Pelonggaran Bank Sentral Kembali Lanjutkan ‘Currency War’
Senin, 11 November 2013 10:12 WIB
Monexnews - Perang mata uang global kembali memanas seiring sejumlah bank sentral merilis pelonggaran kebijakan untuk menghadapi perlambatan pada tingkat pertumbuhan. European Central Bank memangkas tingkat suku bunga pekan lalu dalam sebuah langkah yang menurut investor bertujuan untuk menekan nilai tukar euro setelah melejit ke level tertinggi sejak tahun 2011. Pada hari yang sama, petinggi di Ceko mengatakan mereka mengintervensi pasar mata uang untuk pertama kalinya dalam 11 tahun untuk melemahkan koruna. Sementara itu Selandia Baru mengatakan mungkin akan menunda kenaikan suku bunga untuk menekan nilai tukar dollar Selandia Baru, dan Asutralia memperingatkan bahwa Aussie berada di “level tinggi yang tidak nyaman.”
“Sangat mencemaskan bahwa negara-negara ini mempertahankan agar mata uang mereka terus lemah,” ucap Axel Merk, kepala Palo Alto, Merk Investments LLC, di California. Presiden ECB Mario Draghi, “sejak awal tahun ini telah mencoba melemahkan euro,” ucap Merk. Dengan outlook perekonomian global dipangkas oleh International Monetary Fund dan inflasi melambat ke tingkat yang dapat mengurangi minat investasi, negara-negara dan para bank sentral kembali mengkaji kebijakan yang cenderung mendorong kompetitifitas melalui pelemahan mata uang. (xiang)
DISCLAIMER:
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini
|