View Single Post
  #2  
Old 10th April 2011
Reporter's Avatar
Reporter Reporter is offline
Ceriwiser
 
Join Date: May 2010
Posts: 972
Rep Power: 18
Reporter memiliki kawan yg banyakReporter memiliki kawan yg banyakReporter memiliki kawan yg banyak
Default

Perompak Somalia Turunkan Nilai Tebusan, ABK Minta Segera Dibebaskan
Quote:
Kediri - ABK MV Sinar Kudus berhasil membujuk perompak Somalia agar menurunkan nilai tebusan. Para ABK juga berharap PT Samudera Indonesia sebagai pemilik kapal segera membebaskan mereka.

Turunnya nilai tembusan menjadi US$ 3 juta tersebut disampaikan Mas Bukhin (37), Mualim II Kapal MV Sinar Kudus, saat berbincang dengan istrinya Yunita (35) melalui sambungan telepon, Senin (11/4/2011) malam.

Menurut Yunita, nilai tebusan yang diminta pembajak saat ini turun sepertiganya dari yang diminta sebelumnya sebesar US$ 9 juta atau Rp 77 miliar.

"Mereka (ABK) sendiri yang menego. Saat ini tebusannya hanya tinggal tiga juta dollar. Kalau dirupiahkan ya sekitar dua puluh enam miliar," kata Yunita, saat berbincang dengan detiksurabaya.com melalui sambungan telepon, Selasa (12/4/2011) pagi.

Dalam percakapan telepon tersebut, Yunita menceritakan, suaminya meminta agar penebusan segera dilakukan. Tapi sayang, saat permintaan tersebut hendak disampaikan ke PT Samudera Indonesia sebagai pemilik kapal, telepon di kantor tempat dia bekerja tidak ada yang menerima.

"Semalam (Mas Bukhin) sudah langsung telepon ke kantor, tapi gak ada yang jawab. Makanya suami saya minta agar disampaikan ke media, tolong disampaikan juga ke perusahaan agar secepatnya menebus," jelas Yunita.

Turunnya nilai tebusan juga diharapkan tak lagi menjadi alasan kendala penebusan. Perompak Somalia, menurut Yunita hanya menginginkan uang dan apabila permintaan tersebut diberikan, kapal akan segera dilepaskan.

"Mereka (perompak) itu hanya butuh duit, gak butuh kapal dan barangnya. Sekarang gak ada tenggang waktu, tetapi kalau terus ditunda ya bisa saja mereka marah lagi," tandasnya.

Terkait kondisi kesehatan ABK, dari percakapan telepon dikabarkan belasan orang yang terserang diare mulai membaik. Namun seorang ABK yang kritis masih dalam perawatan intensif, meski dengan peralatan seadanya.

"Pak Slamet (Riyadi) kemana-mana masih harus dibopong, makan juga disuapi. Kalau yang kena diare sebagian sudah baikan," ujar Yunita.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Rotterdam, Belanda, tangga 16 Maret 2011 lalu.

Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai di Rotterdam 34 hari setelah keberangkatan.

Dari nilai tebusan awal yang diminta sebesar US$ 2,5 juta, para perompak terus meningkatkannya hingga US$ 9 juta atau setara dengan Rp 77 miliar, dengan alasan proses negosiasi yang berjalan alot.

Akibat dari pembajakan yang tak kunjung dibebaskan tersebut, 20 ABK menderita sejumlah panyakit. 14 Diantaranya bahkan terserang diare dan seorang ABK dikabarkan dalam kondisi kritis.
sumber: http://surabaya.detik.com/read/2011/...kan?y991101465


Yusron Ihza: Perompak Pantas Dihajar
Quote:
Jakarta - Bayar atau hajar. Hanya dua opsi itu yang bisa diambil untuk menyelesaikan kasus perompakan seperti yang dialami kapal Sinar Kudus di Teluk Aden, Somalia. Desakan untuk menghajar perompak dengan kekuatan militer menguat.

"Untuk menghadapi perompak saya kira opsinya cuma dua, bayar atau hajar. Tapi menurut saya, perompak itu pantas untuk dihajar," ujar mantan anggota DPR dari Komisi I, Yusron Ihza Mahendra, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (12/4/2011).

Alumnus jurusan Hubungan Internasional UI ini berpendapat, jalur diplomasi tidak ada gunanya dilakukan. Hal itu tidak akan efektif dilakukan lantaran Somalia tengah dilanda perang saudara. Diplomasi dinilainya tidak akan efektif karena Pemerintah Somalia posisinya antara ada dan tiada.

"Pemerintah Somalia sibuk dengan perang saudara. Kalau mau ambil cara diplomasi, diplomasi dengan negara yang porak poranda, tentu mereka tidak akan concern dengan masalah kita. Jadi mau diplomasi sama siapa?" imbuh pria yang juga Wakil Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini.

Beberapa kalangan mengusulkan agar pembebasan 20 ABK berkewarganegaraan Indonesia di kapal Sinar Kudus dilakukan melalui jalur keagamaan. Namun menurutnya hal itu tidak akan efektif. Sebab kapal yang dibajak berbendera Indonesia dan sebagian besar awaknya adalah orang Indonesia.

"Kalau di atas kapal asing ada beberapa warga negara kita, mungkin pendekatan jalur agama bisa. Tapi ini kan isinya semua orang Indonesia," sambung Yusron.

Dia yakin, kekuatan militer Indonesia sanggup menghajar para perompak di Somalia. Sebab Indonesia memiliki alat militer yang cukup canggih dan personel yang handal.

"Malaysia, Korea Selatan dan India bisa membebaskan kapal yang ditawan perompak dengan kekuatan pasukan mereka. Kenapa kita tidak bisa? Kita bisa belajar dan koordinasi dengan negara-negara itu, bagaimana membebaskan dan menyelamatkan awak kapal dari perompak Somalia itu," ucap pria yang masih disibukkan sengan aktivitas mengajar sebagai dosen tamu di beberapa universitas ini.

Kapal MV Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Roterdam, Belanda, tanggal 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 orang di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan.
sumber: http://www.detiknews.com/read/2011/0...pantas-dihajar

Last edited by Reporter; 12th April 2011 at 10:11 AM.
Reply With Quote