Mengapa Olah Nafas Harus Dibarengi dengan Gerak Tubuh
Gerakan membantu menyalurkan tenaga ke bagian tubuh yang dimaksud dalam petunjuk jurus, berkaitan dengan fungsi awalnya, umumnya tenaga dalam bersama jurus silat merupakan alat kelengkapan dalam pertarungan den.
Pada prinsipnya pola-pola latihan tenaga dalam dari jaman dahulu, mengandung 3 unsur :
1. Olah Nafas
2. Olah Raga/fisik/gerak
3. Olah Rasa/olah konsentrasi
Ketiganya bersinergi untuk membangkitkan kemampuan linuwih yang ada dalam tubuh, oksigen lewat nafas sebagai bahan baku, kosentrasi, pengejangan dan gerakan untuk mengarahkan/menyalurkan.
Dengan konsep seperti tertulis dibawah ini:
A. Memusatkan seluruh semangat pada tiap gerakan yang sedang dilakukan .
B. Gerakan harus seirama dengan cara pernafasan yang ditentukan .
C. Harus secara tepat / konsentrasi dalam menyalurkan tenaga ke bagian tubuh yang dimaksud dalam petunjuk jurus.
D. Pada awalnya penyaluran tenaga dilakukan secara perlahan-lahan tanpa menimbulkan kejutan dan bila sudah melakukan ratusan kali bisa dilakukan secara tiba-tiba
Kemudian.....hari berganti....tahun berlalu......para pendiri perguruan mulai berpikir, mengajarkan 3 hal diatas secara bersamaan. Ppada pemula adalah sesuatu yang sulit maka, para pendiri setiap perguruan pun terbagi menjadi 3 pemikiran:
1. Pendapat bahwa latihan tenaga dalam untuk terutama untuk pemula memerlukan penekanan. Pada olah nafas dan olah raga dengan penekanan untuk penyamaan gerak dan melatih otot tubuh untuk itu biasanya pada perguruan yang mengambil sikap seperti ini. Latihan tenaga dalam dengan tujuan penguatan fisik mendapat porsi lebih, pengejangan penuh seluruh tubuh, postur pernapasan yang mengutamakan penguatan otot ( menekuk tangan ke arah dalam, posisi push up,back up,sit up dsb)
Pengaturan nafas diatur pula untuk tujuan ini misalnya dengan berdesis untuk melatih otot leher. Untuk beberapa perguruan ditambahkan dengan penggunaan alat bantu seperti barbel, gondewa, pot dsb. Olah rasa / konsentrasi dan nafas yang lebih halus diperkenalkan pada tingkat lanjutan.
2. Pendapat bahwa latihan tenaga dalam harus menitik berat pada olah konsentrasi dan nafas gerak/fisik tidak (terlalu) diperlukan, jika diperlukan pun dalam porsi minimal dan penggunaan tenaga meningkat secara bertahap, saat ini bentuk ini lebih populer disebut yoga/meditasi.
3. Pendapat yang berpendapat bahwa ketiganya haruslah dilatih secara seimbang, dan diperkenalkan sejak awal
Tapi secara umum pada latihan tingkat lanjut ketiga metode ini mengerucut pada 1 titik dimana latihan tenaga dalam akan lebih banyak pada latihan konsentrasi.