Market Movement
Di awal pekan, IHSG melanjutkan penguatannya meski dalam rentang yang terbatas, naik tipis 6 poin ke level 5.348,5. Investor asing masih melakukan aksi beli, kali ini transaksi beli bersih nya mencapai Rp364 miliar lebih di seluruh pasar. Secara sektoral, saham-saham yang menguat antaralain saham emiten perbankan, industri dasar dan perdagangan, sementara saham perkebunan, konsumer, dan manufaktur melemah. Saham-saham top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 525 menjadi Rp 23.975, Enseval Putra Megatrading (EPMT) naik Rp 400 menjadi Rp 3.395, dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 350 menjadi Rp 11.700. Sementara saham-saham top losers antara lain adalah Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 10.000 menjadi Rp 315.000, Merck (MERK) turun Rp 2.500 menjadi Rp 140.000, dan Tembaga Mulia Semanan (TBMS) turun Rp 2.000 menjadi Rp 8.050.
Global Update
Bursa saham Paman Sam dan Eropa masih melanjutkan pelemahan di tengah sentimen negatif dari Yunani yang menolak program bailout yang dikuatirkan dapat memperparah kekacauan di Eropa.Di AS, Saham-saham healthcare dan utilitas memimpin pelemahan, membawa indeks Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq kompak memerah, masing-masing ditutup pada level 17.729,2 (-0,5%), 2.046,7 (-0,3%), dan 4.726,0 (-0,4%). Sementara indeks acuan saham Eropa seperti Stoxx50 turun 1,5% ke level 3.347,8 dan FTSE turun 0,2% ke level 6.837,2. Sentimen negatif juga datang dari konflik Ukraina dan Rusia. Secara terpisah, Menlu Rusia memperingatkan AS bahwa memasok senjata ke Ukraina dapat memperdalam konflik, dimana Presiden Barack Obama mengatakan bahwa AS sedang mengkaji semua opsi untuk membantu Uktraina termasuk memasok senjata defensif jika upaya diplomatik gagal untuk membawa resolusi dengan Rusia. Di sisi lain, pelemahan indeks dapat tertahan oleh mulai pulihnya harga minyak dunia yang naik 2,3% setelah naik 7,2% pekan lalu.
Corporate Summary
Ø DSNG akan Private Placement
Ø Capex SMSM Rp 100 M
Ø ADHI Berencana Galang Dana hingga Rp9,9 T
Ø ANJT Naikkan Plafon Utang Pusaka Agro 900%
lots