(Suta berkata: Pada permulaan ciptaan, Tuhan pertama-tama menjelmakan Diri dalam bentuk semesta penjelmaan purusa dan mewujudkan segala bahan untuk ciptaan material. Demikianlah pada permulaan enam belas prinsip perbuatan material diciptakan. Ini terjadi dengan maksud menciptakan alam semesta material)
(Sebagian dari purusa berbaring di dalam air alam semesta. Dari danau pusar badan Beliau tumbuhlah setangkai bunga padma, dan Brahma, penguasa semua insinyur di alam semesta, terwujud dari atas bunga padma di ujung tangkai)
visuddham sattvam urjitam
(Orang percaya bahwa semua susunan planet di alam semesta terletak pada badan purusa yang sangat besar, tetapi Beliau tidak mempunyai hubungan apapun dengan bahan-bahan material yang diciptakan. Badan Beliau dalam keberadaan rohani yang sangat mulia untuk selamanya)
parsyanty ado rupam adabhra-caksusa
sahasra-padoru-bhujananadbhutam
sahasra-murdha-sravanaksi-nasikam
sahasra-mauly-ambara-kundalollasat
(Para penyembah, dengan matanya yang sempurna, melihat bentuk rohani purusa yang mempunyai beribu-ribu kaki, paha, lengan dan muka – semuanya ajaib. Pada badan itu ada beribu-ribu kepala, telinga, mata dan hidung. Anggota badan tersebut dihiasi dengan beribu-ribu mahkota dan anting yang berseri dan dihiasi dengan kalungan bunga)
(Bentuk tersebut (manifestasi kedua dari purusa) adalah sumber dan benih yang tidak dapat dimusnahkan untuk beraneka penjelmaan di dalam alam semesta. Berbagai makhluk hidup, misalnya dewa, manusia dan lain-lain, diciptakan dari butir-butir dan bagian-bagian bentuk tersebut)
(Pertama sekali, pada awal ciptaan, ada empat putra Brahma yang tidak menikah (Kumara bersaudara). Mereka mantap dalam sumpah untuk tidak menikah dan menjalankan pertapaan keras untuk menginsafi Kebenaran Mutlak)
(Kepribadian tertinggi yang menikmati segala korban suci menjelma sebagai babi hutan (penjelmaan kedua). Demi kesejahteraan bumi Beliau mengangkat bumi dari bagian bawah alam semesta)
naiskarmyam karmanam yatah
(Pada zaman para rsi, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa menerima penjelmaan ketiga yang dikuasakan dalam bentuk Devarsi Narada, rsi yang mulia di kalangan para dewa. Beliau mengumpulkan ulasan-ulasan Veda yang menyangkut pengabdian suci dan memberi semangat untuk perbuatan yang tidak dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala)
(Dalam penjelmaan keempat, Tuhan menjadi Nara dan Narayana, putra kembar istri Raja Dharma. Demikianlah Beliau menjalankan pertapaan yang sangat keras dan teladan guna mengendalikan indria)
(Penjelmaan kelima, bernama Sri Kapila, paling terkemuka di antara insan-insan yang sempurna. Beliau memberi ulasan unsur-unsur ciptaan dan metafisika kepada Asuri Brahmana, sebab pengetahuan itu hilang ditelan masa)
(Penjelmaan keenam purusa adalah putra Rsi Atri. Beliau dilahirkan dari kandungan Anasuya, yang telah berdoa untuk memohonkan penjelmaan. Beliau membicarakan soal kerohanian yang melampaui keduniawian kepada Alarka, Prahlada dan lain-lain (Yadu, Haihaya, dll))
(Penjelmaan ketujuh adalah Yajna, putra Prajapati Ruci dan istrinya bernama Akuti. Beliau berkuasa selama masa peralihan Svayambhuva Manu dan dibantu oleh dewa-dewa seperti putra-Nya, Yama)
(Penjelmaan kedelapan adalah Raja Rsabha, putra Raja Nabhi dan istrinya yang bernama Marudevi. Dalam penjelmaan ini, Tuhan memperlihatkan jalan kesempurnaan, yang diikuti oleh orang yang sudah mengendalikan indrianya sepenuhnya dan dihormati oleh semua tahap kehidupan)
(Wahai brahmana-brahmana, dalam penjelmaan kesembilan, setelah didoakan oleh para rsi, Tuhan menjelma dalam badan seorang raja (Prthu) yang bercocok tanam untuk menghasilkan berbagai hasil bumi, dam karena itulah bumi indah dan menarik)
