KAMI JELASKAN ILMIAH AGAR ANDA TERHINDAR DARI
KEJAHATAN MODUS GENDAM
Bulan ini adalah bulan dimana banyak kasus kejahatan dengan Modus Gendam atau Hipnotis, kejahatan ini adalah kejahatan yang sulit dihindari tetapi bisa kita antisipasi jika anda memahami apa itu gendam atau hipnotis.
Pada prinsipnya tidak semua orang dapat terkena ilmu gendam tetapi siapapun yang sudah terkena sangat sulit melepaskan dari pengaruh ilmu itu.
Bahwa pikiran/jiwa manusia ada tiga alam, pertama alam sadar, kedua alam prasadar atau setengah sadar, ketiga alam bawah sadar atau alam tidur.
Gendam atau Hipnotis adalah kejahatan dengan sistem mempengaruhi pikiran atau kejiwaan seseorang, hingga sang korban ke alam bawah sadar atau tak sadarkan diri dengan metode sebagai berikut :
1. Pelaku akan mempelajari korbannya terlebih dahulu, misalnya korban dari mana dan akan pulang kemana atau sedang mencari apa, pelaku juga akan mengukur apakah korbannya golongan orang bodoh atau cerdas.
2. Pelaku akan mendekati sang korban dengan cara misalnya bertanya alamat stasiun, warung makan, lokasi penjualan tiket dan lain sebagainya.
3. Setelah itu pelaku mengajak berkenalan dengan korban dan akan menawarkan kebaikan sesuai yang diinginkan korban, misalnya akan menghantar kerumahnya, menawari pekerjaan atau menjual minyak wangi atau bisa juga pelaku mengaku seorang pejabat yang bisa membantu segala masalah sang korban.
4. Pelaku akan terus mengajak ngobrol korban, berbincang-bincang dengan korban sampai keakraban dan kepercayaan korban kepada pelaku maksimal (Inilah Alam Prasadar). Kepercayaan kepada seseorang tanpa bukti disebut alam prasadar, ibarat mencintai seseorang sudah jelas tahu pasangannya buruk ia tetap akan berkata pasangannya baik.
5. Setelah alam prasadar tercapai pelaku akan memberikan makanan atau minuman yang menyebabkan alam bawah sadar / tidak sadar / tertidur dengan menyiapkan makanan/minuman secara khusus sebelumnya, bahkan demi memuluskan aksinya minuman/makanan tersebut tidak dibawa oleh pelaku melainkan dibeli secara langsung pada penjual asongan, yang sesungguhnya penjual asongan tersebut adalah rekan/kelompok pelaku.
6. Setelah korban tidak sadarkan diri barulah pelaku / kelompok pelaku menguras habis barang dan harta korban serta membawa barang dengan sikap santai seperti barangnya sendiri.
Bahwa aksi kejahatan gendam hanya sering terjadi di terminal, dalam bus, kereta ekonomi/bisnis, ruang tunggu bus, pelabuhan dan sejenisnya, belum pernah ada kejahatan Gendam di kantor DPRRI atau ISTANA PRESIDEN.
Kenapa???......... Karena pelaku mencari korban yang berdaya pikir menengah kebawah.