Bursa Hari Ini 08 May 2015 09:33
Market Movement
IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah 0,7% menjadi ke level 5.150,5 dengan investor asing kembali membukukan transaksi net sell senilai Rp 351 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 1.575 ke Rp 22.800, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 225 ke Rp 13.900, Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 225 ke Rp 24.225, dan Acset (ACST) naik Rp 200 ke Rp 4.900; sedangkan saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 5.000 ke Rp 275.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.200 ke Rp 45.975, Unilever (UNVR) turun Rp 1.775 ke Rp 43.400, dan Indocement (INTP) turun Rp 675 ke Rp 21.350.
Takeaway WTON Meeting
Kemarin kami melakukan lunch meting dengan manajamen Wika Beton untuk update kinerja 1Q15 dan prospek kedepannya. Berikut adalah key point dari obrolan santai bersama manajemen:
- Kinerja 1Q15 yang anjlok super dalam cukup mengejutkan manajemen dan pelaku pasar yang inline dengan perlambatan ekonomi Indonesia di 1Q15 dan faktor rendahnya penyerapan APBN-P 2015 sebagai akibat dari: 1) lamanya proses administrasi pasca APBN-P 2015 yang disetujui oleh DPR; 2) reformasi birokrasi perijinan dan proses tender new kontrak dipercepat di 1Q dan 3) adanya merger Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU & Perpera). Alhasil, mayoritas proyek infra pemerintah belum ada yang berjalan (0 new contract);
- Di 1Q15, Perseroan hanya memperoleh kontrak baru Rp 550 miliar turun dari Rp 600 miliar di 1Q14 yang mayoritas berasal dari kontrak carry over tahun lalu dan kontrak baru dari swasta;
- Pendapatan dan laba bersih 1Q15 anjlok super dalam masing-masing sebesar 53,2% YoY (-55.2% QoQ) dan 78,8% YoY (-83,8% QoQ) mencapai Rp 428 miliar dan Rp 17 miliar. Pun demikian dengan profitabilitas, gross margin anjlok 604 bps YoY dan 772 bps ke level 8% (vs 14% 1Q14 dan 15.7% di 4Q14);
- Hingga YTD, total kontrak baru perseroan dan anak perusahaan sudah mencapai senilai Rp 1 triliun dengan nilai kontrak terbesar diperoleh dari proyek MRT sekitar Rp 108 miliar melalui anak perusahaan WIKA KOBE. Kontrak baru tersebut mencapai 25% dari target kontrak baru 2015 Rp 4 triliun;
- Dengan mulai kick off proyek infra pemerintah di bulan Mei, kami melihat permintaan produk precast akan kembali meningkat jauh lebih tinggi di 2Q-4Q sejalan dengan meningkatnya raihan kontrak baru perusahan konstruksi. Perseroan akan memantau perkembangan ekonomi makro hingga di 3Q, apabila masih mengalami perlambatan maka manajemen akan downgrade target kinerja 2015. Kami masih memaintain proyeksi kami 2015 sejalan dengan optimisme percepatan pembangunan infrastruktur di pemerintahan Jokowi yang memiliki track record serta didukung Menteri yang tepat;
Dengan perubahan asumsi WACC, kami menaikkan target price WTON menjadi Rp 1.550 per saham dari sebelumnya Rp 1.450 per saham. Dengan koreksi harga saham WTON yang tajam, kami mengupgrade rekomendasi Netral menjadi BUY dengan potensi upside 41%.
Corporate Summary
Ø WINS Beli Tiga Kapal Genjot
Ø MDRN targetkan buka 50 gerai tahun ini
Ø ERAA bidik penjualan Rp 15,32 T
Ø MLBI bukukan pendapatan Rp 569 Miliar
Ø 1Q15, Pendapatan WINS anjlok 61% YoY
Ø SSIA Jual Lahan 5,5 Ha
Ø AISA Targetkan Kontribusi Taro Rp834 miliar
sumber