| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#11
|
||||
|
||||
|
saran dan motivasi yang bagus tuh ndan meskipun gue baca sekilas aja..
|
|
#12
|
||||
|
||||
|
Quote:
|
|
#13
|
||||
|
||||
|
RANTAI YANG MENGIKAT KAKI
Seorang pawang gajah pernah bercerita bahwa gajah harus dilatih sejak masih kecil dan lemah. Pertama-tama kaki bayi gajah diikat dengan rantai baja yang kuat pada sebuah tonggak yang kokoh. Gajah hanya bisa berjalan sejauh panjang rantai. Jika ia berusaha melarikan diri, rantai baja akan menahannya. Biasanya ia akan mencoba memutuskan rantai itu dengan menariknya kuat-kuat, namun ia masih terlalu lemah untuk bisa mengalahkan kekuatan rantai baja. Ini berlangsung selama bertahun-tahun sampai tertanam dalam benak gajah bahwa ia takkan pernah mampu memutuskan rantai yang mengikat kakinya. Dengan demikian sang pawang bisa membawa gajah bekerja di ladang dan hutan tanpa khawatir melarikan diri. Lalu, apalah bedanya rantai baja dengan tali ijuk, bila sang gajah tetap saja menganggap dirinya takkan mampu mengalahkan apa yang mengikat kakinya? Apakah hal ini terjadi pada hidup kita? Jika selama ini kita membiarkan diri terbelenggu pada pengalaman masa lalu, tanpa sedikit pun ada keberanian untuk menginsafinya, maka jangan salahkan siapa-siapa jika kita takkan pernah mampu melepaskan diri dari penyesalan.
|
|
#14
|
||||
|
||||
|
PERLUKAH MENCARI JALAN PINTAS?
Keberhasilan tak diperoleh begitu saja. Ia adalah buah dari pohon kerja keras. Jangan terlalu berharap pada kemujuran. Tahukah anda apa itu kemujuran? Bukankah, kita tak selalu mampu menjelaskan dari mana datangnya kemujuran. Sadarilah bahwa segala sesuatu perlu berjalan alami dan semestinya. Pertumbuhan diri adalah proses mendaki tangga. Anda harus melalui anak tangga satu per satu. Tak perlu repot mencari-cari jalan pintas, karena tak ada jalan pintas. Hargai saja setiap langkah kecil yang membawa anda maju. Ketergesaan adalah beban yang memberati langkah saja. Amatilah jalan lurus anda. Tak peduli bergelombang atau berbatu, selama anda yakin berada di jalan yang tepat, maka melangkahlah terus. Dan, jalan yang tepat itu adalah jalan yang menuntun anda menjadi diri anda sendiri.
|
|
#15
|
||||
|
||||
|
keren ndan motivasinya...
![]() ![]() ![]() |
|
#16
|
||||
|
||||
|
SEBENTANG JARING KEPERCAYAAN
Bila anda tak percaya pada seseorang, maka kebaikan apa pun yang dilakukannya tetap mengundang keraguan dalam diri anda. Tanpa disadari anda mendapati selalu saja ada kesalahan dalam tindakannya. Ketidakpercayaan menyayat lebih tajam daripada kritik pedas. Sebaliknya, bila anda percaya pada seseorang, semua kekeliruan yang dilakukannya adalah titik tolak untuk melakukan perbaikan. Tanpa disadari anda terdorong untuk membenahi dan mengisi kekurangan yang ada. Kepercayaan adalah jaring penyelamat bagi setiap peloncat yang gagal. Keberhasilan bukan hanya karena kerja keras anda sendiri, pasti ada sebentang jaring kepercayaan yang dihamparkan oleh para pembimbing anda. Sedangkan kegagalan seringkali diakibatkan gagalnya anda meraih kepercayaan orang lain. Uniknya, anda hanya akan meraih kepercayaan manakala anda mau mempercayai orang lain pula. Tali yang kuat terpilin dalam simpul yang kuat. Saling mempercayai adalah simpul yang jauh lebih kuat.
