| FAQ |
| Calendar |
|
|||||||
| Forex Diskusi apapun tentang Forex disini. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
#181
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily Views 25 October 2012
IHSG kemarin terjadi teknikal rebound terdongkrak oleh aksi selective buy investor pada saham-saham lapis kedua. Alhasil IHSG ditutup menguat cenderung flat di level 4.335,4. Musim buruknya kinerja keuangan emiten Wall Street dan tak tentunya perkembangan Spanyol menjadi actor utama aksi tekanan jual investor terutama marak terjadi pada saham-saham sektoral berbasis komoditas. Asing mencetak transaksi net buy senilai Rp 53 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 500 ke Rp 6.850, Indomobil (IMAS) naik Rp 350 ke Rp 5.400, Jasa Prima (KARW) naik Rp 250 ke Rp 1.260, dan Berlina (BRNA) naik Rp 250 ke Rp 3.500; sedangkan saham-saham top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 850 ke Rp 9.300, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 50.050, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 175 ke Rp 3.000, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 150 ke Rp 42.550. Bursa Wall Street semalam masih ditutup terkoreksi dengan sifat terbatas seiring dengan musim kinerja keuangan 3Q12 yang mayoritas dibawah ekspektasi analis menjadikan focus investor bersikap wait and see. Sementara itu, The Fed semalam mengumumkan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan rendah hingga pertengahan tahun 2015 dan akan tetap melakukan buyback obligasi senilai US$ 40 miliar tiap bulan guna menekan tingkat bunga dan mendorong peningkatan tenaga kerja. Bursa eropa semalam ditutup terjadi teknikal rebound terbatas didorong oleh teknikal rebound saham-saham pertambangan dan energy (akibat sinyal recovery dari membaiknya data manufaktur China) serta didukung oleh laba yang diatas ekspektasi dari saham teknologi, antara lain: SAP (+2,2%) dan ARM Holding (+2,9%). Bursa Asia pagi ini dibuka menguat tipis dengan konsentrasi pada hasil kinerja keungan emiten di 3Q12. Indeks Nikkei +0,3%; KOSPI +0,07%; STI +0,09% dan KLSE +0,03%. Untuk IHSG sendiri di sesi akhir perdagangan hari ini jelang libur panjang Idul Adha kami perkirakan bergerak sideways cenderung flat dengan kisaran trading berada di level 4.320-4.356. more info |
|
#182
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily Views 30 October 2012 IHSG awal pekan ditutup melemah terbatas sebesar 0,2% berada pada level 4.331,4 akibat sepinya perdagangan pasca libur Idul Adha. Investor belum merespon positif atas laporan kinerja emiten 3Q12 yang diatas ekspektasi. Aksi profit taking marak terjadi pada saham-saham sektoral berbasis komoditas, seperti pertambangan dan perkebunan sedangkan selective buy i nvestor terjadi pada saham-saham sektoral infrastruktur dan perdagangan. Asing membukukan transaksi net sell senilai Rp 565 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya Indosat (ISAT) naik Rp 400 ke Rp 6.600, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 225 ke Rp 5.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 20.100, dan Mandom (TCID) naik Rp 200 ke Rp 8.700; sedangkan saham-saham top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 950 ke Rp 53.250, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 12.500, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 15.650, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 350 ke Rp 9.350. Bursa Wall Street ditutup perdagangannnya semalam akibat peringatan cuaca badai Topan Sandy di New York yang diperkirakan hingga Rabu, 31 Oktober 2012. Sementara itu, bursa Eropa awal pekan ditutup terkoreksi melemah terbatas seiring dengan ditutupnya perdagangan bursa Wall Street akibat ancaman topan Sandy. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 ditutup masing-masing turun 0,7% dan 0,2% berada di level 2.478,8 dan 5.795,1. Bursa Asia pagi ini dibuka menguat meski investor juga wait&see atas dampak dari badai Topan Sandy AS. Indeks Nikkei +0,6%; KOSPI +0,5%; KLSE -0,03% dan STI +0,3%. Untuk IHSG sendiri kami perkirakan bergerak bervariasi cenderung sideways dengan kisaran trading berada di level 4.315-4.357. Katalis domestik adalah musim release kinerja keuangan emiten 9M12..
