View Single Post
  #45  
Old 27th December 2010
Y451R's Avatar
Y451R Y451R is offline
Moderator
 
Join Date: Nov 2010
Location: Sabah-Malaysia
Posts: 535
Rep Power: 21
Y451R is blessedY451R is blessedY451R is blessedY451R is blessedY451R is blessedY451R is blessedY451R is blessedY451R is blessedY451R is blessedY451R is blessedY451R is blessed
Default

Quote:
Originally Posted by Theamor View Post
Assalamu'alaikum...

ane mau nanya lg nih ndan....
mengenai ibadah Haji....
ada 2 pertanyaan nih ::
1. ibadah Haji kn wajib bagi yg mampu...nah yg seperti apa nih karakteristik mampu nya, apa dari segi harta saja ato dari segi fisik dan psikologis jg ?
trus ane pernah denger kisa di zaman nabi dimana ada Haji yg tidak mabrur karena dia menunaikan haji sedangkan tetangga di sekitar ny ada yg kelaparan tidak di bantu ny (mksd ny msh ada org miskin di sekitar ny), itu gimana ndan....

2. knapa di Indonesia orang2 menambah kn embel2 H ato Hj di nama mereka apabila telah menunai kn ibadah haji....apakah itu bole ?padahal Haji itu kn ibadah, bukan lah suatu gelar kehormatan...ane bingung soal itu, soal ny ane ga pernah denger org2 luar make embel2 haji d depan nama mereka....

terimakasih utk perhatian dan jawaban ny ndan, akhir kata wassalamu'alaikum wr wb.
wa'alaikumsalam

maaf jika lama tidak dijawab ndan...

1. Menurut pandangan saya mampu untuk melaksanakan haji yang pertama adalah mampu secara finansial. mengapa? sebab ibadah haji adalah ibadah yang mengeluarkan biaya. berbeda dengan sholat ataupun shaum romadhon. pada dasarnya itulah keindahan islam jika kita melihat pada rukun islam. dalam rukun islam terdapat tiga jenis ibadah. pertama adalah ibadah transedental yakni hubungannya antara aku dan tuhan ku. hal ini diwakili oleh sholat dan puasa. selain itu terdapat ibadah sosial yakni zakat. terakhir ibadah komplementer alias penyempurna. hajinya seseorang adalah menyempurnakan keislamannya. perkara wajib haji bila mampu memang paling utama adalah mampu secara materil untuk membiayai pemberangkatan di sana. meskipun ada niat namun dana terbatas maka kewajiban tersebut gugur sampai mempunyai modal yang cukup. mampu kedua menurut saya adalah mampu secara ilmi, yakni memahami tata cara ibadahnya. selanjutnya adalah mampu secara fisik maupun psikis. kemampuan ini pada dasarnya butuh penilaian objektif dan sang calon haji bisa mengukur dari nuraninya. karena hati nurani seseorang itu tidak pernah dusta. kadang ada orang yg punya banyak uang justru pelit untuk berangkat haji sedangkan untuk memenuhi hobinya seolah uang itu tidak berharga. dia bisa saja bilang dirinya tidak mampu. namun sesungguhnya hal tersebut tidak diperbenarkan.

contoh kasus yang mandan sodorkan adalah kasus yang menarik. mengapa hajinya tidak mabrur?? jawabannya adalah pelit. sebab si haji tersebut punya harta yang banyak namun sama sekali melupakan tetangganya. jika kembali pada pernyataan saya di atas bahwa haji adalah ibadah komplementer alias penyempurna. sebleum ibadah haji dilaksanakan hendaknya ibadah yg fundamen macam sholat diperbaiki terlebih dahulu. sehingga hajinya tidak mendapat barokah dan hanya mendapat letih dan capek sahaja.

2. menambah gelar haji hanya ada di indonesia sepanjang pengetahuan saya. nah awal mula gelar haji dahulu hanya dimiliki oleh para ulama dan kyai. maka populer panggilan 'tuan haji' bagi para ulama. bahkan di beberapa daerah meskipun seseorang belum haji namun memiliki pengetahuan yg luas mengenai agama dia dipanggil haji. gelar haji tidak pernah disyariatkan oleh Rasulullah. mengapa? sebab jika disyariatkan maka kita akan menyebut para sahabat dengan Haji Umar bin Khottob, Haji Ali bin Abi Tholib, dst... bukankah hal tersebut akan menjadi lucu dan justru melah mengurangi makna haji itu sendiri sebagai sebuah perjalanan spirituil...

akhirul kalam hanya ini yang bisa saya sampaikan...
afwan minkum

wassalam...
Reply With Quote