Quote:
Originally Posted by pagob69
bagaimana dengan muslimah berjilbab yang berpakaian ketat [tetap mempertontonkan kemolekan tubuh mereka] di muka umum ndan? apa hukumnya buat mereka? atau muslimah berjilbab lain yang banyak beredar di 'area 51'?
|
sebelumnya saya berterima kasih mandan telah mengajukan pertanyaan brilian ini...
sebelum saya jawab intinya saya coba kutipkan sebuah ayat al-qur'an berikut ini :
"Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan pehiasaannya kecuali yang biasa nampak dari pandangan. Dan hen- daklah mereka menutupkan kainkerudung ke dadanya, dan jangan- lah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau keapda ayah mereka, atau putra-putra mereka, atau saudara- saudara mereka, atau putra-putra suami mereka, atau wanita- wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan- pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap kaum wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat kaum wanita. dan janganlah mereka memukul kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung". (Qs An Nur : 31)
dalam ayat ini islam mensyaria'atkan ummatnya yg muslimah untuk menutup auratnya. nah sesungguhnya perintah tersebut adalah menutup seluruh tubuhnya. sebagaimana kita pahami bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali telapak tangan dan wajah. selain itu adalah aurat dan harus dijaga dari pandangan yang bukan muhrimnya.
fenomena belakangan ini menunjukkan adanya peningkatan gelombang jilbabers. namun patut disayangkan jilbabers yang beredar banyak tidak sesuai hukum syara' ndan. dengan alasan mode dan trend mereka 'memodifikasi' jilbab sesuai keinganinan mereka saja. padahal sudah ada rambu yang jelas untuk menggunakan jilbab menurut al-qur'an dan hadits.
beberapa bentuk 'modifikasi' yang ada saat ini antara lain:
- Tidak ditutupnya seluruh bagian tubuh. Seperti yang biasa dan di anggap sepele yaitu terbukanya bagian kaki bawah, atau bagian dada karena jilbab diikatkan ke leher, atau yang lagi trendy, remaja putri memakai jilbab tapi lengan pakaiannya digulung atau dibuka hingga ke siku mereka.
- Sering ditemui adanya perempuan yang berjilbab dengan pakaian ketat, pakaian yang berkaos, ataupun menggunakan pakaian yang tipis, sehingga walaupun perempuan tersebut telah menggunakan jilbab, tapi lekuk-lekuk tubuh mereka dapat diamati dengan jelas.
- Didapati perempuan yang berjilbab dengan menggunakan celana panjang bahkan terkadang memakai celana jeans. Yang perlu ditekankan dan telah diketahui dengan jelas bahwa celana jeans bukanlah pakaian syar'i untuk kaum muslimin, apalagi wanita.
- Banyak wanita muslimah di sekitar kita yang memakai jilbab bersifat temporer yaitu jilbab dipakai hanya pada saat tertentu atau pada kegiatan tertentu, kendurian, acara pengajian kampung dsb, setelah itu jilbab dicopot dan yang ada kebanyakan jilbab tersebut sekedar mampir alias tidak sampai menutup rambut atau menutup kepala.
saya menyebut jilbaber yg berpakaian ketat sebagai jilbab lontong. mohon maaf jika panggilan seperti ini kurang berkenan. sebab kalau kita lihat apa bedanya mereka dengan lontong yang diberi kain penutup. lihat saja kepala mereka tertutup dengan kain tapi bagian bawah tubuhnya diumbar. tak malu pun menggunakan pakaian ketat yang menonjolkan lekuk tubuh. tak jarang menggunakan pakaian yang sangat ngepress. sering juga ditemukan jilbab lontong yang (maaf) terlihat pantatnya ketika menunduk. kalau kita mau jujur dan para jilbaber mau jujur jilbab seperti itu salah.
ketika kita tidak menunaikan syari'at jilbab saja sudah berdosa apalagi ternyata jilbab kita mengakibatkan dosa lain seperti zina mata, naudzubillah. sebenernya apasih tujuan jilbab itu sendiri. tak lain tak bukan adalah untuk menghargai harkat dan martabat wanita itu sendiri dan sebagai bukti komitmen seorang muslimah terhadap Allah. jilbab yang baik dan benar juga mencerminkan keimanan seseorang. akan beda ketika kita menyandingkan jilbabers lontong dengan jilababers anak rohis misalnya. oleh karena itu hendaknya perbaiki cara berjilbab kita dengan baik dan sesuai tuntunan agama, bukan tuntunan sesat mode.
Quote:
Originally Posted by ibnulah
aduh saya kurang mengerti agama niih ndan...  hehehe 
|
yuk mari belajar ndan...