Lautandhana Daily View 17 Juli 2013
IHSG kemarin kembali bergerak fluktuatif yang akhirnya ditutup menguat terbatas sebesar 0,2% di level 4.644,0 ditopang oleh aksi selective buy investor atas saham-saham lapis kedua. Saham-saham unggulan masih mengalami tekanan jual signifikan terutama di sektoral consumer dan berbasis komoditas. Saham-saham jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 16.000 ke Rp 215.000, Dleta Jakarta (DLTA) naik Rp 15.000 ke Rp 360.000, Jembo Cable (JECC) naik Rp 350 ke Rp 2.550, dan Hexindo (HEXA) naik Rp 300 ke Rp 5.400; sedangkan saham-saham kategori top losers antara lain Asuransi Bina Dana (ABDA) turun Rp 1.200 ke Rp 3.800, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 84.000, Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 900 ke Rp 7.100, dan Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 21.900.
Bursa AS semalam ditutup terkoreksi terbatas akibat koreksi harga saham Coca Cola pasca release kinerjanya di 2Q13 dimana labanya mengalami penurunan ditengah melambatnya pertumbuhan ekonomi China dan Eropa. Disis lain, investor masih menanti kepastian The Fed untuk mengurangi program stimulusnya yang saat ini tengah dalam proses pembahasan. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing ditutup melemah ke level 15.451,9 (-0,2%), 1.676,3 (-0,4%) dan 3.598,5 (-0,2%). Sementara itu, bursa Eropa juga ditutup melemah cukup signifikan sebagai akibat indeks keyakinan investor Jerman secara tak terduga mengalami kontraksi di bulan Juli. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing ditutup terkoreksi sebesar 0,8% dan 0,5%.
IHSG hari ini kami perkirakan bergerak fluktuatif cenderung potensi menguat terbatas. Saham pilihan kami antara lain: IMAS dan SMGR.
sumber