tenaga kerja penuh dan inflasi 2 persen. Seperti yang diperkirakan secara luas, bank sentral terus mendorong dengan rencana mengurangi salah satu program stimulus utamanya, mengurangi pembelian aset bulanan dari US$ 45 miliar menjadi $35 miliar. Dalam proyeksi suku bunga terkini, pejabat Fed masih memperkiakan suku bunga naik tahun depan. Dari 16 individual proyeksi kenaikan suku bunga, suku bunga rata-rata mencapai 1,125 persen pada akhir 2015, naik hanya naik tipis dari bulan Maret. Namun, para pejabat memproyeksikan jalan kenaikan suku bunga yang sedikit lebih agresif untuk tahun berikutnya, dengan median akhir tahun sebesar 2,5 persen dibandingkan 2,25 persen pada bulan Maret. Satu hal yang penting, para pejabat Fed juga menurunkan proyeksi mereka untuk suku bunga jangka panjang, potensi tanda menurunannya kepercayaan pada potensi perekonomian jangka panjang. Proyeksi median adalah untuk dana federal jangka panjang dari 3,75 persen, dibandingkan dengan 4 persen pada bulan Maret. Perkiraan inflasi mereka sedikit berubah, dengan inflasi tidak pernah mencapain target 2 persennya. |
|
#220
|
||||
|
||||
|
Dolar AS Melemah Setelah Hasil Rapat FOMC
![]() Dolar AS melemah pada perdagangan Rabu 18 Juni terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya dan kehilangan 0,27% terhadap indeks dolar setelah pengumuman hasil rapat FOMC. Dolar AS diperdagangkan ke bawah dan melemah selama konferensi pres Gubernur Fed Janet Yellen yang tampak mengecewakan para pembeli dolar AS. Yellen tidak menentukan batas waktu mengenai peluang kenaikan tingkat suku bunga. Seperti telah diperkirakan sebelumnya, FOMC menurunkan QE3 untuk kali kelima berturut-turut sebesar $10 miliar menjadi $35 miliar. FOMC dengan tajam memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi AS untuk tahun ini, tidak menyisakan perubahan apapun untuk 2015-2016. FOMC memangkas perkiraan Tingkat Pengangguran untuk beberapa tahun ke depan. Perkiraan Tingkat Inflasi dipertahankan tanpa perubahan. Sebagian besar pejabat Fed memperkirakan peningkatan tingkat suku bunga pada 2015. Jika dibandingkan, perkiraan bulan Maret lebih menunjukan perkiraan kenaikan yang lebih tajam untuk 2015 dan 2016. Selengkapnya: http://masterforex.com/Id/analytics/...ml/?aid=393298 |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Aussie Petik Keuntungan Pasca Positifnya Data Ekonomi Tiongkok | Forex | |||
| [MasterForex] Data ekonomi dan Fundamental oleh MasterForex | Forex | |||
| [ForexStars] Data Ekonomi dan Fundamental | Forex | |||
| JUAL (update) Tiket Ekonomi Semarang Jakarta tanggal 26 Agustus 2012 | Tour & Travel | |||
| JUAL WTB Fundamental of Thermodynamic, Fundamental of Heat and Mass Transfer Text Book | Buku Pelajaran | |||