|
|
#183
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily Views 02 November 2012 IHSG kemarin ditutup melemah terbatas sebesar 0,3% berada pada level 4.335,4 akibat berkanjutnya aksi profit taking investor asing yang tercatat membukukan transaksi net sell senilai Rp 846 miliar karena adanya crossing saham PWON senilai Rp 816 miliar difasilitasi oleh PWON. Sementara itu, BPS melaporkan tingkat inflasi di Oktober 2012 mencapai 0,16% sedangkan year on year inflasi Oktober 2012 mencapai 4,61%, sedikit lebih tinggi dari prediksi pasar. Tercatat sektoral industry dasar, consumer dan perdagangan ditutup pada teritori merah yang merupakan key driver koreksi IHSG. Saham-saham top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 800 ke Rp 41.450, Indocement (INTP) naik Rp 750 ke Rp 22.550, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 54.750, dan Indosat (ISAT) naik Rp 500 ke Rp 7.000; sedangkan saham top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 13.500 ke Rp 143.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 48.200, XL Axiata (EXCL) turun Rp 500 ke Rp 6.350, dan Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 23.400. Bursa Wall Street dan Eropa semalam ditutup menuat signifikan dipicu oleh meningkatnya indeks keyakinan konsumen dan berkurangnya data pengangguran mingguan AS d Oktober. Selain itu, proses recovery yang cepat di New York dan New Jersey pasca hantaman angin topan Sandy juga turut mendongkrak penguatan yang terjadi. Indeks Dow Jones naik sebesar 1% untuk ditutup pada level 13.232,6 ditopang oleh penguatan saham blue chip Bank of America dan Microsoft. Sementara indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx masing-masing menguat sebesar 1,4% dan 1,2%. Bursa Asia pagi ini dibuka serentak menguat dimana indek Nikkei +1,2%; KOSPI +1,1%; KLSE -0,3% dan STI +0,6%. Untuk IHSG hari ini kami perkirakan berpeluang terjadi rebound dengan kisaran trading berada di level 4.285-4.365. more info
|
|
#184
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily Views 06 November 2012
IHSG awal pekan kemarin ditutup terkoreksi sebesar 0,8% pada level 4.302,9 akibat kuatnya sentiment negative global meski BPS mencatat ekonomi RI bertumbuh 6,17% di 3Q12 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,21%. Keseluruhan sektoral IHSG kompak terkena aksi profit taking investor dimana tekanan jual signifikan marak terjadi pada saham unggulan di sektor pertambangan dan saham-saham lapis kedua. Bursa Asia juga ditutup melemah akibat sikap wait & see atas Pemilu Presiden AS. Saham-saham top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 300 ke Rp 19.800, Lionmesh (LMSH) naik Rp 300 ke Rp 8.400, Asuransi Binda Dana Arta (ABDA) naik Rp 290 ke Rp 1790, dan Fast Food (FAST) naik Rp 200 ke Rp 12.200; sedangkan saham-saham top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.400 ke Rp 21.550, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.200 ke Rp 46.650, United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 20.650, dan Nippon Indosari (ROTI) turun Rp 300 ke Rp 5.850. Bursa Wall Street semalam di awal pekan ditutup menguat terbatas dipicu oleh aksi selektive buy investor jelang Pemilu Presiden AS dengan indek Nasdaq tercatat membukukan penguatan tertinggi sebesar 0,6% untuk ditutup di level 2.999,7. Indeks Dow Jones sendiri menguat tipis sebesar 0,1% berada di level 13.112,4 dipimpin oleh peguatan saham HP sedangkan koreksi saham unggulan seperti Bank Of America dan United Health menahan laju penguatan Dow Jones. Sementara itu, bursa Eropa ditutup turun sebagai akibat wait and see inevstor atas gejolak politik AS terkait Pemilu Presiden dimana indeks DJ Euro Stoxx turun 1,2% ditutup pada level 2.517,7. Jelang Pemilu Presiden AS, bursa Asia pagi ini dibuka cenderung melemah dimana indeks Nikkei -0,3%; KLSE -0,03%; STI -0,2% dan KOSPI +0,3%. Untuk IHSG hari ini kami perkirakan bergerak cenderung sideways dengan kisaran trading berada di level 4.243- 4357. |
