Data Impor Minyak Persempit Defisit Perdagangan AS
Defisit perdagangan AS mengecil bahkan melebihi perkiraan di Juni setelah impor minyak merosot ke level terendah di 3 setengah tahun, menunjukkan perdagangan sedikit menghambat pertumbuhan ekonomi AS di kuartal kedia dari yang diperkirakan sebelumnya.
Departemen Perdagangan AS rabu mengatakan, selisih perdagangan mengalami penurunan 7,0 persen menjadi $41,5 miliar, angka terendah sejak Januari. Defisit perdagangan di Mei mengalami revisi kenaikan menjadi $44,7 miliar. Para ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan deficit perdagangan sedikit melebar menjadi $44,7 miliar di Juni sedikit naik dari $44,4 miliar yang dilaporkan sebelumnya di Mei.
Dengan penyesuaian inflasi, defisit perdagangan AS menyempit menjadi $48,8 miliar dari $52,0 miliar di Mei. Dengan defisit perdagangan keseluruhan di Juni jauh lebih rendah dari yang diasumsikan pemerintah pada gambaran pertumbuhan PDB di kuartal keduan yang diumumkan pekan lalu. Sehingga diperkirakan pertumbuhan PDB AS di kuartal ini akan mengalami revisi kenaikan.
Sektor perdagangan menyumbang sekitar 0,61 persentase poin dari pertumbuhan di periode April hingga Juni. Perekonomian meningkat pada laju tahunan sebesar 4,0 persen sepanjang kuartal tersebut setelah anjlok 2,1 persen di triwulan pertama tahun ini.
Di Juni, impor turun 1,2 persen, penurunan terbesar dalam setahun, menjadi $237,4 miliar. Ini karena impor minyak turun menjadi $27,4 miliar, level terendah sejak November 2010, dariv $28,3 miliar di Mei.
Maraknya penggunaan energi dalam negeri memperlihatkan negara mengurangi ketergantungannya terhadap minyak dari luar negeri, membantu mengurangi tekanan atas defisit anggaran saat ini. Di Juni, defisit minyak turun ke level terendahnya sejak Mei 2009. Sementara impor non migas turun menjadi $167,6 miliar dari $169,6 miliar di Mei, impor pangan mencapai titil terteingginya dalam catatan.
Di Juni, ekspor mencatat kenaikan sebesar 0,1 persen mencapai rekor kenaikan $195,9 miliar. Sementara ekspor yang ditunjang oleh meningkatnya penjualan mobil, suku cadang dan mesin, juga mencapai rekor atas. Ekspor barang konsumsi juga mencatat kenaikan.
Ekspor ke Kanada menyentuh level tertingginya sepanjang masa di Juni. Ekspor ke Cina mencatat kenaikan 1,4 persen, sementara impor dari negara tersebut meningkat 3,7 persen. Sehingga menempatkan defisit perdagangan yang mengalami gesekan politik dengan Cina sebesar $30,1 miliar, naik 4,5 persen dari laporan di Mei.