(Pada waktu terjadi banjir lengkap sesudah masa Caksusa Manu dan seluruh dunia tenggelam di dalam air, Tuhan menjelma dalam bentuk ikan dan melindungi Vaivasvata Manu, dengan memelihara beliau di atas sebuah kapal)
(Penjelmaan Tuhan yang kesebelas menjelma dalam bentuk kura-kura yang kulit-Nya menjadi poros sandaran untuk Bukit Mandaracala, yang sedang dipergunakan sebagai alat pengocok oleh orang yang percaya kepada Tuhan dan yang tidak percaya kepada Tuhan di alam semesta)
(Dalam penjelmaan kedua belas, Tuhan muncul sebagai Dhanvantari. Dalam penjelmaan ketiga belas, Beliau mempesona para ateis dengan kecantikan seorang wanita yang memikat dan kemudian memberikan minuman kekalan kepada para dewa untuk diminum)
bibhrad daityendram urjitam
(Dalam penjelmaan keempat belas, Tuhan muncul sebagai Nrsimha dan dengan kuku-Nya membelah badan kuat yang dimiliki oleh ateis bernama Hiranyakasipu, persis seperti tukang kayu membelah rotan
pratyaditsus tri-pispatam
(Dalam penjelmaan kelima belas, Tuhan menjelma dalam bentuk seorang brahmana yang kecil (Vamana) dan mengunjungi arena korban suci yang telah diselenggarakan oleh Maharaja Bali. Walaupun dalam hati Beliau rela mengambil kerajaan terdiri dari tiga susunan planet, namun Beliau hanya meminta sumbangan sepetak tanah sebesar tiga langkah)
pasyan brahma-druho nrpan
(Dalam penjelmaan keenam belas Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan (sebagai Brghupati) membinasakan golongan administrator (para ksatriya) dua puluh satu kali karena Beliau marah terhadap mereka, sebab mereka telah berontak melawan para brahmana (golongan cerdas))
drstva pumso ‘lpa medhasah
(Sesudah itu, dalam penjelmaan ketujuh belas Tuhan Yang Maha Esa, Sri Vyasadeva muncul dalam kandungan Satyavati melalui Parasara Muni. Beliau membagi Veda tunggal menjadi beberapa cabang dan ranting, dengan melihat bahwa rakyat umum kurang cerdas)
(Dalam penjelmaan kedelapan belas, Tuhan muncul sebagai Raja Rama. Guna melakukan pekerjaan yang menyenangkan untuk para Dewa, Beliau memperlihatkan kewibawaan yang melebihi kekuatan manusia dengan mengendalikan Samudra Hindia dan kemudian membunuh ateis bernama Raja Ravana, yang berada di seberang lautan)
(Dalam penjelmaan-penjelmaan kesembilan belas dan kedua puluh, Tuhan Sendiri menjelma sebagai Sri Balarama dan Sri Krsna dalam keluarga Vrsni (dinasti Yadu), dan dengan melakukan demikian, Beliau menghilangkan beban dunia)
(Kemudian, pada awal Kaliyuga, Tuhan akan muncul sebagai Sang Buddha, putra Anjana, di Propinsi Gaya, hanya dengan maksud mengelabui orang yang iri kepada orang yang setia dan percaya kepada Tuhan)
(Sesudah itu, pada masa peralihan antara dua yuga, Penguasa ciptaan akan dilahirkan sebagai penjelmaan Kalki dan menjadi putra Visnu Yasa. Pada masa itu, para penguasa bumi sudah merosot hingga menjadi perampas saja)
hareh sattva-nidher dvijah
(Wahai brahmana-brahmana, penjelmaan-penjelmaan Tuhan tidak terhingga, bagaikan banyak anak sungai yang mengalir dari sumber-sumber air yang tidak dapat dihabiskan)
(Semua rsi, Manu, dewa dan keturunan Manu, yang perkasa luar biasa adalah bagian yang berkuasa penuh atau bagian dari bagian yang berkuasa penuh dari Tuhan. Ini termasuk para Prajapati)
krsnas tu bhagavan svayam
(Semua penjelmaan tersebut di atas adalah bagian-bagian yang berkuasa penuh atau bagian-bagian dari bagian-bagian yang berkuasa penuh dari Tuhan, tetapi Tuhan Sri Krsna adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa yang asli. Semuanya muncul di planet-planet bilamana ada gangguan yang diciptakan oleh kaum ateis. Tuhan menjelma untuk melindungi orang yang percaya kepada Tuhan)