Rekomendasi Mingguan Lautandhana 30 Maret 2015
Rebound indeks terjadi secara moderat pada akhir pekan lalu setelah sejumlah saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya tersungkur mencoba untuk bangkit. Saham tersebut diantaranya adalah SMGR, INTP, PGAS, GGRM dan CPIN. Bersama saham-saham tersebut, cukup banyak saham lain dilapis kedua dan ketiga dari sektor properti, perkebunan dan konsumer yang ikut menguat. Meskipun demikian, keraguan investor atas keberlangsungan rebound pada pekan ini diduga cukup besar karena sejumlah faktor.
Pertama, hingga saat ini belum terlihat adanya indikasi investor asing berhenti melakukan aksi jual yang telah terjadi secara konsisten sejak awal Maret lalu. Nilai penjualan asing bulan ini telah mencapai Rp6,12 triliun atau mencapai dua pertiga dari nilai beli bulan sebelumnya. Jika dilihat sejak awal tahun, investor asing hanya menyisakan nilai beli bersih sebesar Rp4,69 triliun. Telah terbukti bahwa selama investor asing masih melakukan penjualan, maka indeks akan sulit untuk menguat.
Kedua, perkembangan terakhir politik dan perekonomian domestik tidak dapat dikatakan baik-baik saja. Naiknya kembali harga BBM jenis premium sebesar Rp500 dapat memupuskan harapan investor untuk melihat inflasi turun dan tertahan dilevel yang cukup rendah. Dan seiring dengan memanasnya tensi politik, nilai tukar rupiah pun cenderung kembali melemah.
Ketiga, pidato akhir pekan gubernur bank sentral Amerika Janet Yellen yang mengatakan suku bunga akan naik 'later this year' dapat menutup peluang rebound nilai tukar rupiah. Mata uang rupiah memang tidak turun sendirian, namun bagi Indonesia pelemahan rupiah yang terlalu besar dan dalam jangka waktu yang lama memiliki dampak negatif yang lebih besar dibanding efek positifnya. Contoh aktualnya adalah naiknya kembali harga bensin premium.
selengkapnya