View Single Post
  #40  
Old 1st May 2010
dex's Avatar
dex dex is offline
Ceriwiser
 
Join Date: Apr 2010
Location: Alam Takambang Jadi Guru, Dima Bumi Dipijak, Disinan Langik Dijunjuang......
Posts: 808
Rep Power: 20
dex mempunyai banyak pengalamandex mempunyai banyak pengalamandex mempunyai banyak pengalamandex mempunyai banyak pengalamandex mempunyai banyak pengalamandex mempunyai banyak pengalamandex mempunyai banyak pengalaman
Default

Latar Belakang Munculnya Adat Dan Nagari Bag.1

Spoiler for Isi:
Saat ini masyarakat baik yang dikampung apalagi yang dirantau memahami adat sebagai sesuatu yang memberatkan. Bila ditanya apa itu adat, memang sulit untuk dijelaskan secara gamblang. Dalam pikirannya, seolah olah apa yang terjadi dan dilihat dalam setiap acara beradat itulah yang disebut adat. Sehingga dengan latar belakang berbeda-beda, masing masing mereka memberikan jawaban yang berbeda-beda pula.

Hal ini mengakibatkan akan terjadinya bias, terlihat membingungkan dan tidak logis. Kita tidak bisa menyesalkan terjadinya kondisi tersebut. Mereka tidak salah karena pengertian adat itu bisa sempit dan bisa luas.

Kok dibalun sabalun kuku
Kok dikambang saleba alam
Dalam kulik manganduang isi,
Dalam isi ado bapanguba,
Dalam panguba batareh pulo


Dalam Bahasa Indonesia :
Kalo dikecilkan sekecil kuku
Kalo bibesarkan selebar alam
Dalam kulit mengandung isi
Dalam isi ada plasma
Dalam plasma ada nucleus/intisari.

Jadi jawaban apa adat itu tergantung pengertian dan pengetahuannya pada lapisan mana. Sehingga diperlukan sekali bertanya kepada yang tahu, berguru kepada yang pandai.

Latar belakang munculnya adat tidak terlepas dari munculnya nagari, ada empat fase munculnya adat/nagari yaitu :
1. Taratak
2. Dusun
3. Koto
4. Nagari

1. Fase Taratak
Pada saat nenek moyang kita dahulu mulai berpikir untuk menetap pada suatu daerah, saat itulah mulai dicari wilayah yang sesuai dan menjanjikan untuk didiami, semak belukar dibabat, kayu ditebangi, lurah ditimbun, bukit diratakan, air dialirkan kesawah ladang.

Lalu ditanamlah ke dalam tanah tiang-tiang pembatas tanah yang disebut dengan batu lantak dengan syarat dan upacara tertentu. Batu-batu lantak itulah menandakan hak bamiliak harato bapunyo (hak milik harta yang berpunya) yang tidak boleh diganggu gugat. Pekerjaan membersihkan lahan itulah yang disebut dengan malaco.

Sedang kegiatan menetapkan batas-batas pendirian pondok/rumah sekarang masih dipertahankan dengan menyebut maantak tanah. Dengan memanggil dan disaksikan oleh seluruh karib kerabat, pihak yang berbatasan tanah dan yang dituakan di kampung diadakan acara syukuran.

Semakin hari anak kemenakan berkembang biak, daerah wilayah makin diperluas, lalu dibuatlah umpuak/pembagian yang jelas terutama untuk kemenakan perempuan yang disebut dengan ganggam dan baumpuak. Agar tidak terjadi pergeseran sesama mereka, silang jo salisiah, bantah jo kalah, dandam jo kesumat, maka dibuatlah aturan secukupmya.

Yang akan mengatur hak dan kewajiban masing masing, hubungan sesama mereka dengan alam dan Sang Pencipta sehingga tercipta keharmonisan.

Barek samo dipikua ringan samo dijinjiang
tatungkuik samo makan tanah tatilantang samo dapek angin
nan hiduik samo dipaliharo nan mati samo disalamaikkan
.

Dalam bahasa Indonesia
Berat sama dipikul ringan sama dijinjing
Tertelungkup sama makan tanah terlentang sama dapat angin
Yang hidup dipelihara yang mati sama diselamatkan.

Proses hingga terlahirnya masyarakat aman dan damai itulah yang disebut dengan taratak, sehingga wilayahnya disebut dengan taratak. Taratak taratua, tertata dengan rapi.

2. Fase Dusun
Sudah menjadi kebiasaan nenek moyang kita untuk berpindah-pindah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Semakin produktif dan prospektif wilayah yang dihuni semakin lama mereka menetap. Tentu saja semakin lama anggota keluarga semakin bertambah.

Dalam perkembangannya, kadang-kadang terjadi perjumpaan dan kesesuaian untuk juga bisa melaco didekat atau diluar wilayah yang telah menjadi taratak. Dengan semakin bertambahnya warga atau kaum wilayah tersebut, maka disusunlah aturan atau norma yang menjelaskan hak dan kewajiban masing-masing kaum yang menghuni wilayah tersebut.

batanggang samo lapa
Takuruang samo mati
Batenggang bakeh nan sampik
Duduak surang basampik sampik
Duduak basamo balapang lapang
Kok lai samo dimakan
Kok indak samo dicari
Lamak diawak katuju diurang
Awak dapek urang buliah
Sairiang samo sajalan saayun salangkah
Sakik samo diubek
Sanang samo dirasokan.


Dalam bahasa Indonesia
Begadang sama lapar
Terkurung sama mati
Bertenggang kepada yang sempit
Duduk sendiri bersempit sempit
Duduk bersama berlapang lapang
Jika ada sama dimakan
Jika tidak ada sama dicari
Enak sama kita enak juga bagi orang lain
Kita dapat orangpun dapat.
Seiring sama sejalan seayun selangkah
Sakit sama diobati
Senang sama dirasakan.

Proses penyunsunan kesatuan wilayah, masyarakat/beberapa kaum dengan segala aturan dan norma yang disepakati itulah yang disebut dengan dusun.
Reply With Quote