Sy tidak tahu bagaimana penjelasannya Mbah. Namun perjalanan dan pengalaman saya membawa pada suatu inti konsep Ikhlas yang selama ini sudah diajarkan sejak awal kita pertama ngaji. Memang, pengalaman hidup adalah guru paling dahsyat dalam urusan penempaan jati diri kita.
Pengalaman itu membawaku pada suatu titik pemahaman dan penerapan, dari kalimah "Innalillahi Wa Inna Illaihi Rojiun", dan "La Haula Huala Quwata Illa Billah" (Mohon maaf bila ada kesalahan penulisan latin).
Apa yg kita miliki, apa yang ada didunia ini, semua adalah milik-NYA. Dan Allah adalah Yang Maha Kuasa dari segalanya. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa, sedang semua keputusan akhir ada di tangan Allah. Allah memberikan yang terbaik untuk kita, yang cocok, yang berguna. Ketika kita berdoa, kita selalu meminta yang terbaik bagi kita, namun pada kenyataannya, yang terbaik yang Allah berikan itu pasti lebih sering kita anggap sbg BUKAN yang terbaik bagi kita. Padahal bila dicerna dan direnungkan, apa yang terjadi itu memiliki akhir yang baik untuk masa depan kita.
Konsep singkat dan mudah itu yang saya terapkan dalam tiap hajat dan doa saya.
Monggo si mbah dishare juga disini...
Quote:
|
To understand God's love is to have so much to be grateful for...
|