|
|
#17
|
||||
|
||||
![]() Makasih ndan udah mampir..... kalo keren nya duoonk.... ![]()
|
|
#18
|
||||
|
||||
|
BILA KEBAIKAN ANDA DIRAGUKAN
Mungkin anda merasa sudah berbuat baik serta menjaganya dari pamrih yang tak perlu. Namun masih ada juga orang lain yang mempertanyakan itikad baik anda. Bahkan mencurigai serta mencium seolah-olah ada bau busuk di balik semua perbuatan anda. Bila demikian yang terjadi, janganlah berkecil hati. Ini hanyalah sebuah batu ujian yang harus anda lalui demi mencapai anak tangga ketulusan. Pamrih tulus tak perlu diukur, karena ia memang tak terukur. Bagaimana mungkin anda mengukur sebuah kemurnian? Kita ukur emas melalui logam lain yang mencemari kemurniannya. Maka, bila anda terbuai-buai senang pada kebaikan anda, atau berlama-lama kecewa karena celaan orang lain, maka pertimbangkan sekali lagi pamrih-pamrih anda. Keinginan untuk mendengar pujian adalah sebentuk pamrih juga yang semestinya tak diperlukan dalam ketulusan.
|
|
#19
|
||||
|
||||
|
MENINGGALKAN DENGAN SENYUM
Mengapa kita takut mati? Mari kita telusuri dengan hati-hati persoalan ini. Sebenarnya siapakah yang takut mati itu? Tubuhkah? Tidak, setiap hari tubuh belajar untuk semakin renta. Pada saatnya ia malah terpuruk tak berdaya. Perasaankah? Tidak juga, setiap detik perasaan datang silih berganti. Ia bagaikan awan yang berubah-ubah bentuk tanpa disadari. Jika demikian, siapakah yang sesungguhnya takut mati? Apakah sang aku? Seringkali ketakutan kita akan mati berasal dari tak sederhananya pikiran dalam memandang kematian. Mungkinkah pikiran, dengan aku yang selalu ingin menjadi ada, mampu menjawab sesuatu yang harus meniadakan aku itu sendiri? Karenanya, lebih sering kematian itu tidak untuk dipikirkan, namun diterima sebagai teman seperjalanan hidup yang selalu membisikkan agar kita selalu berbuat baik bagi hidup. Lebih dari sekedar baik, melainkan yang terbaik-baiknya. Hanya bila kita telah memberikan hidup kita sepenuhnya pada hidup ini, kita berhak meninggalkan hidup ini dengan senyum.
|
|
#20
|
||||
|
||||
|
KEKECEWAAN YANG MELEMAHKAN
Seringkali ketidakmauan untuk menerima kelemahan orang lain disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menerima kelemahan diri sendiri. Juga, seringkali keseganan mengakui keunggulan orang lain dikarenakan keengganan mengakui kelemahan diri sendiri. Sebenarnya "kelemahan" diri bukan untuk diakui atau ditolak, melainkan dipahami. "Kelemahan" tampak karena kita biasa membandingkan diri sendiri dengan orang lain. "Kelemahan" terlihat karena kita tak cukup mengenal diri sendiri. "Kelemahan" membebani karena kita tak berkenan menerima diri ini apa adanya. Janganlah apa yang tampak bersinar-sinar pada dada orang lain meredupkan apa yang semestinya berbinar-binar dalam dada ini. Berkaca pada cermin orang lain lebih banyak memberikan kekecewaan. Dan, tak mungkin kita berdiri tegak bersama hati kecewa. Maka kekecewaan itulah sang kelemahan yang sesungguhnya.
|
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Kumpulan Motivasi Pak Mario | Jokes | |||
| [LOUNGE] Kumpulan Cerita MOTIVASI, UPDATE TERUS ++ | Lounge | |||
| Kumpulan motivasi mario teguh | Lounge | |||
| Kumpulan CERITA & MOTIVASI | Curhat | |||
| Kumpulan Motivasi Untuk Semua | Business | |||