View Single Post
  #10  
Old 26th March 2013
bagusee's Avatar
bagusee bagusee is offline
Newbie
 
Join Date: Feb 2013
Posts: 14
Rep Power: 0
bagusee mempunyai hidup yang Normal
Default

Pengalaman Kultivasi Ni Kadek Sugiartini, praktisi Bali
Dibacakan pada Konferensi Fa Semarang 2007

Salam kepada Shifu, Salam kepada seluruh rekan praktisi
Ada satu pertanyaan yang senantiasa membayangi saya sejak masa SMP dulu �Sebenarnya apa tujuan saya lahir ke dunia ini?� Namun tidak satu bukupun yang mampu memberi penjelasan yang memuaskan sampai akhirnya saya bertemu dan membaca buku Zhuan Falun.

Saya dipertemukan dengan Falun Dafa 1 tahun yang lalu ketika ada work shop Falun Dafa di tempat kerja. Awal saya tertarik karena ada meditasi dan gratis, namun saya bertanya-tanya �Kenapa gratis�? Karena menurut saya di zaman sekarang ini, apapun itu pastilah ujung-ujungnya uang, nama, kedudukan, atau usaha yang membuat orang beragama tertentu berubah kepercayaan dan menganut agama lain. Karena dalam brosur juga disebut-sebut China dan komunis, sempat terbesit apakah Falun Dafa berpolitik? Namun teman kerja saya justru tertarik dengan �kenapa Falun Dafa dilarang di China? Mengapa praktisi Falun Dafa dianiyaya?
Saya & teman kerja saya akhirnya mengikuti workshop tersebut, mulai membaca buku Zhuan Falun dan latihan gerakan. Namun saya sungguh tidak gigih saat itu. Saya tidak lanjutkan latihan karena waktu latihan berbenturan dengan jam kerja, dan respon atasan yang kurang senang jika saya meninggalkan kerja untuk latihan. Dan membaca saya teramat lambat dan macet di ceramah 4. Saat itu permasalahan saya hadapai semakin rumit. Dari masalah pekerjaan, permasalahan keluarga, sampai puncaknya adalah kehilangan kekasih, dan semua datang bersamaan dan bertubi-tubi seperti tidak ada habis-habisnya. Saya sering berbagi bersama teman kerja, saat kepala ini terasa berdenyut dan amat sakit. Saat saya benar-benar tidak tahan, sering menangis sendiri di kost untuk melepaskan semua beban supaya besok bisa semangat lagi bekerja.

Teman praktisi selalu meyarankan saya untuk membaca, sering saya merasa malu sendiri ketika ditanya �sudah habis baca bukunya?� Sampai saya benar-benar tidak tahan pada masalah yang saya hadapi, dan akhirnya saya mengikuti saran teman saya dengan kembali meneruskan membaca Zhuan Falun. Setelah satu putaran saya membaca, saya mengalami diare 2 (dua) hari. Dan saya tidak minum obat, karena dari kecil saya memang tidak dibiasakan untuk minum obat ketika sakit. Dan mulai munculah alregi gatal-gatal yang membuat saya tidak bisa tidur nyenyak di malam hari. Karena tidak tahan saya akhirnya coba pakai salep yang disarankan adik, hanya bertahan beberapa jam, dan rasa gatal itu semakin menjadi-jadi. Saya masih tetap membaca Zhuan Falun saat itu, dan saya juga latihan gerakan di saat saya libur kerja. Dalam Zhuan Falun (Ceramah VI � Hati Harus Tulus) Shifu berkata:


��Dalam proses Xiulian, manusia memang harus Xiulian meningkat ke atas seperti ini. Oleh karena itu di antara kita ada yang sekali merasa tidak enak badan, lalu beranggapan dirinya telah sakit. Dia selalu tidak dapat memperlakukan dirinya selaku praktisi Gong, begitu berjumpa peristiwa ini, dia juga beranggapan dirinya telah sakit, mengapa sampai timbul begitu banyak kerunyaman? Saya beritahu anda bahwa sangat banyak kesulitan anda sudah dibantu dihapuskan, kesulitan anda tersebut sudah susut banyak, jika anda tidak dibantu dihapuskan, sekali anda menemui kesulitan ini mungkin sudah akan merenggut jiwa, mungkin juga anda terbaring di sana tidak dapat bangkit. Oleh karena itu ketika anda berjumpa sedikit kesulitan ini, anda tentu merasa tidak enak badan, bagaimana dapat menyenangkan?��

Selanjutnya shifu berkata: ��
Artinya adalah betapa manusia sulit diselamatkan, sudah demikian banyak yang dilakukan untuk dia, tetapi dia bukan saja tidak paham malah berkata seperti itu. Ada praktisi lama berkata: "Guru, entah mengapa sekujur badan saya terasa tidak enak, dan selalu ke rumah sakit untuk injeksi juga tidak efektif, menelan obat juga tidak efektif." Tanpa segan dia masih mengatakan hal itu kepada saya! Tentu saja tidak efektif. Itu bukan penyakit, bagaimana dapat efektif? Anda boleh minta pemeriksaan, tidak akan ada masalah, anda memang merasa tidak enak badan. Ada seorang praktisi kita yang telah mengakibatkan beberapa batang jarum injeksi rumah sakit jadi bengkok, akhirnya satu ampul cairan obat itu habis terpencet ke luar, juga tidak berhasil ditusukkan masuk. Dia lalu mengerti: "Wah bukankah saya adalah seorang praktisi Gong, saya tidak boleh injeksi lagi." Dia baru ingat tidak boleh injeksi lagi. Oleh karena itu di saat kita berjumpa kesulitan jangan sampai tidak memperhatikan masalah ini.��
Akhirnya saya dapatkan pemahaman tentang penyakit, saya langung berhenti memakai salep, dan saya memandang apapun yang datang pada saya setelah membaca buku, adalah pemurnian. Dan rasa gatal yang saya rasakan berbulan-bulan mengering dalam 3 hari, dan hampir tidak berbekas.
Semenjak itu keinginan untuk membaca buku tulus datang dari dalam. Ketika permasalahan datang, teman saya hanyalah buku. Konsep-konsep yang bertentangan dengan �Siapa Shifu itu sebenarnya� mulai bisa saya terima. Esensi dari kehidupan mulai saya pahami. Saya akhirnya mampu melepas kekasih saya dengan ikhlas. Saya rasakan kultivasi saya sekarang adalah di tempat kerja, dimana tugas harian saya yang demikian padat, ditambah lagi deringan telepon & atasan yang selalu memberikan tugas tambahan lain ditambah pekerjaan dengan tanggung jawab penuh yang tidak seharusnya saya kerjakan yaitu mengerjakan pajak yang membuat saya hampir lembur setiap hari. Di sinilah xinxing saya benar-benar dilatih. Dahulu jika ada sesuatu yang saya rasa tidak adil, saya sering memendamnya berhari-hari, dan dari expresi wajah orang pun akan mampu memahami jika saya sedang kesal. Namun sekarang berbeda, walapun amarah itu masih tetap muncul, namun itu hanya sesaat, dan beberap menit setelah kejadian tersebut saya sudah bisa tersenyum tulus dari dalam.
Reply With Quote