Chicago � Pejabat Chicago Public School menyelidiki kasus seorang guru mengunggah gambar gadis tujuh tahun bernama Jolly Rancher di Facebook setelah mengerjai model rambutnya.
Ibu Rancher, Lucin Williams, mengatakan, putrinya diminta menaruh permen di ujung rambutnya. Kemudian, Williams mendapati foto putrinya itu diunggah ke Facebook dan memicu ejekan pada gaya rambut gadis malang itu.
Williams pun mengeluhkan apa yang terjadi pada kepala sekolah dan meminta agar guru yang mengunggah foto tersebut segera menghapusnya dari jejaring sosial populer itu agar tak diejek lagi.
Ibu gadis malang itu mengatakan, hal yang mengganggu sebenarnya bukanlah masalah itu, melainkan guru tersebut tak kunjung meminta maaf pada putrinya.
"Tak ada anak yang pergi ke sekolah untuk diejek atau dilecehkan gurunya," ujarnya.
Juru bicara Chicago Public School Monique Bond mengatakan, �Guru terkait akan dikenai tindak pendisiplinan.
Quote:
[/spoiler]
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
for korban:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
for sekolah:
[spoiler=open this] for demo orang tua murid:
Quote:
Originally Posted by Kartolo20
guru edan tuch...bkn teladan yg baek...
Quote:
Originally Posted by Chocowolf13
kacau parah tuh guru...
bisa dilaporin ke kak seto klo di indonesia hehe
Quote:
Originally Posted by JohnPelor
sifat dasar manusia itu dimana-mana sama, suka mengejek sih haha mungkin si guru awalnya jg iseng, eh taunya malah kelewatan
KOmeng yang Netral
Quote:
Originally Posted by Ikiharimardika
ane bingung harus bela siapa gan
kalo bela gurunya, ane ga suka guru ngurus2 rambut anak murid
kalo bela anaknya, gayanya aja ga jelas gan
komeng yang bagus
[quote]
Originally Posted by Firehoax
wek gurunya parah.
engkau tuh tauladan, tempat berlindung, tempat kami merasa kasih yang tak sempat kami rasakan di rumah.. engkau tempat semua harapan dan cita-cita kami sematkan. segala kekurangan dan kelebihan mu kami terima sepenuhnya seperti kami tahu engkau menerima apa adanya kami. kami akui kami adalah tempat dari segala kesalahan namun selalu ada engkau yang mau dengan sepenuh hati menerima kesalahan dan membantu kami memperbaikinya.. engkau bukan sekedar pemberi ilmu dan budi pekerti.. kau pelita dalam gelap dan embun kala kehausan..