Jika aku menyanjungmu, tak usah kau tersipu
sebab tersipumu akan menyayat hatiku perih,
karena tak lagi bisa memilikimu.....
Senyum malumu akan membuat anganku melayang,
meleyang menuju duka,
karna ku tak lagi merengkuhmu.....
Getar suaramu menjadi tetesan air laut dalam dahagaku,
sejenak menyejukkan,
namun menyiksa dengan dahaga yg lebih dalam....
Jika kupandangi wajahmu, jganlah berpaling,
biar ku puas lukis bayangmu dihati tuk kubawa serta dalam dunia mimpiku
mimpi yg indah n menyakitkan,
setiap ku bangun tak kudapati suaramu menyapa,
setiap diamku tak ada suara lembutmu menyapa
dalam sendiri dan getirku tak satu nadapun teralun dari lembut ucapmu
karna kau tak lagi disisiku lagi......
kuingini kicau burung gantikan alunan suaramu
putih awan pagi menggantikan redup wajahmu
sejuk hutan gantikan dekap hangatmu,
tinggi gunung gantikan bujuk rayu manjamu,
cahaya sunrise merapi gantikan senyum ceriamu
redup sunset parangtritis gantikan ujar n kebijakanmu
semesta alam dan seluas samudera gantikan bayangmu
Tapi yang kuinginkan hanyalah dirimu, dirimu dan hanya dirimu...
Yogyakarta, September 2003
|