| FAQ |
| Calendar |
|
#151
|
||||
|
||||
|
Aussie Melesat Setelah Data Ketenagakerjaan Lampaui Ekspektasi Dolar Australia menguat terhadap Dolar AS, menyusul update data ketenagakerjaan menunjukkan performa baik. Sebelumnya, mata uang ini mengalami penurunan sejak akhir Januari dan terpuruk di level rendah, setelah menguat tajam sebanyak lebih dari 8.4 persen. Menurut data terbaru yang dirilis pada Kamis pagi, perekonomian Australia mencetak 50.9k pekerjaan baru. Ini peningkatan besar dibandingkan 12.0 pada bulan Mei, dan mengungguli ekspektasi ekonom yang memperkirakan pertambahan hanya sebanyak 16.5k. Sementara itu, tingkat pengangguran bulan Juni tetap rendah dan sejalan dengan data periode sebelumnya maupun estimasi pada 5.4 persen. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja naik tipis ke 65.7 persen, meskipun diestimasikan tetap sama dengan periode sebelumnya pada 65.5 persen. Karena kenaikan data ketenagakerjaan biasa mendorong kenaikan inflasi, maka ACY menilai rilis data inflasi kuartal kedua pada pekan depan perlu diperhatikan. Data ekonomi yang positif dapat menyebabkan Reserve Bank of Australia melangkah ke jalur kenaikan suku bunga. Berikutnya, sentimen yang berhubungan dengan Dolar Aussie boleh jadi akan rapuh menghadapi minat risiko dalam 48 jam ke depan, dikarenakan kekhawatiran baru mengenai perdagangan AS-China. Departemen Perdagangan AS akan mempertimbangkan kembali kemungkinan penerapan tarif atas produk otomotif dalam dua hari mendatang. Grafik AUD/USD Daily ![]() Berdasarkan grafik Daily, outlook yang lebih luas untuk AUD/USD di kalangan investor masih pesimis, karena belum keluar dari tren menurun yang terbentuk sejak awal tahun ini. Namun demikian, dalam jangka pendek dan menengah, Dolar Aussie boleh jadi reli untuk menguji batas atas Descending Channel atau bahkan Retracement 61.8%. Dalam pandangan ACY, potensi reli nampaknya didukung oleh RSI dan MACD yang bergerak naik. Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#152
|
||||
|
||||
|
Yen Jatuh Menjelang Rapat BoJ Pada hari Senin, Yen Jepang menghapus kenaikan yang diperoleh pada sesi perdagangan sebelumnya dan diperdagangkan pada 111.068 per Dolar pada pukul 12:14 pm waktu Sydney. Perdagangan cenderung flat dalam beberapa hari terakhir, meskipun sebelumnya Yen sempat mengalami kenaikan dramatis. Namun, Yen boleh jadi akan menguat setelah data menunjukkan bahwa penjualan ritel Jepang berbalik naik pada bulan Juni; pulih dari kemerosotan pada bulan Mei dan memberikan sinyal perbaikan konsumsi di kuartal kedua. Bersama langkah-langkah BoJ untuk membeli lebih sedikit obligasi dan memangkas bertahap pembelian obligasi jangka panjang; para pengambil kebijakan melanjutkan perlambatan kebijakan moneter longgarnya dan mendorong naik yield obligasi jangka panjang yang bisa jadi atraktif bagi investor serta menarik lebh banyak dana masuk ke dalam negeri. Diantara semua spekulasi tentang kemungkinan perubahan kebijakan Bank of Japan pekan ini, ACY mencatat, perubahan paling penting bagi pasar obligasi global boleh jadi telah berlangsung. Namun, para investor juga akan berfokus pada apakah Bank of Japan bakal memodifikasi kebijakannya, serta mencari indikasi kalau-kalau Federal Reserve akan menjaga jarak dari rencana dua kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini. Outlook Teknikal USD/JPY Pada grafik Daily, USD/JPY menjaga momentum flat dalam beberapa hari terakhir, tepat dekat 110.87 (Retracement 61.8%) yang dipandang sebagai garis Support. ACY memperkirakan, breakout dari garis ini bisa mengakibatkan kemerosotan lebih lanjut menuju level Support yang digambarkan dengan tinta biru. Namun demikian, ada kemungkinan lebih besar untuk pembalikan (reversal) jangka menengah dalam beberapa hari ke depan, karena pasangan mata uang ini mungkin ditopang oleh Retracement 61.8% dan batas bawah Upward Channel. Grafik USD/JPY Daily Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#153
