Lautandhana Daily View 26 Juli 2013
IHSG di perdagangan kemarin masih ditutup melemah sebesar 0,9% ke level 4.674,1 sejalan dengan masih melemahnya Rupiah dan marak tekanan jual saham-saham unggulan terutama di sektiral perkebunan, consumer dan financial. Hanya tercatat satu sektoral yang berhasil ditutup pada teritori positif. Investor asing membukukan transaksi net sell senilai Rp 221 miliar. Saham-saham top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 1.000 ke Rp 23.000, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 600 ke Rp 7.900, Jembo Cable (JECC) naik Rp 250 ke Rp 2.600, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 4.500; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.150 ke Rp 32.850, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 44.200, Astra Agro (AALI) turun Rp 750 ke Rp 16.000, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 25.550.
Bursa AS semalam ditutup terjadi rebound ditopang oleh penguatan signifikan saham Facebook (+30%), media social paling terkenal setelah merelease pendapatan dan laba bersih di 2Q13 yang melebihi ekspektasi analyst. Investor juga tengah menanti laporan data makro ekonomi AS untuk indikasi kisi-kisi kapan The Fed memutuskan untuk mengurangi dana stimulusnya lewat QE. Indeks Dow Jones menguat tipis sebesar 0,1% untuk ditutup di level 15.555,6 sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat sebesar 0,3% dan 0,7% ditutup ke level 1.690,3 dan 3.605,2. Sementara itu, bursa Eropa ditutup terkoreksi terbatas akibat jeleknya laporan keuangan 2Q13 BASF. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing ditutup ke level 2.740,3 (-0,4%) dan ke level 6.588,0 (-0,5%).
IHSG akhir pekan kami perkirakan masih bergerak fluktuatif dan bervariasi cenderung melanjutkan pelemahan yang terjadi. Saham pilihan kami antara lain: SMGR dan CTRP.
sumber