
23rd August 2012
|
 |
Ceriwiser
|
|
Join Date: Dec 2011
Posts: 351
Rep Power: 14
|
|
Quote:
Originally Posted by astralspirit
itu menurut kangmas, 
baiklah akan saya babarkan sedikit, sebagai bahan pemikiran,
mengenai pemahaman kangmas, hal ini sebenarnya merujuk pada sifat dan wujud dalam kehidupan, kalau rumusnya itu sifat bisa dirasakan, wujud bisa dilihat,maka hal yang bisa dirasakan belum tentu disebut ghoib, hal yang tidak berwujud belum tentu juga bisa disebut ghoib, jadi perlu ditelaah lagi, seperti contoh menganalisis kentut, kentut tidak berwujud namun bisa dirasakan baunya, tidak sedap bukan? kentut bukanlah termasuk kategori dalam kaedah ilmu ghoib, karena dalam analisisnya sudah jelas ditetapkan bahwa itu namanya kentut, namun berbeda dengan belajar ghoib, karena perlu ditelaah lebih lanjut lagi.
pikiran berasal dari kinerja otak yang sering disebut akal yang khusus hanya diberikan pada manusia oleh Tuhan YME, karena tidak semua makhluk diberikan akal. seseorang diberikan akal agar dapat berfikir lebih cermat, untuk menganalisis sesuatu manusia memerlukan berfikir, mengenai apapun, baik itu nyata maupun ghoib, hal ini sudah di teliti para pakar ilmuwan ahli bagaimana kinerja otak dalam berfikir dan menghasilkan visualisasi(dipelajari dalam keilmuan psikologi ndan), jadi di kehidupan nyata manusia senantiasa memakai akalnya untuk berfikir, untuk menganalisispun diperlukan berfikir, ghoib perlulah analisis lebih lanjut, karena sebenarnya istilah ghoib merupakan pembelajaran yang diberikan Tuhan YME untuk manusia agar lebih memperkaya ilmu dan pemahaman yang benar, ilmu juga diserap di otak melalui pemikiran, dikaji kembali jadilah suatu teori, setelah teori terbentuk maka dipelajari kembali agar menjadi suatu aturan baku dalam keilmuan tsb.
mengenai ghoib, karena sang manusia telah melakukan analisis dengan pemikiran yang sedemikian rupa tentang ghoib hingga terciptalah suatu teori dan manusia membuat rancangan pola pemahaman dari akal sehingga terbentuklah suatu tatanan yang baku, terciptalah apa yang disebut teori ilmu ghoib, yang didalamnya terdapat kaedah-kaedah yang menjadi pokok-pokok pemahaman tentang ghoib, jadi pikiranlah yang membuat adanya kaedah keilmuan ghoib, dan tidak bisa dimaksud pikiran termasuk ghoib, karena otak yang berfikirlah yang merancang demikian. jika otak disebut ghoib, jika pemikiran disebut ghoib, maka tidak ada yang namanya ilmu, ntah itu ilmu membaca pikiran, menguasai pikiran dsb.  
|
dilanjut kangmas guru
|