
24th December 2010
|
 |
Moderator
|
|
Join Date: May 2010
Posts: 9,012
Rep Power: 60
|
|
Quote:
Originally Posted by Palgunadix
Tehnik itu nggak bisa buat orang ndan. soalnya simpel aja, kelamaan. karena tetep aja butuh sel telur betina kan. terus sel telur tersebut, yg sudah dihilangkan inti selnya, kemudian diinjeksikan dengan sel salah satu pejantan. kemudian berkembang menjadi embrio lalu jadi bayi tikus betina (yg DNA nya sama dengan sel pejantan tadi). Tikus betina ini kemudian harus dewasa dulu baru kemudian dibuahi oleh pejantan yang satu lagi. Kalo buat tikus ini nggak masalah karena perkembangan dari bayi tikus sampai dengan tikus dewasa itu rasionya kecil sekali terhadap masa hidup tikus. Coba kalau ini diaplikasikan buat manusia. Misalnya ada pasangan homo yg mau punya anak dengan metode seperti itu. Setelah pembuahan pertama, bayi wanita yg akan lahir butuh berapa lama jadi dewasa untuk bisa dibuahi oleh partner pasangan tersebut? lagipula secara etis ini sama sekali nggak bisa diterima.
|
Ternyata ndan satu ini ngerti banget masalah kayak ginian.

|