Buffet borong saham Phillips meski harga minyak jatuh
Meski harga minyak jatuh habis-habisan dan banyak analis memperkirakan prospek harga minyak masih suram dua tahun kedepan, investor gaek Warren Buffet justru mengendus peluang disektor yang telah menyebabkan banyak orang di PHK ini.
Berdasarkan laporan komisi sekuritas dan bursa efek Amerka, Berkshire Hathaway Inc. yang merupakan milik Buffet tercatat membeli 2,54 juta saham Phillips 66 minggu lalu. Nilai dana yang digelontorkan mencapai $198 juta.
Di Agustus lalu, Berkshire mengumumkan kepemilikan saham Phillips 66 mencapai 10%, dengan tambahan baru ini maka total jumlah sahamnya membengkak menjadi 13,6%. Hebatnya pendaftaran pembelian saham itu dilakukan hanya beberapa jam setelah pengumuman penurunan keuntungan Phillips 66 sebesar 43% akibat anjloknya harga komoditas.
Phillips memang mengalami penurunan keuntungan tapi menurut analis Justin Jenkins, jika diteliti maka keuntungan per saham sebesar $1,31 justru lebih tinggi dari perkiraan orang-orang di Wall Street yaitu hanya sebesar $1,25. Aksi beli Buffet berhasil menarik perhatian pelaku pasar dan mungkin sektor komoditas secara keseluruhan.
Beberapa pihak memperkirakan Buffet tengah berspekulasi dengan minyak. Saham Phillips dinilai cukup sehat jika ditilik nilainya. Phillips sendiri merupakan bagian dari ConocoPhillips yang khusus mengolah minyak dan menjual produk-produk kimia dari bahan minyak.
Anjloknya harga minyak memang memukul ConocoPhillips tapi perusahaan suling seperti Phillips 66 justru meraih untung dari murahnya harga minyak karena proses suling minyak menjadi bahan bakar lebih murah dan kuatnya permintaan akan bensin juga memberi keuntungan.
Dalam wawancara dengan CNBC, Buffet mengatakan bahwa dia membeli saham Phillips bukan sebagai perusahaan suling maupun karena bagian dari Conoco. Dia membeli sahamnya karena suka dengan perusahaan itu dan cara mereka mengelolanya. CEO Phillips Greg Garland berhasil melakukan yang terbaik sejak mengambil alih perusahaan itu. Berkshire sendiri tidak tertarik mengakuisisi perusahaan itu.