Dolar Australia Melemah Di Tengah Data Cina Yang Lemah

Pada Senin 10 Maret, dolar AS menguat terhadap poundsterling, dolar Australia, dan dolar Kanada, sementara hampir tidak berubah terhadap mata uang utama lainnya di tengah absennya data makro statistik yang signifikan dari AS. Poundsterling melemah sebelum disampaikannya Laporan Inflasi yang akan dilangsungkan pada hari Selasa. Dolar Australia melemah di tengah data yang lemah di Cina. Dolar Kanada berada di bawah tekanan setelah jatuhnya harga-harga komoditas.
Dolar Australia melemah setelah rilis data yang lemah di Cina sepanjang minggu lalu dan pada hari Senin. Defisit Neraca Perdagangan Cina Febuari mencapai 423 miliar, sementara surplus neraca diharapkan akan berada di level $14,5 miliar.
Tingkat pertumbuhan tahunan Indeks Harga Konsumen Cina melemah pada bulan Febuari ke level terendahnya dalam 13 bulan terakhir di level 2% dari 2,5% pada bulan Januari, berlawanan dengan perkiraan pelemahan menjadi 2,1%, yang meningkatkan kekhawatiran mengenai melemahnya tingkat pertumbuhan ekonomi Republik Rakyat Cina. Pinjaman Baru di Cina pada bulan Febuari turun lebih banyak dari perkiraan dan, bahkan turun lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan pada bulan Januari. Pinjaman Yuan Baru turun menjadi 645 miliar dari 1.320 miliar pada Januari, sebelumnya pelemahan diperkirakan hanya akan mencapai 730 miliar yuan.
Yen menguat pada awal hari perdagangan di tengah data Jepang yang lemah dan turunnya bursa saham Jepang, namun kemudian menegasi seluruh kenaikann tersebut. Menurut data final, tingkat pertumbuhan GDP tahunan Jepang pada kuartal keempat turun menjadii 0,7%, meleset dari perkiraan awal sebesar 1% dan pertumbuhan 1,1% pada kuartal ketiga. Defisit neraca berjalan di Jepang pada bulan Januari mencapai rekor tertinggi di 1.589 triliun yuan. Impor menguat pada Januari sebesar 30,3% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, karena pertumbuhan harga impor energi yang juga diikuti oleh turunnya harga yen.