View Single Post
  #3  
Old 10th April 2014
putra1st's Avatar
putra1st putra1st is offline
Ceriwis Addicted
 
Join Date: Sep 2010
Location: -ceriwis-
Posts: 4,958
Rep Power: 51
putra1st is Ceriwis Guruputra1st is Ceriwis Guruputra1st is Ceriwis Guruputra1st is Ceriwis Guruputra1st is Ceriwis Guruputra1st is Ceriwis Guruputra1st is Ceriwis Guruputra1st is Ceriwis Guruputra1st is Ceriwis Guruputra1st is Ceriwis Guruputra1st is Ceriwis Guru
Arrow Penyembuhan Paska Hamil Anggur

Hamil anggur atau kehamilan molar (mola hidatidosa) merupakan kondisi dimana janin hasil pembuahan tidak dapat berkembang akibat adanya kelainan genetik. Hasil pembuahan kemudian berkembang menjadi tak terkendali dalam bentuk kista yang menyerupai buah anggur, yang memenuhi rongga rahim sehingga dari luar tampak bahwa perut tetap membesar. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seorang wanita mengalami kehamilan molar antara lain:
  • Usia diatas 35 tahun. Risiko kehamilan molar meningkat seiring pertambahan usia diatas usia 35 tahun.
  • Riwayat kehamilan molar sebelumnya
  • Riwayat keguguran sebelumnya
  • Diet rendah karoten
Kehamilan molar ini dibeberapa literatur disebut juga sebagai bentuk tumor jinak dari jaringan sel trofoblas. Apabila kehamilan molar terdeteksi, maka produk kehamilan harus dikeluarkan dan dibersihkan melalui proses vakum atau kuret. Pada beberapa wanita, jaringan molar bisa keluar dengan sendirinya, namun pada kondisi tersebut, mereka tetap dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan daerah rahim untuk mengetahui bersih tidaknya rahim dari sel molar. Bersihnya rahim dari sisa sel molar penting karena sel yang tersisa di dalam rahim dapat menetap dan berkembang kembali. Pada beberapa kasus, sel dapat berubah sifat menjadi ganas, menyebabkan kanker yang disebut dengan koriokarsinoma, yang dapat menyebar ke organ tubuh lainnya.


Oleh sebab itu, wanita yang mengalami kehamilan molar perlu melakukan kontrol rutin ke dokter untuk pemantauan bersih tidaknya rahim dari sel molar melalui pengukuran kadar hormon beta hCG. Apabila sel molar telah mati seluruhnya, level hormon hCG ibu dapat menurun dalam waktu sekitar 2 bulan, namun tidak jarang juga dalam setahun. Karena kehamilan selanjutnya dapat mempengaruhi pengukuran hormon hCG, maka disarankan ibu menunda kehamilan hingga setahun. Adapun mengenai makanan yang harus diberikan atau dipantang, tidak ada yang khusus, sepanjang ibu dapat makan dan memperoleh asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang.


Hubungan suami istri dapat dilakukan jika telah istri telah jelas sucinya, yakni apabila tidak ada darah yang keluar setelah persalinan atau kuretase; dan jika ada darah yang keluar telah dapat dibedakan apakah darah merupakan istihadhah ataukah darah nifas. Namun karena kondisi psikologis sebagian besar wanita terpengaruh oleh kegagalan kehamilannya, maka dianjurkan untuk berhubungan ketika istri telah siap secara fisik dan mental. Selain itu, perlu diperhatikan pentingnya pemberian jarak kehamilan seperti yang telah disampaikan diatas untuk mengetahui kondisi hormonal ibu dan kemungkinannya mengalami penyakit trofoblastik gestasional.


Wallahu a'lam
Reply With Quote