|
||||
|
||||
|
Harga Minyak Di Tengah Meningkatnya Risiko Suplai Global West Texas Intermediate (WTI) Futures melonjak 1.44 persen ke USD70.714 per barel, kenaikan terbesar dalam lebih dari sebulan terakhir, karena kekhawatiran kalau-kalau fasilitas produksi penting di Kanada tak bisa kembali beroperasi normal secepat yang diharapkan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai suplai minyak secara global. Walaupun ketegangan perdagangan antara AS dan China dalam beberapa pekan terakhir telah menekan harga minyak menurun selama separuh bulan ini, tetapi Barclays Plc memperingatkan adanya risiko kenaikan harga yang cukup sigifikan dalam kuartal IV. Pasalnya, sanksi AS atas Iran bakal memangkas ekspor minyak Iran sebanyak sekitar 700,000 barel per hari (bph). ACY mencatat, Dolar AS merosot lebih jauh menjelang keputusan suku bunga FOMC minggu ini. Bank sentral AS diperkirakan bakal tak merubah suku bunga, sehingga dapat mendongkrak daya tarik komoditas yang diperdagangkan dengan mata uang Dolar AS. Grafik WTICOUSD Daily Melihat pergerakan harga harian pada WTI, akan nampak bahwa kenaikan harga baru-baru ini telah membuat harga menemui halangan berat. ACY menilai, garis tengah Bollinger Bands dan level dekat 71.25 (Retracement 23.6%) boleh jadi menghambat kenaikan harga lebih lanjut. Apabila terjadi pembalikan harga (reversal), maka level 68.75 (Retracement 38.2%) bisa dipandang sebagai resisten penting yang bisa menekan harga merosot lebih jauh. Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#154
|
||||
|
||||
|
Euro Jatuh Sedikit Karena GDP Lebih Rendah Dibanding Ekspektasi Euro bergerak flat terhadap Dolar AS dalam sebulan terakhir, dan grafik menunjukkan penurunan tipis ke USD1.169 pada hari Selasa, karena terungkap bahwa perekonomian Zona Euro terus melambat pada kuartal kedua. GDP Zona Euro yang memimpin kalender ekonomi pada jam perdagangan Eropa pada hari Selasa, menunjukkan bahwa perekonomiannya tumbuh 0.3 persen pada kuartal yang berakhir Juni 2018, setelah meningkat 0.4 persen pada kuartal sebelumnya. Angka tersebut meleset dari ekspektasi pasar yang mengharapkan kenaikan 0.4 persen, sekaligus merupakan pertumbuhan terlambat sejak kuartal II/2016, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China. Dari data GDP dalam satu dekade terakhir, perekonomian Zona Euro sempat mengalami pertumbuhan pesat pada 2017, tetapi mundur dengan cepat tahun ini; menggarisbawahi kesenjangan yang lebih besar dibandingkan Amerika Serikat. Menurut ACY, divergensi kebijakan moneter lebih lanjut antara bank sentral kedua negara, yang berdampak pada selisih suku bunga lebih tinggi, kemungkinan akan membebani Euro tahun ini. Sementara itu, tingkat pengangguran di kawasan Euro tetap 8.3 persen pada bulan Juni, terendah sejak Desember 2008. Angkanya sama dengan hasil revisi bulan lalu dan sejalan dengan ekspektasi pasar. Grafik EUR/USD Daily Outlook jangka menengah untuk EUR/USD dalam beberapa hari ke depan akan berjuang dalam celah sempit antara level tertinggi dan terendah sebelumnya. Breakout ke atas maupun ke bawah akan memicu pergerakan lebih lanjut ke satu arah tertentu. Lebih dari itu, nampak resisten pada 1.175 (Retracement 23.6%). Dalam hal ini, ACY menyarankan, investor lebih baik masuk pasar setelah EUR/USD breakout ke arah tertentu. Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#155
