3 Cara menentukan stoploss dalam trading (2)
2. Menentukan stoploss dengan indikator
Cara kedua yang sering digunakan adalah dengan menggunakan bantuan indikator untuk menyimpan titik stoploss. Biasanya untuk cara ini penggunaannya disesuaikan dengan sistem trading yang anda gunakan. Dalam sistem trading yang menggunakan indikator biasanya sudah diterangkan tentang cara mengatur stoplossnya juga.
Misalkan saja sistem trading sederhana dengan moving average, stoploss disimpan diatas MA peiode 24 jika sedang sell atau dibawah MA periode 24 jika sedang buy.

jika buy, kondisinya dibalik saja
Silahkan lihat kembali sistem trading yang anda gunakan. Umumnya stoploss diletakan diatas atau dibawah indikator yang digunakan sebagai penentu arah trend harga.
3. Menentukan stoploss menggunakan money management
Cara lain yang juga sering digunakan adalah dengan menggunakan persentase tertentu dari modal anda sebagai besaran stoploss. Contoh sederhananya misalkan seperti ini ;
Modal anda $1000 . Stoploss dari setiap transaksi misalkan 5% . 5% dari $1000 = $50
Misalkan anda membuka transaksi buy dengan lot 0,1 . Nilai 0,1 lot di broker anda misalnya $1/pip . Maka stoploss anda adalah $50, yaitu 50 pips dibawah titik buy. Jika lot yang digunakan adalah 0,05 lot maka besar stoploss anda adalah 100 pips dari titik buy. Dan seterusnya.
Dalam prakteknya, anda bisa saja menggabungkan cara-cara diatas. Perlu di ingat, stoploss merupakan “sabuk pengaman” bagi transaksi forex anda. Dengan adanya stoploss, maka jumlah kerugian yang mungkin akan anda terima bisa dibatasi.
Sumber :
IDFOREXTRADING
ForexMart
Facebook Page
No Deposit Bonus Up to $300