Kita kehilangan lagi orang pintar dan cerdas seperti Sri Mulyani, sifat bangsa Indonesia yang kurang bisa menghargai jasa orang lain terulang lagi. Masalah dana talangan 6,7 trilyun kan sudah di terangkan kalau itu buat menyelamatkan per bankan di Indonesia. Trus kenapa harus di ungkit-ungkit lagi? ingat kita lolos dari krismon lho, dan liat amerika mengalami krisis. :yareyare:
|