|
||||
|
||||
|
Sterling Jatuh Menjelang Keputusan Suku Bunga BoE Sebelumnya, Pounds Inggris bergerak naik sedikit dan ditutup pada 1.31253 terhadap Dolar AS di hari Rabu, tetapi secara keseluruhan masih di level rendah. Namun demikian, di sesi trading siang ini, ACY mencatat, Pound tergelincir dan diperdagangkan pada $1.3101 per 3:45 waktu Sydney, menjelang pengumuman suku bunga Bank of England (BoE). Para ekonom telah memprediksi kalau BoE kemungkinan menaikkan suku bunga acuan dari 0.50 persen ke 0.75 persen pada hari Kamis, melanjutkan pengetatan kebijakan moneternya. Dikarenakan sejumlah ketidakpastian mengenai masalah Brexit dan perlambatan ekonomi, yang dilaporkan hanya tumbuh 0.2 persen di kuartal I/2018; mata uang ini kemungkinan naik dalam jangka pendek, tetapi outlook lebih luas kurang optimis. Sementara itu, Federal Reserve di Amerika Serikat menyampaikan pandangan bernada hawkish pada hari Rabu. Mereka tak merubah suku bunga, tetapi mengatakan pertumbuhan ekonomi "kuat". Komite pengambilan kebijakan moneter AS tersebut mengulangi pernyataan bulan Juni bahwa mereka mengekspektasikan "kenaikan Federal Funds Rate bertahap lebih lanjut sesuai kisaran target akan konsisten dengan aktivitas ekonomi yang berekspansi secara berkelanjutan, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi yang mendekati target 2 persen yang diinginkan oleh komite". Pernyataan tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada bulan September kembali menjadi fokus pasar. Grafik GBP/USD Daily Outlook yang lebih luas untuk GBP/USD masih netral berlandaskan support beberapa level rendah sebelumnya dan Fibo Retracement 50.0% (1.3000). Namun demikian, ACY menilai, kejatuhan secara dramatis bisa terjadi bila nantinya pasangan mata uang ini tembus resisten kunci ini. Menurut William's Percent Range (%R), divergen positif mensinyalkan pasangan mata uang ini bisa berbalik naik setelahnya, tetapi masih belum diketahui seberapa kuat pembalikan tersebut nantinya. Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#156
|
||||
|
||||
|
USD/CNH Terus Merosot Di Tengah Konflik Perdagangan Yuan offshore (CNH) terus merosot pada hari Kamis, meskipun People's Bank of China (PBoC) mematok nilai tukar acuan lebih kuat terhadap Dolar AS. Hal ini terjadi setelah serangkaian kejatuhan yang terjadi pada pertengahan Juni ketika konflik perdagangan antara AS dan China memanas. Dolar melesat terhadap mata uang mayor dan mata uang negara-negara berkembang pada hari Kamis, sehari setelah pemerintahan Trump menyatakan tengah mempertimbangkan akan mengenakan bea impor sebesar 10-25 persen lagi atas barang impor China senilai USD200 Milyar. ACY mencatat, Yuan telah terdepresiasi nyaris 5 persen terhadap Dolar dalam tahun ini. Selain mendominasi mata uang negara-negara berkembang yang rawan, Greenback juga unggul terhadap nyaris semua mata uang G10. Hanya Yen yang memiliki kekuatan safe haven saja yang masih bertahan menghadapi kekuatan Greenback. Walaupun Federal Reserve tak merubah suku bunga acuan minggu ini, tetapi nada hawkish rapat FOMC telah mendorong ekspektasi pasar akan dilakukannya dua kali kenaikan suku bunga lagi dalam tahun ini, sehingga memperkuat outlook jangka panjang Dolar AS meski Presiden Trump menuduh kekuatan ini menggerogoti daya saing kompetitif Amerika dalam menghadapi masalah perdagangan. Secara teknikal, price action harian yang nampak dari kenaikan USD/CNH kelihatannya tak terhentikan lagi pada titik ini, sementara isu-isu fundamental masih berperan penting. ACY melihat, USD/CNH mendekati resisten penting sekitar 6.9175 dan apabila nantinya terjadi breakout maka akan mengungkap resisten berikutnya pada level tinggi historis dekat 6.986. Grafik USD/CNH Daily Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#157
