Ekspor mencatat kenaikan, impor menurun
Industry energi yang �booming� di AS dan permintaan yang cukup tinggi di luar negeri memicu mengecilnya deficit perdagangan AS pada Nopember, sehingga meningkatkan perkiraan pertumbuhan ekonomi AS di penutupan tahun 2013.

Ekspor AS meningkat dengan penyesuaian menjadi $194,86 miliar, level tertinggi dalam catatan, Departemen Perdagangan Selasa melaporkan. Sementara barang AS impor justru menurun, sehingga menghasilkan defisit perdagangan terkecil sejak 2009 silam ketika mulai pulihnya ekonomi dari resesi yang sempat menghambat permintaan berbagai produk.
Dengan semakin menyempitnya defisit perdagangan AS membuat para ekonom berspekulasi terhadap perkiraan pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat. Barclays Capital memperkirakan PDB tahunan AS akan meningkat menjadi 3% di kuartal keempat, naik dari perkiraan sebelumnya yakni its 1,5%. Sementara ekonom Morgan Stanley juga memperkirakan peningkatn yakni menjadi 3,3% dari perkiraan sebelumnya yakni 2,4%.
Ekspor AS meningkat 5,2% dari awal tahun, atas meningkatnya penjualan ke Cina, Meksiko dan Kanada. Ekspor AS ke Cina dari Januari hingga November 2013 meningkat 8,7% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ekpor ke Kanada mencatat kenaikan 2,5% pada periode yang sama.
Jika perekonomian AS mengikuti pertumbuhan yang terjadi di kuartal ketiga dengan angka yang gemilang, ini akan meningkatkan harapan pertumbuhan yang lebih cepat lagi di 2014, bersamaan dengan smakin membaiknya penciptaan lapangan kerja.