Produktivitas Tenaga Kerja AS Rebound, inflasi upah diredam
Produktivitas non pertanian AS rebound lebih kuat dari yang diharapkan pada kuartal kedua, tetapi penurunan tajam dalam biaya unit tenaga kerja menunjukkan tekanan upah masih stabil yang bisa memberikan ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk sementara waktu.
Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada hari Jumat produktivitas meningkat pada tingkat tahunan sebesar 2,5 persen setelah kontraksi pada laju 4,5 persen dengan revisi pada kuartal pertama, yang merupakan penurunan tercepat sejak kuartal keempat 1981 Ekonom tmemperkirakan produktivitas meningkat pada tingkatan 1,5 persen di periode April-Juni.
Produktivitas, yang mengukur pengeluaran per jam per pekerja, sebelumnya dilaporkan telah menurun pada laju 3,2 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini.
Rebound produktivitas mengikuti kembali meningkatnya produk domestik bruto pada kuartal kedua. Ekonomi tumbuh pada laju 4,0 persen setelah menyusut 2,1 persen di kuartal pertama. Namun, kecenderungan produktivitas masih melamban. Dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2013, produktivitas meningkat 1,2 persen.
Para pekerja mendapat tambahan jam kerja lebih pada kuartal kedua, tetapi dengan output meningkat, yang menurunkan biaya tenaga kerja. Biaya unit tenaga kerja, harga tenaga kerja per unit produksi, naik 0,6 persen setelah kenaukan dengan revisi 11,8 persen, merupakan yang tercepat sejak kuartal keempat tahun 2012.
Biaya unit tenaga kerja sebelumnya dilaporkan meningkat pada laju 5,7 persen pada kuartal pertama dan ekonom memperkirakan meningkat pada laju 1,4 persen di kuartal kedua. Dibandingkan dengan kuartal kedua tahun lalu, biaya unit tenaga kerja naik 1,9 persen, menunjukkan bahwa inflasi upah tetap stabil setelah meningkat 2,6 persen pada kuartal pertama.