KEKECEWAAN YANG MELEMAHKAN
Seringkali ketidakmauan untuk menerima kelemahan orang lain disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menerima kelemahan diri sendiri. Juga, seringkali keseganan mengakui keunggulan orang lain dikarenakan keengganan mengakui kelemahan diri sendiri. Sebenarnya "kelemahan" diri bukan untuk diakui atau ditolak, melainkan dipahami. "Kelemahan" tampak karena kita biasa membandingkan diri sendiri dengan orang lain. "Kelemahan" terlihat karena kita tak cukup mengenal diri sendiri. "Kelemahan" membebani karena kita tak berkenan menerima diri ini apa adanya.
Janganlah apa yang tampak bersinar-sinar pada dada orang lain meredupkan apa yang semestinya berbinar-binar dalam dada ini. Berkaca pada cermin orang lain lebih banyak memberikan kekecewaan. Dan, tak mungkin kita berdiri tegak bersama hati kecewa. Maka kekecewaan itulah sang kelemahan yang sesungguhnya.