|
#185
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily Views 09 November 2012
IHSG kemarin ditutup kembali melemah 0,5% di level 4.327,9 mengekor jatuhnya bursa Asia akibat outlook negative dari AS dan Eropa, yakni pembengkakan anggaran AS dan jeleknya data-data ekonomi makro Jerman. Hampir keseluruhan sektoral ditutup terkoreksi yang dipimpin oleh pelemahan saham-saham unggulan akibat maraknya tekanan jual, terkecuali saham sektoral aneka industry yang ditutup menguat. Asing membukukan transaksi net sell senilai Rp 326 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya Multi Prima (LPIN) naik Rp 300 ke Rp 7.500, Pudjiadi (PNSE) naik Rp 230 ke Rp 1.180, Akasha Wira (ADES) naik Rp 190 ke Rp 1.780, dan Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 150 ke Rp 2.650; sedangkan saham-saham top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 41.150, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 20.550, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 20.600, dan Goodyear (GDYR) turun Rp 300 ke Rp 12.200.. Bursa Wall Street semalam kembali ditutup terkoreksi akibat investor fokus pada langkah konkret pemerintahan Obaman periode II untuk menyelesaikan masalah fiscal cliff. Indeks Dow Jones turun 0,9% untuk ditutup pada level 12.811,3 dipimpin oleh pelemahan saham Cisco dan Mcdonald. Sementara itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing ditutup melemah sebesar 1,2% dan 1,4% terkontribusikan dari koreksi di keseluruhan sektoral yang dipimpin oleh pelemahan sektoral energy dan consumer. Bursa Eropa juga ditutup turun terbatas seiring dengan volatilenya ekonomi global. Indeks DJ Euro Stoxx stagnan di level 2.479,1 sedangkan FTSE -0,3% untuk ditutup pada level 5.776,1. Bursa Asia akhir pekan pagi ini dibuka serentak melemah jelang release data ekonomi China. Indeks Nikkei -1%; KOSPI -1,6%; STI -0,3% dan KLSE +0,03%. Untuk IHSG akhir pekan kami perkirakan bergerak dalam kisaran trading 4.272-4.353 cenderung melanjutkan pelemahan yang terjadi. more info |
|
#186
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily Views 13 November 2012 IHSG awal pekan ditutup terkoreksi terbatas sebesar 0,3% berada pada level 4.318,6 akibat sikap wait and see investor menyusul kekhawatiran 'fiscal cliff' di AS. Tekanan jual marak terjadi pada saham-saham lapis dua serta saham-saham blue chip berbasis komoditas di akhir sesi perdagangan. Investor asing membukukan transaksi net buy senilai Rp 505 miliar. Saham-saham jajaran top gainers diantaranya Indosat (ISAT) naik Rp 150 ke Rp 6.650, Bayan (BYAN) naik Rp 150 ke Rp 10.450, BCA (BBCA) naik Rp 150 ke Rp 8.700, dan Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 130 ke Rp 1.830; saham-saham kategori top losers antara lain Inti Bangun (IBST) turun Rp 850 ke Rp 4.650, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 40.900, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 700 ke Rp 13.600, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 47.200. Kekhawatiran investor atas permasalahan fiscal cliff AS mendorong bursa Wall Street ditutup stagnan ditengah tipisnya transaksi perdagangan awal pekan. Untuk mengatasi masalah fiscal cliff tersebut, Presiden Barack Obama berencana merealisasikan komitmennya dengan menaikkan pajak bagi orang kaya. Sementara itu, bursa Eropa juga cenderung ditutup stagnan to lower akibat kekhawatiran fiscal cliff AS dan bailout lanjutan untuk Yunani membuat investor bersikap skeptic atas ekonomi global. Indeks DJ Euro SToxx terkoreksi sebesar 0,3% ditutup pada level 2.473,5 sedangkan FTSE 100 stagnan pada level 5.767,3. Bursa Asia mengawali perdagangannya dengan dibuka cenderung flat to lower pagi ini dimana indeks KOSPI -0,2% dan Nikkei +0,3%. Untuk IHSG sendiri diperkirakan juga bergerak mixed flat to lower dengan kisaran trading berada di level 4.284-4.349. more info
