Market Movement
Aksi borong saham investor asing jelang penutupan pasar membawa IHSG naik 6 poin ke rekor baru level 5.451,4, setelah seharian melemah imbas aksi profit taking. Hampir seluruh indeks sektoral berakhir di zona merah, kecuali saham-saham komoditas dan konstruksi yang masih bisa menguat. Volume dan nilai transaksi melonjakdipicu ada transaksi saham PT Solusi Tunas Pratama senilai Rp 1,2 triliun di pasar negosiasi.Saham-saham top gainers di antaranya adalah Link Net (LINK) naik Rp 525 ke Rp 6.000, Tigaraksa (TGKA) naik Rp 500 ke Rp 2.500, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 10.500, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 24.950. Sementara saham-saham top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 284.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 53.800, Intermedia (MDIA) turun Rp 275 ke Rp 3.300, dan Surya Toto (TOTO) turun Rp 130 ke Rp 3.950.
Global Update
Wall Street berakhir mixed, dimana penguatan saham-saham teknologi membawa indeks Nasdaq positif, naik ke level 4.987,9 (+0,4%) sementara indeks Dow Jones dan S&P500 kompak melemah dipicu pelemahan saham energi seiring dengan kembali merosotnya harga minyak mentah dunia ke US$48/ barel. Sementara itu bursa saham Eropa melanjutkan penguatan dengan saham-saham yang melaporkan kinerja 2014 yang memuaskan seperti Bayer (+3,7%) dan GDF (+1%). Indeks saham Stoxx50 naik 0,9% ke level 3.574,9 dan FTSE naik 0,2% ke level 6.949,7.
Corporate Summary
Ø Laba bersih ASII turun tipis 1,2%
Ø Laba Bersih INCO tahun 2014 naik US$ 172,3 juta
Ø SMAR akan Produksi 1,3 Juta Ton Biodiesel
Ø DEWA Akuisisi Cipta Multi Prima
Ø 2015, BBTN Targetkan Laba Rp2 T
Ø Mitra Keluarga Incar Rp 4,7 Triliun
Ø KIJA Membidik 10 Investor Baru Tanjung Lesung
Ø Laba Bersih TBIG naik 24% Menjadi Rp 1,3 triliun
lots