Dollar di level kenaikan 1 1/2 bulan terhadap yen
Dollar naik ke level tertinggi di satu setengah bulan terhadap yen sepanjang perdagangan sesi Selasa seiring terdongkraknya minat pasar terhadap asset beresiko setelah rencana serangan militer AS ke Syria tidak dilanjutkan.
Kenaikan dollar ini tak lepas dari melonjak sentiment pasar setelah Menteri Luar Negeri Syrian Walid al-Moallem pada hari ini (Selasa, red) mengatakan bahwa pihaknya sepakat dengan permintaan Rusia untuk memeberikan pengawasan senjata kimianya di bawah dunia internasional.
Dimana sebelumnya Presiden AS Barack Obama mengatakan akan menagguhkan serangan militer atas Syria jika Syria setuju melepaskan pengawasan senaja kimianya.
Sepanjang perdagangan sesi pagi di AS, dollar mencapai level tertinggi sejak 25 Juli terhadap yen, mencatat kenaikan 0,80% ke level 100,37.
Terhadap mata uang mayoritas lainnya, dollar mencatat penurunan terhadap euro yang menguat mendekati level kenaikan dalam delapan hari terhadap dollar, euro naik 0,05% diperdagangkan pada level 1,3261.
Terhadap pound, dolar juga mencatat penurunan, setelah mata uang Britania Raya tersebut mencapai level kenaikan tiga pekan, naik 0,16% dan diperdagangkan di level 1,5719.
Dollar hanya menyisakan penguatannya terhadap Swiss franc selain terhadap yen, dengan kenaikan 0,27% diperdagangkan pada level 0,9349.
Selanjutnya dolar AS juga mencatat penurunan terhadap mitra sesama dolar. Aussy mencatat kenaikan 0,77% di level 0,9298, sementara kiwi mencatat kenaikan 0,50% ke level 0.8056 dan demikian juga terhadap loonie, greenback melemah 0,24% dan diperdagangkan di level 1,0350.
Indeks dollar, yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam matauang mayoritas, mencatat kenaikan yang minim sekali, hanya naik 0,05% ke level 81,86.