Minyak "trendless"
Minyak kembali menjadi tajuk utama dipasar investasi setelah terakhir kali merosot kebawah $30 per barrel. Ragam spekulasi beredar dimasyarakat dan memicu optimisme tentang kapan tren negatif ini akan berakhir.
Update terkini yang kami dapatkan datang dari kepala analis komoditas Goldman Sachs Jeffrey Currie, dimana beliau mengatakan minyak akan terus menembus batas bawah pada level $20 per barrel. Level ini adalah level kritis dimana jika tembus maka produksi minyak akan dihentikan karena tidak lagi bisa menanggung biaya termasuk pengeluaran operasi. Sementara batas atas yang ditetapkan oleh Currie adalah $40 per barrel.
Minyak berada dalam kondisi "bear" dan pergerakan fundamental dapat menciptakan volatilitas dengan sensitivitas tinggi. Anjloknya harga minyak juga disebabkan oleh persediaan minyak yang melimpah sementara permintaan turun drastis.
Kondisi akan tetap seperti ini dalam jangka menengah dimana kapasitas minyak akan terus melimpah ruah.