|
||||
|
||||
|
S&P 500 Terus Meningkat Berkat Tumbuhnya Optimisme Saham-saham Amerika Serikat terus meningkat, mendorong terjadinya kenaikan empat hari beruntun di tengah optimisme bahwa pertumbuhan AS akan berlanjut. Indeks S&P 500 ditutup pada 2858.5 poin pada hari Selasa, level tertinggi sejak 26 Januari. Kenaikan memudar pada setengah jam terakhir perdagangan, karena investor keluar dari saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga, lantaran kenaikan yield obligasi Treasury. Pada hari Selasa malam, Amerika Serikat mengatakan akan mulai menerapkan tarif 25 persen atas 279 produk yang didatangkan dari China dengan total $16 Miliar, sehingga memperburuk perang dagang yang berlangsung diantara kedua negara. Ini akan menjadi keduakalinya AS menerapkan bea impor atas produk-produk China dalam sebulan terakhir, walaupun perusahaan-perusahaan AS mengatakan bahwa langkah ini akan meningkatkan biaya bisnis dan harga-harga di tingkat konsumen. Outlook yang lebih luas untuk Indeks S&P 500 nampaknya masih dalam momentum meningkat, dikarenakan adanya sejumlah ruang menjelang resisten penting di sekitar 2876. ACY mencatat, indeks bergerak menyusuri Ascending Price Channel yang dimulai sejak April, dan batas atas Channel boleh jadi menghalanginya untuk naik dengan cepat. Grafik S&P500 Daily Namun demikian, divergen RSI yang negatif mensinyalkan bahwa indeks bisa jadi mundur setelah menguji resisten tersebut. Oleh karenanya, ACY menyarankan agar investor mengamati apakah nantinya akan ada konfirmasi breakout atau kemunduran, guna membuat keputusan investasi yang tepat. Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#158
|
||||
|
||||
|
S&P 500 Mulai Mundur Menjelang Rilis CPI S&P 500 Futures menurun 3.2 poin ke 2847.1 per pukul 2:30 pm di Sydney pada hari Jumat, memangkas kenaikannya dalam tahun 2018 ke 7 persen. Sebelumnya, kenaikan beruntun indeks telah membawanya mendekati level tertinggi yang tercapai pada bulan Januari, meskipun ada eskalasi ketegangan dengan China. Sedikit tanda bahwa tarif yang telah diterapkan atau ketakutan mengenai eskalasi konflik dagang berdampak substansial terhadap keuntungan perusahaan-perusahaan AS ataupun variabel ekonomi secara keseluruhan yang dapat berimbas pada pertumbuhan. Dengan melihat performa ekonomi secara umum, Amerika Serikat nampaknya jatuh dari dari ketegangan geopolitik. Dalam mengejar keuntungan dari investasi di pasar forex, tanggal rilis CPI akan dianggap penting oleh investor. ACY mencatat, CPI bulan Juli diestimasikan 0.2 persen (MoM), lebih tinggi dari pertumbuhan 0.1 persen pada periode sebelumnya. Pada grafik Daily, S&P 500 Index nampaknya cenderung mundur dari level tertinggi. Dengan menggambar sebuah Fibonacci Speed Resistance Fan, kita dapat melihat bahwa jika indeks terus meningkat, maka ia akan menghadapi halangan dari garis tengah perangkat ini; hal mana dapat mengurangi laju kenaikan indeks. Grafik S&P 500 Daily Di sisi lain, jika indeks mundur, sebuah garis support yang menghubungkan dua level tinggi sebelumnya, bisa jadi menyangganya. Breakout lebih lanjut akan mengungkap support lain disediakan oleh level Retracement 61.8%. Menurut ACY, titik dimana investor bisa masuk dapat dicari ketika Stochastic Oscillator mundur ke bawah 80.0 dan terkonfirmasi. Sumber : https://www.acy.com/category/market-...ffiliate=12229 |
|
#159
|
||||
|
||||
|
