Market Movement
IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat signifikan sebesar 1,5% berada pada level 5.518,7 yang merupakan level tertinggi all time high. Rencana pemerintah Tiongkok untuk menggelontorkan stimulus fiskal menjadi sentimen positif pergerakan pasar saham. Keseluruhan sektoral iHSG tercatat mengalami penguatan terkecuali saham sektoral pertambangan yang ditutup melemah akibat marak aksi tekanan jual. Investor asing tercatat membukukan transaksi net buy senilai Rp 882 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 4.975 ke Rp 73.475, Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 4.500 ke Rp 285.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 51.000, dan Matahari (LPPF) naik Rp 900 ke Rp 19.700; sedangkan saham-saham top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 16.900, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 300 ke Rp 10.200, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 200 ke Rp 3.700, dan Dayin Mitra (ASDM) turun Rp 130 ke Rp 850..
Global Update
Bursa AS dan Eropa pada perdagangan tadi malam terkena aksi tekanan jual sejalan dengan berlanutnya pelemahan harga minyak dunia yang signifikan sebesar 2,2% di level US$ 47,6 per barrel. Tertekannya harga minyak dunia tersebut dikontribusikan dari perkembangan perjanjian nuklir di Iran dimana bila Iran diijinkan melakukan pengembangan nuklir maka akan agresif mengekspor minyaknya. Alhasil, sentimen ini langsung berimbas pada koreksi harga saham sektoral energi yang memimpin laju koreksi bursa global. Indeks Dow Jones dan FTSE 100 masing-masing ditutup melemah sebesar 1,1% dan 1,7%.
Corporate Summary
Ø RUPSLB LEAD setuju Stock Split
Ø PTBA targetkan penjualan batubara 2015 24 juta ton
Ø Laba Bersih MAPI Anjlok 77,4%
Ø ACES Bukukan Laba Bersih Rp725,5 miliar
Berita Emiten
RUPSLB LEAD setuju Stock Split
RUPSLB LEAD menyetujui rencana perseroan untuk melakukan stock split dengan rasio 1:4. Aksi korporasi ini akan dilakukan dalam waktu satu bulan ke depan setelah pengambilan keputusan dalam RUPSLB kemarin.
PTBA targetkan penjualan batubara 2015 24 juta ton
PTBA menargetkan volume penjualan2015 sebesar 24 juta ton, naik 33% YoY dari 2014 yang mencapai 17,96 juta ton. Kenaikan ini dikontribusikan dari produksi dan pembelian batubara dari pihak ketiga sebesar 18,17 juta ton, masing-masing produksi unit pertambangan Tanjung Enim sebesar 15,50 juta ton, produksi anak perusahaan, yaitu PT International Prima Coal sebesar 0,85 juta dan pembelian batu bara dari pihak ketiga oleh anak perus ahaan, yaitu PT Bukit Asam Prima sebesar 1,8 juta ton.
Laba Bersih MAPI Anjlok 77,4%
Sepanjang 2014 MAPI membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 21,4% menjadi Rp11,82 triliun, namun laba bersih perseroan anjlok hingga 77,4% menjadi hanya Rp74 miliar akibat tingginya beban penjualan serta beban bunga yang melonjak hingga 59,2%. Di sisi lain, pada akhir Mei ini, perseroan berencana untuk melakukan spin off untuk bisnis Active-nya yang meliputi Sports, Golf, Kids, Lifestyle, Payless, dan pabrik garment nya ke dalam PT MAP Aktif Adiperkasa (MAA) dan dalam waktu yang bersamaan perseroan akan menerbitkan unsecured zero coupon bond sneilai Rp1,5 triliun berjangka waktu 5 tahun yang akan dibeli seluruhnya oleh Asia Sportswear Holdings Pte Ltd dan akan dinovasikan kepada MAA. Perolehan dana dari obligasi tersebut akan digunakan untuk membayar utang yang ada saat ini.
Komentar analis:
Diskon besar-besaran yang dilakukan MAPI sepanjang tahun demi “cuci gudang” membuahkan hasil, dimana inventory days perseroan turun menjadi 189 hari dari tahun 2013 sebanyak 225 hari. Namun, seiring dengan itu, marjin laba kotor perseroan juga harus tergerus hingga 3,54% YoY. Selain itu beban bunga yang melonjak hingga 59,2% menjadi Rp 382 miliar juga mengakibatkan marjin laba bersih juga harus turun hingga hanya 0,63% dari sebelumnya 3,37%. Berkaitan dengan penerbitan unsecured zero coupon bond senilai Rp1,5 triliun berjangka waktu 5 tahun, tentunya perseroan diuntungkan karena dapat menghemat biaya bunga yang tinggi yang selama ini menjadi beban perseroan. Menurut kami, untuk tahun 2015, beban bunga yang bisa ditekan oleh perseroan bisa mencapai Rp170 miliar. (TP UNDER REVIEW)
ACES Bukukan Laba Bersih Rp725,5 miliar
ACES berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 30,8% dari Rp554,8 miliar menjadi Rp725,5 miliar sepanjang tahun buku 2014, berkat pendapatan yang juga tumbuh sebesar 23,8% atau menjadi Rp5,6 triliun.
Komentar analis:
Di tengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap USD sepanjang 2014 perseroan mampu membukukan pertumbuhan pendapatan yang tinggi, dengan marjin yang menguat di luar perkiraan. Bahkan perseroan mampu mencatatkan selirih kurs pada posisi laba hingga Rp4,5 triliun. (TP UNDER REVIEW)
lots