Tanah Hambalang, Ini Hasil Penelitian Surono
VIVAnews - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono pernah meneliti lapisan tanah di Hambalang, Bogor yang kini dijadikan lokasi pembangunan megaproyek pusat olahraga. Pada penelitian tahun 2002 itu, Surono berkesimpulan, lahan di Hambalang tidak layak huni.
"Sekitar 79 rumah yang ada di Hambalang dinyatakan tidak layak huni karena tanahnya terdiri dari lempung sehingga labil," kata Surono yang kerap disisipi 'Mbah' di depan namanya itu saat dihubungi VIVAnews, Senin sore 9 Juli 2012.
Hambalang tergolong daerah yang ektrim karena tanah lempung yang ada di daerah tersebut tidak menyerap air. Akhirnya, warga pun akan kesulitan mendapatkan air.
Selain itu, tanah lempung pun bersifat keras jika kering, dan licin ketika terkena air. Hal terakhir yang menimbulkan masalah.
Karena tanah licin itu, tanah atau bangunan yang ada di atas pun akan bergoyang alias labil. Tak heran jika lantai dan tembok di beberapa rumah di wilayah tersebut retak-retak. "Akhirnya kami simpulkan daerah itu tidak layak huni."
Lempung jika terkena air akan menjadi lumpur. Lumpur inilah kemungkinan yang ditemukan tim survei bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Baca berita lengkap di tautan ini.
Meski begitu, Hambalang tetap bisa dibangun dengan syarat-syarat tertentu. Salah satunya membuat fondasi yang dalam hingga mencapai bebatuan keras di bawah tanah lempung. Dia mengakui, hal ini tentu akan memakan biaya tinggi. "Untuk membangun fondasinya saja bisa dipakai untuk bangun satu rumah," kata dia.
Adapun kedalaman sampai bebatuan keras bervariasi dari 5 hingga 20 meter. "Kalau untuk membangun satu rumah ini terlalu mahal. Tidak ekonomis. Tapi, kalau mau dibikin bangunan bisa saja. Asal fondasinya dalam dan tanah di permukaan tidak langsung terkena air," jelasnya.
Desember 2011, beberapa titik di proyek Hambalang ambles. Tapi, publik baru mengetahui amblesnya tanah ini pada Mei 2012. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng pun langsung memerintahkan penghentian proyek yang ada di kementeriannya itu.
Menteri Andi kemudian membentuk tim survei menyeluruh untuk mengetahui kontur tanah di wilayah Hambalang, khususnya di daerah-daerah yang rawan ambles. (umi)
*
� VIVAnews