EUR/GBP Bisa Jadi Rebound Menjelang Rilis CPI Inggris Selang sehari setelah mencapai level tertinggi 10 bulan, EUR/GBP terus menurun. Pada hari Selasa, pasangan mata uang ini turun 0.23 persen ke penutupan pada 0.89144, meskipun perekonomian Zona Euro tumbuh 0.4 persen di kuartal II/2018, lebih cepat 0.1 persen dibanding ekspektasi maupun pencapaian sebelumnya.Kelemahan Euro dalam beberapa hari terakhir boleh jadi dipengaruhi oleh perlambatan GDP kuartal kedua di Jerman. GDP Jerman awalnya diekspektasikan naik 2.1 persen oleh para ekonom, tetapi ternyata hanya 2.0 persen (w.d.a). Lebih dari itu, kejatuhan Lira Turki memunculkan ketidakpastian dan menyeret perekonomian di kawasan Euro secara keseluruhan. Investor perlu mengamati data CPI Inggris bulan Juli yang akan diekspektasikan rilis dengan angka 2.5 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Apabila data CPI mencapai ekspektasi, maka ACY menilai, reli Pound dalam jangka pendek kemungkinan terjadi. Grafik EUR/GBP Daily Secara teknikal, Andrew's Pitchfork menunjukkan bahwa pergerakan harga EUR/GBP masih dalam momentum kenaikan, tetapi saat ini sedang berbalik ke garis tengah yang bisa dianggap sebagai level support Daily. Potensi reli juga harus dikonfirmasi oleh rebound Relative Strength Index (RSI) yang saat ini menghadapi level support yang terbentuk dari low sebelumnya. Apabila EUR/GBP gagal breakout ke bawah dari garis tengah, maka resisten akan nampak dari trendline kedua. Menurut ACY, Investor bisa mendapatkan peluang untuk masuk ke posisi long apabila pergerakan harga menunjukkan reli. Sumber : Market Analysis Archives - ACY |
|
#160
|
||||
|
||||
|
Aussie Terus Menguat Setelah Laporan Ketenagakerjaan Dolar Australia melanjutkan rebound hari kedua dari level terendah dalam tahun ini. ACY mencatat, AUD/USD meningkat 0.72 persen ke penutupan pada US$0.73116 di hari Jumat, setelah pengangguran di pasar tenaga kerja Australia bulan Juli dilaporkan menurun 0.1 persen. Perubahan ketenagakerjaan di bulan Juli hanya -3,900, dikarenakan banyak pekerja paruh waktu yang kehilangan mata pencahariannya. Namun demikian, tingkat pengangguran menurun lantaran Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja menurun 0.2% dari 65.5%. Dalam hal ini, tingkat pengangguran yang lebih rendah tidak dapat diartikan sebagai indikasi kondisi ekonomi yang bagus. Apabila kita melihat pasar Amerika Serikat, indeks Dolar AS melemah seiring dengan persiapan negosiasi perdagangan baru antara China dan AS. Pasar mengharapkan gejolak baru-baru ini tak mengganggu rencana pengetatan moneter Federal Reserve. Fed diekspektasikan menaikkan suku bunga pada rapat berikutnya, dan akan memantau simposium Jackson Hole untuk menemukan petunjuk mengenai apakah keyakinan tersebut beralasan kuat atau tidak; karena pada hari Jumat, selisih yield obligasi 2-tahunan dan 10-tahunan telah menyempit ke terendah sejak 2007. Grafik AUD/USD Daily Pada grafik Daily, ACY menilai outlook AUD/USD yang lebih luas nampaknya mengalami pembalikan (reversal), tetapi perlu dikonfirmasi hingga benar-benar tidak breakout ke bawah. Jika pasangan mata uang ini terus menghimpun momentum, maka resisten yang menghubungkan beberapa level tinggi sebelumnya bisa menjadi halangan pertama. Apabila breakout ini sukses, maka akan mengantarkan pada halangan berikutnya yang bertempat pada Retracement 23.6% berdasarkan Fibonacci Arcs. Sumber : Market Analysis Archives - ACY |
![]() |
|
|
Terkait
|
||||
| Thread | Forum | |||
| Analisa Harian Market Forex oleh Tim FBS | Forex | |||
| Analisa Market Teknikal dan Fundamental | Forex | |||
| cara analisa pergerakan market ala silumankupukupu | Forex | |||
| Analisa Market by reyvalentino19 | Forex | |||
| Free Signal dan Analisa - for Derivative Market | Forex | |||