Jepang defisit, yen terus melonjak
Defisit transaksi berjalan Jepang melebar mencapai rekor di November dikarenakan impor meningkat. Situasi ini memberi tantangan baru kepada Perdana Menteri Shinzo Abe karena salah satu programnya adalah mendorong perekonomian yang stabil.

Defisit ini adalah defisit perdagangan terlebar dan lebih besar dari perkiraan analis. Impor Jelang melonjak bukan tanpa alasan, awalnya didorong oleh melemahnya yen, kemudian akibat ditutupnya beberapa fasilitas energi nuklir menyebabkan pemerintah harus mengeluarkan Undang-Undang impor energi. Nah akumulasi faktor diatas yang menyebabkan proses pemulihan ekonomi menjadi tersendat dan sekarang ditambah kebijakan baru yaitu kenaikan pajak penjualan yang efektif diberlakukan April nanti.
Ada keyakinan bahwa defisit negara perlahan akan berkurang menyusul pulihnya perekonomian global.
Hari ini pasar Jepang baru saja buka setelah libur dimana yen naik terhadap dolar. Dari kaca mata teknis, kenaikan itu justru merupakan pelemahan yang mencapai 0,4% menjadi 103,43 per dolar.
Meski ekspor Jepang diperkirakan membaik seiring pulihnya perekonomian AS, tapi ancaman tetap ada karena Jepang beralih ke manufaktur alis pabrik-pabriknya yang berada diluar negeri.
Ini adalah kali pertamanya Jepang beresiko berubah (dalam beberapa tahun kedepan) menjadi negara defisit yang membutuhkan pendanaan asing untuk mengatasi tumpukan utang yang jumlahnya dua kali lipat ekonomi.