|
|
#187
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily Views 14 November 2012
IHSG kemarin terjadi teknikal rebound terbatas sebesar 0,3% untuk ditutup pada level 4.332,1 didorong oleh aksi selective buy pada beberapa saham yang oversold ditengah kekhawatiran fiscal cliif AS dan Pemilu China. Volume transaksi IHSG melonjak tinggi akibat crossing saham PT Hero Supermarket Tbk (HERO) senilai Rp 1,4 triliun yang difasilitasi oleh broker CLSA Indonesia (KZ). Saham-saham top gainers diantaranya Inti Bangun (IBST) naik Rp 450 ke Rp 5.100, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 450 ke Rp 3.925, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 55.300, dan BCA (BBCA) naik Rp 300 ke Rp 9.000; sedangkan saham-saham top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 4.000 ke Rp 139.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.300 ke Rp 39.600, Adira Finance (ADMF) turun Rp 500 ke Rp 11.100, dan Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 29.950. Masih terombang ambing oleh penyelesaian masalah fiscal cliff AS, bursa AS kembali ditutup terkoreksi terbatas. Masalaj fiscal cliff ini juga mengerek turun harga saham sektoral perbankan AS dipimpin oleh koreksi saham Bank of America. Indeks Dow Jones sendiri ditutup melemah sebesar 0,5% di level 12.756,18 dipimpin oleh pelemahan saham sektoral tekonologi, yaitu: Microsoft, Intel dan Home Depot. Sementara itu, bursa Eropa semalam ditutup menguat terbatas terdongkrak oleh keputusan bailout lanjutan terhadap Yunani ditengah maraknya berita negative terutama fiscal cliff AS dan stagnannya data ekonomi Jerman. Indeks DJ Euro Stoxx ditutup menguat 0,8% berada di level 2.493,1 sedangkan FTSE 100 menguat 0,3% untuk ditutup di level 5.786,3. Pagi ini bursa Asia dibuka melemah pasca maraknya berita negative dimana indeks Nikkei +0,1%; KOSPI -0,4%; STI -0,7% dan KLSE -0,1%. Untuk IHSG sendiri jelang libur akhir pekan yang panjang berlangsung sideways cenderung flat to lower dengan kisaran trading berada di level 4.320-4.362. more info |
|
#188
|
||||
|
||||
|
Lautandhana Daily Views 20 November 2012 Pasca libur panjanga, IHSG awal pekan melawan arus penguatan bursa regional yang akhirnya ditutup terkoreksi 0,9% berada di level 4.313,4 akibat maraknya aksi ambil untung investor pada saham blue chip terutama sektoral perbankan, perkebunan dan konsumer. Saham-saham top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.000 ke Rp 40.950, Bayan (BYAN) naik Rp 350 ke Rp 10.950, Sona Topas (SONA) naik Rp 150 ke Rp 3.050, dan MNC (MNCN) naik Rp 150 ke Rp 2.500; sedangkan sahamsaham kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 750 ke Rp 19.