Lautandhana Daily View 02 September 2014
Rendahnya data inflasi Agustus yakni 3,99% YoY atau 0,47% MoM yang dirilis oleh BPS menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG di awal pekan. IHSG ditutup rebound 0,8% ke level 5.177,6. Secara sektoral, sektor consumer, manufaktur, dan keuangan memimpin penguatan di bursa, sementara sector perkebunan dan properti menjadi sasaran aksi jual. Investor asing kembali mencatatkan transaksi beli bersih, yang kali ini mencapai Rp127,2 miliar. Sahamsaham jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 11.500 ke Rp 185.000, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 6.000 ke Rp 1,03 juta, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.025 ke Rp 55.025, dan Unilever (UNVR) naik Rp 975 ke Rp 32.000. Sementara saham‐saham kategori top losers antara lain Chandra Asri (TPIA) turun Rp 165 ke Rp 3.080, Dharma Satya (DNSG) turun Rp 150 ke Rp 3.450, Citra Marga (CMNP) turun Rp 125 ke Rp 3.925, dan Indocement (INTP) turun Rp 125 ke Rp 24.125.
Di tengah diliburkannya bursa saham AS dalam rangka hari buruh, bursa saham Eropa bergerak stagnan, dimana indeks Stoxx50 dan FTSE naik tipis 0,1% masingmasing ke level 3.175,1 dan 6.825,3. Investor tengah menanti hasil pertemuan bank sentral Eropa (ECB) pekan ini serta sanksi dari Uni Eropa yang akan dikenakan kepada Rusia berkaitan dengan konflik Ukraina. Diharapkan Presiden Bank Sentral, Mario Draghi dapat mengeluarkan keputusan untuk menstimulasi laju ekonomi Eropa.
IHSG pada hari ini diperkirakan melanjutkan penguatan didukung oleh minat beli yang masih tinggi di pasar. Saham pilihan kami antara lain: JSMR, KLBF, UNTR, BBTN, AISA, dan SMGR.
Berita Emiten
KPIG akan Optimalkan Pasar Apartemen di Surabaya
KPIG mengoptimalkan pasar apartemen di Surabaya karena besarnya minat masyarakat khususnya pembeli rumah pertama guna memiliki produk hunian tersebut. Meski pasar properti di Indonesia melambat pada beberapa waktu terakhir, tetapi perseroan optimis pembangunan proyek One East Residence di Surabaya dapat diminati oleh masyarakat properti Surabaya. Hunian vertikal ini dibangun di atas lahan seluas 5.042 meter persegi dengan total 33 lantai, dimana 3 lantai merupakan basement.
CSAP Suntik Modal Anak Usaha
CSAP melalui anak usahanya PT Catur Mitra Sejati Sentosa (CMSS) melakukan penyertaan modal pada PT Mitra Hasil Sentosa senilai Rp9,18 miliar. Pada 29 Agustus 2014, CMSS telah melakukan penyertaan dalam usaha PT Mitra Hasil Sentosa sebesar Rp9,18 miliar dalam rangka mendukung rencana pengembangan usaha CMSS. PT Mitra Hasil Sentosa bergerak di bidang usaha perdagangan ritel bahan bangunan dengan wilayah pemasaran di Bandar Lampung. Adapun, jumlah ekuitas PT Mitra Hasil Sentosa per tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp716,87 miliar sehingga jumlah penyertaan hanya 1,28% dan tidak mencapai jumlah material.
Clover Tambah Kepemilikan Saham di CENT
Clover Universal Enterprise, pemegang saham mayoritas CENT menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 7,3% dalam CENT dari sebelumnya 38,05% menjadi 45,35% untuk tujuan investasi. Kepemilikan saham tersebut setara dengan 542,47 juta saham dari total saham dikeluarkan dan disetor perseroan. Harga pembelian saham saat transaksi pada 29 Agustus 2014 senilai Rp200 per saham sehingga total investasi yang dikeluarkan Clover sekitar Rp108,49 miliar.
Penjualan CPO AALI mencapai 779 ribu ton
AALI produksi CPO selama Januari-Juli 2014 meningkat sebesar 16,6%, volume penjualan CPO menjadi 779.477 ton. Volume penjualan olein sebesar 120.376 ton dan harga rata-rata penjualan CPO AALI meningkat 29,6% dari Rp6.702 per kg pada tahun 2013 menjadi Rp8.687 per kg. Volume penjualan kernel hingga Juli 2014 mencapai 202.595 ton atau tumbuh 8,8% dibandingkan sebelumnya sebesar 186.191 ton. Harga penjualan kernel mengalami meningkat 94,4% dari Rp2.967 per kg menjadi Rp5.767 per kg.