Baca juga: Kecelakaan Sukhoi Gunung Salak Hantui Rusia.
VIVAnews -- Delegasi Rusia menghadiri gala kedirgantaraan, Farnborough Air Show 2012 yang digelar di London, Inggris hingga 15 Juli 2012 mendatang.
Seperti dimuat Voice of Russia, Senin 9 Juli 2012, perusahaan* United Aircraft Building Corporation akan memamerkan produk mutakhirnya, baik pesawat tempur maupun sipil. Ada di dalam daftar adalah Yak 130, MS 21, dan Sukhoi SuperJet-100.
Rusia percaya diri bisa mengingatkan dunia akan kekuatan kedirgantaraannya. Bahkan, Farnborough Air Show dianggap ajang untuk mengalihkan perhatian dunia penerbangan dari kecelakaan maut Superjet-100 di Gunung Salak, Indonesia 9 Mei 2012 lalu, bencana yang bisa menggagalkan upaya negara itu untuk menghidupkan kembali industri penerbangannya.
Superjet-100 dimaksudkan menjadi pesaing langsung Bombardier Kanada dan Embraer buatan Brazil. "Kecelakaan di Indonesia, meski sangat menyakitkan, justru akan membangkitkan kekuatan kami untuk bekerja lebih keras dan mengorbankan diri untuk melaksanakan program ini," kata Direktur Sukhoi Civil Aircraft (SCAC) Vladimir Prisyazhnyuk kepada AIN News. "Mayoritas konsumen, patner, dan pemangku kepentingan meyakinkan kami, mereka percaya SSJ 100 akan sukses dan akan mendukung kami dalam program ini."
Namun, seperti dimuat The Moskow Times, Minggu 8 Juli 2012, perhatian utama dalam ajang itu akan berpusat pada nasib buruk Superjet-100, pesawat sipil pertama yang dibuat oleh Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet, sekaligus obyek investigasi yang belum rampung menyusul tragedi di Gunung Salak yang menewaskan 45 orang.
Meski demikian, penonton diharapkan masih bisa terpukau oleh pertunjukkan sepasang jet tempur Su-27 Flanker, lambang kedigdayaan udara di era Uni Soviet, yang masih menjadi andalan dalam pertunjukkan udara.
Jet Yakovlev Yak-130 juga akan dipamerkan, meski ada laporan 40 unitnya terkait rusuh di Suriah. Juga sebuah paviliun khusus untuk memamerkan pesawat penumpang,* MS-21, yang masih dalam perkembangan.
� VIVAnews