ECB Siap Mengambil Tindakan Drastis

Pada hari Kamis 13 Maret, dolar AS menguat terhadap euro, namun melemah terhadap yen dan mata uang komoditas lainnya di tengah data yang kuat dari AS. Euro melemah setelah komentar Draghi mengenai peluang usaha keringanan kebijakan moneter. Dolar Australia memperkuat posisinya setelah laporan Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja yang kuat di Australia. Dolar Selandia Baru memperkuat posisinya setelah RBNZ menaikan Tingkat Suku Bunga Kas Resminya. Yen menguat di tengah pelemahan bursa saham dan meningkatnya permintaan akan aset perlindungan.
Dolar AS melemah pada paruh pertama hari perdagangan, setelah memperbarui level terendahnya tahun ini terhadap indeks dolar, namun kemudian memperoleh kembali semua pelemahannya dan ditutup hampir tanpa perubahan � setelah rilis data yang kuat di AS. Klaim Pengangguran Awal As minggu lalu turun sebanyak 9.000 ke level terendahnya pada bulan November tahun lalu ke level 315.000 � sebelumnya diperkirakan klaim akan naik menjadi 330.000. Rata-rata Empat Minggu Klaim awal turun dari 336.750 menjadi 330.500 � level terendahnya dalam tiga bulan terakhir.
Penjualan Ritel AS juga tampil lebih baik dari perkiraan. Penjualan Ritel menguat pada Febuari sebesar 0,3% m/m setelah pelemahan dalam dua bulan terakhir � bertentangan dari perkiraan pertumbuhan sebesar 0,2%. Penjualan Ritel Tanpa Otomotif naik 0,3%, juga meleset dari perkiraan pertumbuhan sebesar 0,1%. Namun, data bulan Januari direvisi ke bawah. Laporan Penjualan Ritel adalah sebuah indikator yang penting mengenai Belanja Konsumen yang mencakup lebih dari 2/3 ekonomi AS. Harga impor Febuari juga menguat lebih tinggi dari perkiraan sebesar 0,9% m/m � melampaui perkiraan pertumbuhan sebesar 0,5%.
Euro memperbarui level terendahnya untuk tahun ini terhadap dolar selama sesi Asia. Mata uang Eropa ini juga tergelincir pada akhir hari perdagangan setelah Gubernur ECB Mario Draghi mengumumkan bahwa bank sentral tersebut telah mengatasi penguatan euro; dan ECB juga menyatakan harapannya agar euro melemah dalam waktu dekat. ECB tengah bersiap untuk mengambil langkah kebijakan moneter sub standar tambahan untuk menangani sirkulasi yang esktrim, dan juga bersiap untuk mengambil tindakan drastis lebihlanjut jika diperlukan � tambah Draghi.
Yen memperkuat posisinya lebih tinggi dari level tertinggi mingguanya terhadap dolar AS di tengah pelemahan bursa saham dan menguatnya permintaan akan aset perlindungan. Bursa saham melemah sementara data ekonomi Cina melemah dan terus memburuknya ketegangan di Ukraina. Data Produksi Industri Cina, Penjualan Ritel, dan Investasi Aset Tetap tampil lebih buruk dari perkiraan, yang mengakibatkan meningkatnya kekhawatiran terhadap ekonomi terbesar kedua dunia tersebut. DJIA melemah pada hari Kamis sebesar 1,4% (pelemahan skala terbesarnya sejak 3 Febuari). Nikkei 225 melemah 3%.
Permintaan Mesin Inti yang kuat di Jepang juga mendorong pertumbuhan yen. Indikator Investasi Utama � Permintaan Mesin Inti meroket pada Januari sebesar 13,4% m/m. Data ini menunjukan kepercayaan diri perusahaan-perusahaan terhadap ekonomi dalam menghadapi peningkatan pajak penjualan.
Dolar Australi memperkuat posisinya setelah laporan Bursa Kerja yang kuat di Australia. Penyerapan Tenaga Kerja Australi menguat sebesar 47.300, yang adalah tiga kali lebih tinggi dari harapan peningkatan sebesar 15.000. Di saat yang sama Tingkat Pengangguran masih berada di level 6,0%. Dolar Selandia Baru berada di level tertinginya dalam 11 bulan terakhir terhadap dolar AS setelah Selandia Baru menjadi negara maju pertama yang menaikan tingkat suku bunga acuannya. Dolar Kanada juga memperkuat posisinya pada hari Kamis setelah AUD dan NZD sementara indeks Harga Perumahan Baru Kanada bertumbuh, yang juga melampaui perkiraan.