Euro Gugup Jelang Data, Kiwi Melambung
Rabu, 6 November 2013
Monexnews - Euro berada di bawah tekanan setelah melemah dalam 6 dari 7 hari belakangan menjelang data yang mungkin akan menunjukkan penurunan pada tingkat belanja konsumen di zona euro, menguatkan prospek bahwa European Bank Central akan mempertimbangkan stimulus pada pertemuan besok. Mata uang bersama zona euro ini melemah sebanyak 1.4% terhadap 9 mata uang negara maju pada pekan lalu, dengan data hari ini diperkirakan akan mengkonfirmasi perlambatan sektor jasa dan industri manufkatur kawasan.
Indeks dollar berada dekat level tinggi 7 pekan seiring trader mempertimbangkan waktu pemangkasan stimulus oleh Federal Reserve. Sementara itu dollar Selandia Baru melambung ke level tertinggi sejak 24 Oktober silam seiring tingkat pekerjaan bertambah lebih dari perkiraan, memicu spekulasi kenaikan tingkat suku bunga.
“Euro akan terus tertekan di tengah spekulasi ECB akan memangkas suku bunga,” ucap Kazuo Shirai, trader pada Union Bank NA di Los Angeles. “Euro telah menjadi terlalu kuat, dan hal itu tidak baik untuk Eropa.”
Disclaimer
Semua informasi yang terdapat dalam website monexnews ini hanya bersifat informasi saja. Monexnews berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian monexnews tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia.
Monexnews dan penulis tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website monexnews ini
|