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 600 ke Rp 15.600, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 25.650, dan Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 22.500. Bursa Wall Street dan Eropa awal pekan ditutup serentak menguat signifikan ditopang oleh sinyal positif atas kemajuan tahapan penyelesaian masalah fiscal cliff AS senilai US$ 600 miliar lewat peningkatan pajak orang kaya serta rencana pemangkasan anggaran belanja AS. Ditambahkan pula, penguatan signifikan tersebut juga didorong oleh bertumbuhnya data penjualan property AS di bulan Oktober sebesar 2,1% yang melebihi ekspektasi sehingga mendorong optimisme pemain property untuk dapat kembali bertumbuh di November. Sinyalemen positif ini diikuti oleh lonjakan harga komoditas dunia dimana WTI +2,7%; CPO +1%; Emas +1% dan Coal Newcastle Indeks +1,6%. Indeks Dow Jones sendiri ditutup naik 1,6% berada di level 12.796 dipimpin oleh leaju penguatan saham Apple, Bank of America dan Home Depot; sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat 2% dan 2,2% dikontribusikan oleh penguatan saham sektoral teknologi dan material. Sementara itu, indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing menguat sebesar 2,8% dan 2,4% untuk ditutup pada level 2.495,2 dan 5.737,7. Sinyalemen positif atas progress penyelesaian masalah fiscal cliff AS juga direspon bursa Asia pagi ini yang dibuka menguat. Indeka Nikkei +0,2%; KOSPI +0,8%; STI +0,6% dan KLSE +0,2%. Untuk IHSG sendiri kami perkirakan bergerak dengan kisaran trading berada di level 4.266-4.346 dan cenderung rebound terbatas.. see more
|
|
#189
|
||||
|
||||
|
Market Analysis 21 November 2012 Dibuka dengan penguatan di awal sesi perdagangan kemarin, namun akhirnya indeks terkoreksi sebesar 0.02% atau 1.07 poin dan ditutup di level 4,312.37. Minat jual asing juga masih turut mewarnai perdagangan kemarin dimana tercatatkan sebesar Rp.123.55 miliar. Dan dari sekitar 368 saham yang kemarin aktif di perdagangkan, sekitar 115 saham menguat, 153 saham terkoreksi, dan 100 saham tidak mengalami perubahan. Dan pergerakan di hari ini diperkirakan akan dikisaran: Support : 4,277.94 Resistance : 4,341.39
Stock Analysis 21 November 2012 -Saham PGAS walaupun kekuatan jual mulai melemah di perdagangan kemarin, namun harga masih berpeluang untuk terkoreksi kembali dan membentuk reversal dikisaran level 4100 � 4350. -Saham TLKM tidak validnya pola bullish harami di perdagangan kemarin membuat masih adanya peluang untuk menguji support terdekat pertama dikisaran level 9050. source
|
|
#190
|
||||
|
||||
|
Investor Reference 22 Nov 2012
LOTS Trading Club� | lots.co.id Lautandhana Securindo | YJ � GIAA 700 Buy, Target 740-770, Stop Loss 670. Melonjaknya harga minyak adalah momok yang paling menakutkan pada saham ini. Tapi tahukah Anda bahwa dunia saat ini tengah berkecukupan, jika tidak ingin disebut berlebih minyak? Hanya soal waktu dunia akan booming shale migas seperti halnya US. � IDKM 1060 Buy, Target 1120-1180, Stop Loss 1040. Berada di sektor yang terkait erat dengan middle class story, IDKM juga memiliki performa dan valuasi yang menarik di sektornya. � WIKA 1470 Trading Buy, Target 1520-1550, Stop Loss 1440. Semakin ditunggu, semakin tinggi. Tim rekomendasi LOTS secara konsensus telah mufakat memasukkan WIKA sebagai saham pilihan yang pantas dimiliki untuk tujuan jangka menengah panjang. � MYOR 19700 Trading Buy, Target 20500-20900, Stop Loss 19450. Pure consumer player. Consumer sector telah dan masih akan menjadi sektor diurutan teratas yang ada dibenak investor untuk menjadi target investasi. Koreksi tajam harga sahamnya merupakan diskon yang sangat menggoda. � MAIN 1940 Trading Buy, Target 2100, Stop Loss 1900. Secara valuasi bersaing murah dengan JPFA, namun MAIN memiliki angka ROE yang jauh lebih tinggi. Ada insentif ekstra berupa dividen tunai Rp25 dengan cum 6 Desember mendatang. me @ LOTS Trading Club (LTC) |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| LOTS - Lautandhana Online Trading System | Forex | |||
| JUAL Lautandhana Online Trading Saham LOTS | Software Original & Open Source | |||
| FXSBO - Spread Trading Online Broker | Forex | |||