Yunani masih bandel, Zona Euro enggan berspekulasi
Pada hari Minggu lalu, pemerintah Yunani dengan yakinnya mengatakan mampu mencapai kesepakatan dengan mitra zona euronya sekaligus menegaskan mereka tidak akan menerima kebijakan pengetatan ultra ketat dalam kesepakatan utangnya.
Sehari sebelum para menteri keuangan zona euro berkumpul di Brussel untuk mencari solusi permasalahan Yunani serta mempertahankan negara itu dikesatuan euro, Perdana Menteri Alexis Tsipras mengungkapkan dimajalah Stern Jerman bahwa Yunani membutuhkan waktu untuk menerapkan reformasi dan membereskan kesalahan manajemen dimasa lalu.
"Beliau juga mengatakan negosiasi diperkirakan akan alot; meskipun saya yakin Yunani nantinya, dalam enam bulan kedepan akan menjadi sebuah negara yang benar-benar berbeda", ungkap Tsipras.
Beberapa isu yang akan menjadi topik bahasan para menteri ekonomi di Brussel hari ini adalah penyelesaian sengketa pemerintahan Yunani yang baru, yang menolak tunduk pada kesepakatan pengetatan terdahulu, bailout internasional untuk Yunani, tata kelola utang, pendanaan, privatisasi dan reformasi buruh.
Tapi berdasarkan perbincangan Presiden Jean Claude Juncker dengan PM Tsipras pada hari Minggu lalu, seperti diungkap sumber internal yang tidak mau disebutkan namanya, terungkap bahwa sang Presiden tengah mengajukan solusi terakhir demi terselesainya perselisihan ini.
Jika rapat hari ini tidak menghasilkan kesepakatan apa-apa maka Yunani dikhawatirkan gagal bayar dan terpaksa meninggalkan zona euro. Tapi masih ada kemungkinan penyelesaian akan diperpanjang sampai minggu ini.
Sejauh ini Presiden Mario Draghi menolak untuk membahas tentang kemungkinan angkat kakinya Yunani dari zona euro jika kesekapatan dengan Uni Eropa dan IMF berantakan dan masalah utang Yunani akan semakin pelik.
Kepala salah satu institut riset ekonomi berpengaruh Ifo, Hans-Werner Sinn mengatakan meninggalkan zona euro lebih baik bagi masyarakat Yunani meski dia masih berharap Yunani tetap bertahan.
Pemerintahan Jerman menyatakan bahwa Yunani harus mematuhi komitmennya karena negara tersebut telah menerima bantuan senilai 240 miliar euro. Masa tenggat pembayaran utang sendiri akan selesai diakhir bulan ini.
Pemerintahan Tsipras menginginkan jalan tengah sebagai pengganti bailout yang mengharuskan Yunani memangkas besar-besaran belanja negara. Pemerintah ingin tetap pada komitmennya melayani masyarakat dan tidak ingin melanjutkan program yang memiliki ketentuan yang sama dengan sebelumnya.
"Masyarakat Yunani tegas bahwa harga diri mereka tidak untuk dinegosiasikan. Kami akan melanjutkan perundingan sesuai dengan mandat yang diberikan, yang sesuai dengan hati dan fikiran kami", ungkap Tsipras ditelevisi lokal.