Quote:
Originally Posted by vinotree
jlas2 dalem islam boleh..mo bikin praturan baru???
ane sebagai yang belum paham agama..
daripada zinah yah nikah dibawah tangan dlu gpp.asal jangan anggep remeh pernikahan itu..
pernikahan itu suci,jangan nikahnya aja bawa2 agama,,tapi harus bertanggung jawab.
klo ada misalkan prianya cuma mo enaknya doank nah itu baru yang harus ditindak.
itu yang bikin jlek islam.
brat dosanya kalo ga menafkahi istri..dikiranya enak..
bertanggung jawab itu bukan di dunia tapi akhirat.
ALLAH maha tahu apa yang diperbuatnya..
jangan coba boongin orang dengan janji2 yang ga bner..
intinya SYAH mnurut agama..tapi HARUS PUNYA TANGGUNG JAWAB YANG BNER2 SEBAGAI SEORANG SUAMI,TAPI KALO MAMPU NIKAH YA HARUS NIKAH RESMI.
|
Ana setuju banget sama pendapat kumendan. Pada dasarnya secara keseluruhan, pendapat bro vinotree bener banget, tapi ana mau kasi sedikit masukan...
Nikah siri atau nikah dibawah tangan, istilah itu sebenarnya cuma ada di negara kita Indonesia. Istilah siri atau dibawah tangan, artinya kan sembunyi-sembunyi. Sembunyi dari siapa? Jawabnya jelas, sembunyi dari aturan birokrasi pemerintah. Kenapa..? Karena kebanyakan orang yang melakukan nikah siri adalah...
1. Dia sudah beristri dan tidak ingin perkawinannya ini diketahui istri pertama.
2. Dia ini seorang pegawai negeri yang sudah beristri, karena kalau sampai ketauan instansinya, dia akan terkena PP.10 dan kemungknan besar akan dipecat.
Selama ini ana belum pernah tau, kalau ada pasangan pemuda dan pemudi yang masih sama-sama lajang melakukan nikah siri. Artinya, kebanyakan kasus nikah siri adalah bermotif perselingkuhan.
Apa yang ana sampaikan ini berdasarkan kasus-kasus nyata yang sering ana lihat sendiri.