FAQ |
Calendar |
![]() |
|
Lounge Berita atau artikel yang unik, aneh, dan menambah wawasan semuanya ada disini dan bisa dishare disini. |
![]() |
|
Thread Tools |
#1
|
|||
|
|||
![]() ![]() ![]() ![]() TEPATNYA, Kamis (17/3) lalu, para korban berupaya mendatangi pegadaian untuk meninta kembali laptopnya. Namun, pihak pegadaian menolak mengembalikan jika tidak ada uang tebusan sebesar Rp 2,5 juta. �Uang dari mana sebanyak itu ? Kami ini kan korban ?� ujar Wawan, seorang mahasiswa yang menjadi korban Nastiti. Herannya, pihak pegadaian bersedia menerima gadai laptop dari satu orang dengan jumlah sampai 500 unit. Jika saja pegadaian jeli, tentu aksi Nastiti ini tidak akan berlangsung lama. �Nggak habis pikir, kenapa pegadaian mau saja menerima dan tidak curiga dengan Nastiti yang menggadaikan laptop hingga ratusan jumlahnya ? Jangan-jangan, ada kerjasama diantara mereka ?� timpal seorang mahasiswa perempuan dengan nada tanya. Kecurigaan mahasiswa tersebut tampaknya bukan tanpa alasan. Polisi pun sempat mengurungkan niatnya saat akan memasang pita garis polisi di rumah pegadaian tersebut. Pasalnya, pihak pegadaian membantah, tidak terlibat dalam aksi penipuan yang dilakukan Nastiti. �Karena, pegadaiannya sempat menyebut nama seorang perwira polisi,� tukas soerang mahasiswa yang datang ke pegadaian bertepatan saat polisi melakukan penyelidikan. Secara terpisah, Humas STIE Perbanas Surabaya Indra belum bisa memastikan Nastiti sebagai mahasiswanya. Alasannya, pihak kampus belum memeriksa arsip mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi perbankan di kawasan Jl Semolowaru itu. �Ya, saya sudah dengar kabar itu. Kami pastikan dulu, apakah benar Nastiti kuliah di sini (STIE Perbanas, red),� tuturnya. Dengan berkedok koordinator sebuah BUMN, Nastiti berhasil menipu lebih dari 600 mahasiswa di 3 perguruan tinggi ternama di Surabaya. Para mahasiswa tersebut rela meminjamkan laptop dengan kompensasi per laptop dihargai antara Rp 300 � Rp 500 ribu untuk seminggu masa sewa. Komplotan ini sudah merambah di tiga kampus Surabaya, yakni Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Airlangga (Unair) dan kampus Nastiti sendiri STIE Perbanas. Belakangan, ada juga dosen yang tertipu aksi penipuan komplotan Nastiti. Selanjutnya, secara bertahap pula laptop-laptop itu digadaikan Nastiti ke sebuah pegadian di Jl Raya Manyar. Tergantung kondisi, harga laptop yang digadai Nastiti ini bervariasi antara Rp 1 juta � Rp 1,5 juta. sumber : Surabaya Post Surabaya Post 2 ini FB pelakunya gan! Sumber Update : Sumber Terbaru komen para ceriwiser termasuk korban ![]() [/spoiler] Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
Quote:
Originally Posted by faozimastur ![]() waspadalah waspadalah Terkait:
|
![]() |
Thread Tools | |
|
|